www.riaukontras.com
| Bupati Siak Hadiri Gema Sholawat dan Haflah Milad Ke-6 Ponpes Nurul Furqon | | Kasus Payung Elektrik Masjid Agung An-Nur Pekanbaru di Sorot Kembali, Diungkap Ketua KNPI Riau | | H Muhammad Rafee Dapat Dukungan 7 Pengurus Kabupaten/Kota Maju Sebagai Calon Ketua PELTI Riau | | Kejari Kepulauan Tanimbar Sampaikan Perkembangan Penanganan Perkara Dugaan Tipikor | | Kajari Rohil di Sambut Secara Adat Melayu | | Kejati Riau Ajukan 2 Perkara Keadilan Restoratif Justice Disetujui Jampidum
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 22 Juni 2024
 
Oknum ASN Tersengat Aroma Dugaan Main Proyek PL
Proyek Disdik Pelalawan Tidak Selesai, Diduga Dibayarkan 100 Persen
Editor: | Jumat, 16-02-2018 - 11:25:09 WIB


TERKAIT:
   
 

PELALAWAN, RIAUKontraS.com - Sejak 2 Periode Bupati Harris memimpin daerah Kabupaten Pelalawan, banyak keberhasilan yang dicapai dan dirasakan masyarakat pelalawan.

Keberhasilan yang dicapai sang visioner tersebut termasuk realisasi 7 program startegisnya. Namun, sedikit disayangkan kerja kerasnya karena oknum Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terkesan kurang mendukung.

Padahal, tanpa lelah Bupati Harris bekerja keras demi perubahan pembangunan daerah yang dia Pimpin. Bahkan di tengah menurunya APBD Pelalawan 3 tahun terakhir ini Pemerintah Daerah masih dapat mensiasati berbagai pelaksanaan pembangunan untuk mengejar dan membuktikan karyanyata-Nya dalam merealisasikan visi misinya kepada masyarakat.

Benar-lah. Patut kita katakan Bupati itu sebagai Visioner karena dia berhasil menciptakan berbagai program pembangunan fisik untuk perubahan daerah Kabupaten Pelalawan. Akan tetapi, setiap tahun pelaksanaan pembangunan fisik di daerah itu, banyak kegiatan OPD yang dikerjakan dengan semerawut oleh OPD melalui jasa rekanan kontraktor.

Mirisnya lagi, ada sejumlah pekerjaan fisik belum selesai ataupun tidak sesuai specsifikasi dan telah dilakukan PHO. Pekerjaan semerawut ini kerap ditemukan setiap Tahun Anggaran APBD termasuk Tahun 2017.

Pemantauan kami dari TIM LSM Forum Andalan Pengawasan Pembangunan Auditor Republik Indonesia (FAPPAR-RI) terkait Permasalahan pembangunan tersebut, diakibatkan pengawasan dari Pemerintah selaku pemilik kegiatan tidak maksimal ketika berlangsungnya pekerjaan dilapangan.

Demikian Hal ini diaungkapkan oleh Koordinator LSM Forum Andalan Pengawasan Pembangunan Auditor Republik Indonesia (FAPPAR-RI), Defid Amriady kepada ungkapriau.Com di Pangkalan Kerinci, Senin (12/2/2018).

Menurutnya, Pembangunan fisik yang kerap ditemukan-Nya bermasalah di lapangan, disebabkan pengawasan dari Consultant pengawas dan pihak pengawas yang ditempatkan untuk mengawasi kegiatan itu secara maksimal. Namun, hal itu diduga tidak dilakukan pengawasan karena Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pembuat Teknis Kerja (PPTK) dan Consultant pengawas ikut bermain dalam Paket-paket proyek pembangunan fisik itu dengan oknum rekanan kontraktor.

Defid Amriady mencontohkan Salah satu pembangunan fisik tahun anggaran 2017 di Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan. Padahal pekerjaan itu belum siap dikerjakan seratus persen dan sudah dilakukan serah terima barang pertama PHO terhadap rekanan kontraktor.

Amriady mengatakan, pembangunan fisik yang dilakukan PHO oleh Dinas Pendidikan yakni seperti pembangunan RKB SMPN 3 Kecamatan Pkl Kerinci yang pekerjaannya belum seratus persen dan diduga sudah dibayarkan seratus persen.

Lebih lanjut Defid Amriady menjelaskan bahwa Paket pembangunan Turap di SDN 04 Desa Bukit Agung Kec. Kota Pkl Kerinci juga sedemikian.

Kemudian pembangunan MCK SDN 005 Desa Makmur Jaya Kec. Pkl kerinci dan Pembangunan MCK SDN 006 Kec. Pkl Kerinci, SDN 003 Desa Lubuk Ogung Kec. Bandar Seikijang dan di Kec. Kuala kampar tahun anggaran 2017, terkesan keseluruhan bangunan itu bermasalah dan telah di bayarkan seratus persen.

Sedangkan pembangunan SMPN 2 Kec. Pkl Kerinci juga belum siap di kerjakan dan diduga sudah dibayarkan seratus persen kepada rekanan kontraktor.

Ketika kasus ini di konfirmasikan wartawan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan, Drs. Syafruddin M.Si melalui Handponnya, Selasa (13/2/2018). Kadisdik menjawab dirinya sedang di Provinsi Riau mengikuti suatu acar bersama Gubernur Riau.

"Saya sedang dalam acara di Pekanbaru dan tidak bisa menjawab konfirmasi rekan-rekan wartawan saat itu," katanya sembari menutup komunikasinya dengan Pers.

Sumber: ungkapriau.Com

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 081261018886 / 085278502555
via EMAIL: riaukontras@gmail.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


 
Berita Lainnya :
  • Proyek Disdik Pelalawan Tidak Selesai, Diduga Dibayarkan 100 Persen
  •  
    Komentar Anda :

     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 "MEMORI" Dari Sisilah Marga Gea
    3 Diberitakan Tentang Dugaan VC Sex, Oknum PNS MW di Nias Mencoba Intimidasi dan Melaporkan Wartawan
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kembali Diamanahkan sebagai Pj Walikota Pekanbaru, ini Program Prioritas yang Sukses Dijalankan
    7 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    8 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    9 Menelisik Geliat Prostitusi Online Kota Duri, Antara Sindikat Prostitusi dan Penipuan
    10 Dimasa Pandemi Covid-19, Parma City Hotel Diduga Sediakan PSK Pada Tamu yang Menginab
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman | SOP Perlindungan Wartawan | Kode Perilaku Perusahan Pers | Visi-Misi | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2015-2022 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved