www.riaukontras.com
| Desa Senggoro Kembali Raih Juara Umum, Jumiarti Qoriah Terbaik di MTQ Tingkat Kecamatan Bengkalis | | Fazar : Dengan Adanya Asosiasi Ini, Pelaku Usaha Kuliner Lebih Terorganisir | | Langkah Strategi Pemkab Siak Wujudkan Indonesia Emas 2045 | | Usai Bada Jumat, Kejari Temu Ramah Bersama Jurnalis Pulau Bengkalis | | Alfedri: Apresiasi Pembangunan di Kampung Rawang Kao Berkembang Pesat | | Pimpinan DPRD Bengkalis Hadiri Penyampaian LHP LKPP Tahun 2023
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 14 Juli 2024
 
Perkembangan Jurusan TI Polbeng Memasuki Usianya Yang ke-18
Editor: Indra | Rabu, 31-01-2024 - 17:53:35 WIB

TERKAIT:
   
 

Bengkalis, RIAUkontras.com - Jurusan Teknik Informatika (TI) Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) mulai dibuka pada tahun 2006 silam, sekarang tahun 2024 jurusan ini telah masuk usia 18 tahun dengan perkembangan yang sangat memberikan manfaat bagi banyak orang dan orang banyak.


Perkembangan ini tentunya tidak terlepas dari peran serta mahasiswa bersama kedua orang tua dan kerabatnya, peran masyarakat, pemerintah, yang semuanya memberikan apresiasi, support, baik dalam bentuk material maupun spiritual.


Satu diantara banyak tulisan tentang perkembangan Jurusan TI tadi adalah saat jurnalis media ini hadir dalam agenda yang digelar di Halaman dan Gedung Utama Jurusan TI Jalan Batin Alam Desa Sungai Alam ini yaitu Informatics Creativity and Innovation Festival (ICIF) 2024, Sabtu (13/01/2024) lalu.


Antusias dan apresiasi patut diberikan sebagaimana diungkapkan beberapa mahasiswa yang mengikuti satu atau lebih dari 5 agenda berangkaian yang dilaksanakan kala itu.


Jalan Santai Ceria adalah acara pertama yang pesertanya keluarga besar Jurusan TI Polbeng. Jumlah dosennya dari tahun ke tahun semakin bertambah begitu pula jumlah mahasiswanya yang saat ini sudah lebih 700an orang, melalui Jalan Santai Ceria ini akan menjadi kolaborasi antara keluarga besar Jurusan TI.


Rute kegiatan ini dimulai dari Jalan Batin Alam menuju Polsek Bengkalis, kemudian belok kiri masuk sebuah gang, dan finish di tempat start yang ditandai pengguntingan pita oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerja sama Akmal Indra,MT Jalan Santai Ceria tadi. Kala itu hari masih pagi, panitia pelaksana menyiapkan sarapan pagi dengan berbagai macam menu makanan dan minuman sangat enak dinikmati oleh para dosen TI dan keluarga. Menyusul pencabutan undian untuk pembagian hadiah bagi yang nomornya beruntung membawa pulang puluhan hadiah yang merupakan sumbangan dari 11 Tim Sponsor.


Belasan Tim sponsor tersebut adalah :
Mungkin urutanye
1. Soodu.id
2. Kopikap Bengkalis
3. Law Chicken Bengkalis
4. Zuliyan Pekanbaru
5. Dagolabs Technology Jakarta
6. Inkubator Bisnis Polbeng
7. Ikatan Alumni Teknik Informatika
8. HMJ Teknik Informatika
9.DWPB Jurusan TI
10.Dosen, Tenaga Kependidikan Teknik Informatika.


Saat pencabutan undian tadi, puluhan siswa siswi berdatangan silih berganti. Dari SMKN 1 Bengkalis, SMKN 2, SMKN 3, dan SMK Maetreya yang didampingi beberapa guru mereka, segera menghampiri Pameran Produk IT yang terdapat di sisi kiri dan kanan pintu masuk Gedung Jurusan TI. Beberapa stand juga terlihat di ruang depan, baik di kiri maupun di sisi kanannya. Peramu stand yang merupakan mahasiswa dan mahasiswi Semester III dan V Jurusan TI dengan ramah menjawab pertanyaan para siswa siswi atas projek yang ditampilkan dalam pameran ini.


Izzatul Fazeha dengan projek Modal Ceria (Moci sebuah website yang membantu UED SP dan Laporan Transaksi) alumni SDN 41 Bengkalis Desa Penebal, MTsN Bengkalis, MAN Bengkalis didampingi seorang temannya dengan ramah menjawab setiap tanya, bahagia dengan canda jurnalis media ini. Jujur beliau mengaku merasa bangga menjadi mahasiswi Jurusan Teknik Informatika di Politeknik Negeri Bengkalis. Izzatul awalnya tidak membayangkan bisa terjun di Jurusan Teknik Informatika karena alumni dari dua sekolah agama Islam tadi.


"Dari dulu bercita-cita menjadi pengusaha karena di rumah kami ada usaha foto copy, sewa pelaminan dan baju adat. (Tamat MAN) awalnya mau ambil kedokteran tapi orang tua, mamak tak ngasih kuliah keluar Bengkalis, jadi kawan-kawan ngajak masuk RPL. Za sangka RPL tu tentang BUMDesa ternyata setelah kuliah di sini kok belajar bahasa asing, ada CSS, barulah Za tahu," ungkap Izzatul Fazeha yang akrab disapa Za ini.


Izzatul Fazeha berpesan kepada adik-adiknya agar tidak ragu berkuliah di Jurusan TI Polbeng. "Membuat kode demi kode hingga tercipta satu aplikasi, akan ada kebanggaan tersendiri," kata Izzatul Fazeha yang disambut ajakan temannya penduduk Balam kepada warga Kepenghuluan Balam Kabupaten Rokan Hilir untuk membuat website atau aplikasi walaupun tidak canggih tapi selalu belajar ungkap gadis Nias yang tidak lulus di Universitas Riau Jurusan Pertanian yang sebelumnya tidak tahu Bengkalis ini seperti apa. "Saya pilih RPL ini karena saya lihat kedepannya semakin canggih. Saya penasaran dengan teknologi," tutur remaja Balam berkulit putih berambut hampir sepinggang ini.


Dari aula Jurusan TI terdengar lantunan ayat suci Al-Quran tanda tengah bermula agenda Launching Logo ICIF. Ketua Jurusan (Kajur) TI Polbeng Kasmawi,MKom dalam kesempatan memberikan sambutan mengucapkan terima kasih kepada Direktur Polbeng Johny Custer,ST,MT, Wadir I Armada,ST,MT dan Wadir II Guswandi,ST,MT, kemudian Pj Kades Sungai Alam Khaidir yang telah menghadap Allah SWT Senin malam, 22 Januari 2024. Terima kasih juga disampaikan beliau kepada sponsor, Kepala Sekolah maupun guru dan siswa siswi yang hadir meskipun kesibukan dan musim hujan, para mitra dan mahasiswanya.


Dikatakan Kajur Kasmawi, ICIF 2024 yang perdana semula direncanakan dilaksanakan di outdoor tetapi atas pertimbangan akhirnya dilaksanakan di Jurusan TI Kampus Polbeng. "Ini akan menjadi even tahunan dan lebih besar lagi. Dalam even ini ada pameran produk aplikasi yang dikerjakan mahasiswa kita dengan mitra kita melalui projek best learning. Kemudian Temu Industri yang akan menemukan apa yang dibutuhkan industri dan program apa yang bisa dimasukkan.


Dalam Temu Industri ini, penerima manfaat untuk tahun 2022-2023 adalah pertama BUMDesa Kuala Alam yang menerima sekitar Rp125.000.000. Kemudian Desa Pambang Kecamatan Bantan sebesar Rp175.000.000. "Kepada mitra, kepada industri-industri yang baru kami mengajak untuk berdiskusi apa yang dibutuhkan, apa yang diperlukan dalam produksinya, kemudian solusi apa yang bisa kita sepakati bersama-sama khususnya di bidang informatika," ajak Kasmawi.


"Selanjutnya Temu Alumni yang merupakan pertemuan antara para alumni Jurusan TI Polbeng sejak 2006-2023 yang telah bekerja maupun memiliki usaha sendiri dengan jumlah 994 orang diantaranya hadir Bos Salad, Mas Deden dan beberapa alumni yang menyebar di Bengkalis, Riau, maupun Bandung," kata Kajur Kasmawi.


Menurut Kasmawi, kedepan Jurusan TI Polbeng punya tantangan yang lebih besar yang pertama adalah bagaimana mitranya mau bekerja sama dengan Jurusan TI.


"Harapan kami kegiatan ini akan berlangsung setiap tahunnya. Insya Allah di tahun 2024 ini kita akan mengadakannya dua kali kemudian di tahun 2025 kita lanjutkan dengan series ketiga. Kami juga berharap, pertama kami ingin mitra kami sebanyak-banyaknya sehingga kami mendapatkan masukan dari bawah apa kebutuhan mitra itu sendiri. Yang kedua adalah tentu kami harus mempersiapkan skill dari mahasiswa artinya kegiatan ini kita evaluasi bagaimana tingkat pengerjaan proyek oleh mahasiswa apakah sudah sampai level bawah, menengah, atau sudah sampai level yang digunakan. Oleh sebab itu kami di Jurusan Teknik Informatika terus melakukan evaluasi dan pengembangan, baik itu dosen pembimbingnya, proses pembelajarannya, terkait dan pekerjaan," kata Kajur Kasmawi di akhir wawancara.


Direktur Johny Custer sebelum melaunching logo ICIF pula menilai ICIF adalah kegiatan positif yang sangat bermanfaat dan mendukung beberapa program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Republik Indonesia dan juga program-program yang sudah dan akan dilaksanakan oleh Politeknik Negeri Bengkalis.


"Sebagaimana disampaikan Kajur Kasmawi bahwa diantara kegiatan dalam ICIF ini adalah Temu Industri yang merupakan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan mitra-mitra terkait. Alhamdulillah, Politeknik Negeri Bengkalis tahun 2022 kita memperoleh 4 judul kegiatan, tahun 2023 kita memperoleh 9 kegiatan. Tentu harapan kita, semakin lama kegiatan ini semakin banyak diikuti oleh Poltek Bengkalis maupun mitra. Alhamdulillah, kedepan tentu lebih banyak lagi dari yang sudah kita laksanakan. Saat ini memang sedang dibuka jadwal untuk pengusulan kegiatan dan Alhamdulillah untuk tahun ketiga dari Kemendikbud Ristek dibuat dua kategori, kategori kedua khusus pendanaan untuk pemerintah daerah, BUMDes, dan UMKM. Mungkin ini peluang bagi kita untuk memanfaatkan kesempatan ini," kata Direktur Johny Custer seraya berharap kepada Direktur BUMDesa Kuala Alam Zulkifli agar dapat memberikan informasi akan manfaat program dari Kemendikbud Ristek RI tadi.


Atas pameran produk IT pula, selama ini ungkap Johny Custer hanya tersimpan dalam almari untuk laporan. "Jurusan TI Polbeng membuat inisiatif bagaimana hasil karya adik-adik mahasiswa ini bisa dimanfaatkan oleh orang banyak sehingga dalam pembuatan tugas akhir kemudian dalam kegiatan perkuliahan, adik-adik menggandeng mitra kira-kira apa produk-produk IT yang dibutuhkan oleh mitra. Sehingga adik-adik mahasiswa masuk di situ untuk bersinergi dan berkolaborasi yang kemudian hasilnya bisa dimanfaatkan. Dalam even ini ada 34 produk yang dipamerkan. Melalui even ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Bengkalis kepada adik-adik siswa-siswi SLTA ya akan melanjutkan pendidikannya yang lebih tinggi. Saat ini Polbeng memiliki 8 Jurusan dengan jumlah mahasiswa lebih kurang 3.800an orang yang bukan saja berasal dari Kabupaten Bengkalis tetapi juga dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau bahkan sudah ada dari luar Riau, Sulawesi Tenggara. Ini menunjukkan bahwa Polbeng sudah diakui oleh masyarakat luas. Akhir 2023 Polbeng coba melakukan Pelacakan Jurusan dengan data hampir 80% sudah bekerja," beber Direktur Johny Custer.


Di akhir sambutannya Direktur Johny Custer pun segera melakukan launching Logo ICIF.


Di kesempatan terpisah, Ketua Panitia Rezki Kurniati,MKom saat diwawancara pula mengungkapkan syukur Alhamdulillah karena kegiatan ini sudah ada perkembangan dibandingkan tahun lalu. "Berusahalah dengan sebaiknya maka akan mendapat hasil yang paling baik," pesan beliau seraya menyampaikan ucapan terima kasih yang senada dengan Kajur Kasmawi di atas tadi.


Kelompok Pameran Produk yang menjadi narasumber wawancara adalah Putri Nur Izzati dengan hasil projek yang dipamerkan adalah web tentang laporan kerusakan jalan. Ini merupakan hasil kerja tim Putri Nur Izzati bersama Ryan Malik Abdullah dan Rafiana yang kala itu mendampinginya saat wawancara serta 2 orang anggota timnya yaitu Vety Fenanda dan Muhammad Hidayat yang lagi izin makan siang.


"Pengguna (Web Laporan Kerusakan Jalan,red) bisa melaporkan kerusakan jalan yang terjadi di daerahnya, menggunakan website yang telah kami buat. Website yang kami buat ini ada tiga aktor utama yaitu pengguna, petugas, dan admin yang akan menggunakan website yang kami kerjakan sekitar selama sebulan sejak mulai riset data sampai jadi website ini," terang Putri Nur Izzati.


Putri dan kawan-kawannya akan menyerahkan website tersebut ke Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis. "Jika nantinya website ini benar-benar akan digunakan maka kami akan menyerahkan kepada dinas tadi," tambahnya.


Putri Nur Izzati mengaku sejak awal memang ingin mengambil Jurusan Teknik Informatika karena besarnya peluang untuk bekerja di masa depan. "Dan juga jurusan ini memang sudah target saya dari awal. Dahulunya saya hanya melihat aplikasi-aplikasi yang dibuat orang Alhamdulillah, sekarang saya bisa membuatnya dan rasanya sangat-sangat luar biasa sekali karena saya menjadi tahu bagaimana membuat aplikasi itu dari nol dan bisa digunakan oleh orang dari luar dan bisa digunakan untuk keperluan masyarakat. Itu sangat luar biasa sekali," kata Putri Nur Izzati mantap.


Putri Nur Izzati berharap kedepannya kalau bisa dia dalam sebuah teamwork kembali mengikuti pameran serupa ini. "Tentu saja kami akan mengikutinya dan kami akan membuat website yang lebih wow lagi dan lebih berguna bagi masyarakat," harap Putri dengan jawaban pertanyaan jika urusan menimba ilmu ke luar negeri dirinya siap mengeluarkan biaya sendiri, lain lagi ceritanya jika tidak memiliki modal tentu dirinya tidak bisa ke luar negeri.


Stand Pameran yang disambangi adalah produk Menara Vokasi dengan Ketua Tim Husler atau Projects Manager Naravokasi Siti Maisaroh, Programmer T Ulyana Ulfa dan Designer Deveri Devi. Tim ini memilih memilih Menara Vokasi sebagai projek mereka sesuai arahan dosen pembimbing karena Polbeng salah satu kampus vokasi. "Kami memikirkan kedepannya bagaimana kami sudah lulus atau tamat dari kampus ini tidak ada pekerjaan dan susah mencari pekerjaan di mana-mana karena sekarang ini seperti yang kita tahu bahwa untuk mencari pekerjaan itu sangat sulit. Oleh karena itu kami memikirkan sebuah ide bagaimana kalau kami menciptakan sebuah jasa di mana bukan saja kami yang bisa mendapatkan pekerjaan tetapi orang-orang lulusan vokasi juga bisa mendapatkan dampak atau benefit yang kamu ciptakan. Karena itu kami dengan bangganya memperkenalkan Menara Vokasi sebagai solusi dari setiap masalah pekerjaan di bidang vokasi yang digeluti sekarang," terang Siti Maisaroh didampingi dua rekan timnya.


Pekerjaan projek ini lanjut Siti Maisaroh tidak terlalu lama, waktu yang tersedia sangat terbatas dan dikerjakan kurang dari 2 bulan. "Bukan hanya sebuah website, kami juga membangun untuk android tapi untuk androidnya sendiri itu memang belum jalan karena kami lebih fokus kepada website. Kendala yang dihadapi hanya komunikasi, kalau kita gagal komunikasi itu bisa menjadi kendala besar. Juga kendala koneksi internet dan karena itu kami juga menggunakan Wi-Fi sehingga semenjak mempersiapkan produk kami, kami memasang Wi-Fi supaya internet tetap jalan. Selain itu juga mungkin biaya operasional sangat tinggi karena kami selalu melakukan pertemuan untuk membahas projek ini. Dan waktu yang terbatas sangat-sangat menjadi kendala karena kami ini belajar membuatnya dan waktu itu tidak panjang untuk mengerjakannya. Semua tantangan dan kendala yang sudah kami lewati sebenarnya menjadi tantangan bagi pribadi kami masing-masing namun kami bisa belajar bagaimana menghadapi masalah dan bagaimana cara keluar dari masalah itu sendiri. Oleh karena itu saya merasa tantangan itu bisa meningkatkan kompetisi kami kedepannya," cakap Siti Maisaroh.


"Kami sudah menetapkan strategi bagaimana cara memperkenalkan ke masyarakat luas aplikasi kami ini. Pertama kami akan melakukan sosialisasi ke beberapa sekolah terdekat terlebih dahulu dan akan mengenalkan apa itu Menara Vokasi, bagaimana jalannya Menara Vokasi, apa benefit yang anda dapatkan ketika anda menggunakan Menara Vokasi. Selain itu kami juga akan memperkenalkan Menara Vokasi ini melalui sosial media misalnya instagram dengan bisa mengunjungi Instagram Menara Vokasi. Kami juga membuat sebuah website, salah satunya ini Menara Vokasi. Dengan ini masyarakat luas akan bisa mengenal, sekarang ini kan zamannya sosial media. Saya sangat yakin, Menara Vokasi ini akan berkembang kedepannya jika kita sama-sama mendukung bagaimana jalannya website ini karena apa yang kami bangun kalau tanpa kalian juga tidak bisa karena ini kan kami menjalin kerja sama antara pelamar dan perusahaan. Di sini kami sebagai koneksi atau jembatan antara perusahaan yang membutuhkan karyawan dan pelamar yang ingin mencari pekerjaan," bilas Siti Maisaroh.


"Secara pribadi saya merasa bangga atas apa yang saya capai sekarang, saya tidak menyangka kalau kami bisa membangun website ini sesuai dengan keinginan dosen pembimbing kami. Awalnya kami ragu untuk memulai ini tapi dukungan dan doa orang tua dan usaha kami juga entah doa orang tua mana yang dikabulkan Tuhan. Alhamdulillah sampai detik ini kami mencapai hal yang benar-benar luar biasa," ucap Siti optimis.


Ulyana Ulfa yang duduk di kanan Siti Maisaroh juga merasa bangga menjadi mahasiswi Politeknik Negeri Bengkalis, "Dengan tim saya saya bisa bekerja sama bagaimana caranya untuk saling berkomunikasi agar project kami ini berhasil kedepannya," kata Ulyana Ulfa singkat.


"Sama seperti teman saya, saya tidak menyangka kami bisa mengembangkan sebuah project seperti ini awalnya tidak yakin apakah kami bisa tapi hari ini kami merasa lega, semua tugas-tugas dalam project ini bisa terselesaikan," kata Deveri Devi juga singkat.


Kegiatan Pameran Produk ini akan dilaksanakan kembali tahun depan mereka bertiga sepakat, siap untuk ikut kembali meskipun dengan beaya sendiri tidak masalah.**


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 081261018886 / 085278502555
via EMAIL: riaukontras@gmail.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


 
Berita Lainnya :
  • Perkembangan Jurusan TI Polbeng Memasuki Usianya Yang ke-18
  •  
    Komentar Anda :

     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 "MEMORI" Dari Sisilah Marga Gea
    3 Diberitakan Tentang Dugaan VC Sex, Oknum PNS MW di Nias Mencoba Intimidasi dan Melaporkan Wartawan
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kembali Diamanahkan sebagai Pj Walikota Pekanbaru, ini Program Prioritas yang Sukses Dijalankan
    7 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    8 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    9 Menelisik Geliat Prostitusi Online Kota Duri, Antara Sindikat Prostitusi dan Penipuan
    10 Dimasa Pandemi Covid-19, Parma City Hotel Diduga Sediakan PSK Pada Tamu yang Menginab
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman | SOP Perlindungan Wartawan | Kode Perilaku Perusahan Pers | Visi-Misi | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2015-2022 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved