www.riaukontras.com
| Ayah dan Ibu Mertua Gerebek Menantu Cewek di Hotel Bareng Selingkuhan | | Wujudkan Pelayanan Publik yang Berkualitas, Lapas Bengkalis Kunjungi Ombudsman Riau | | Hadir HPN 2024, Kadis Kominfo Siak Sampaikan Dua Pesan Khusus Presiden Jokowi | | Sukses Terapkan Program Bangga Kencana, Pemkab Siak Dapat DAK Bidang KB | | LLMB Tapung Raya dan Mahasiswa Ancam akan Demo, Ini Ucap Praktisi Hukum dan Camat | | Dianggap Langgar Etika, Kasrul Tolak SF Hariyanto Sebagai PLH Gubernur Riau
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Kamis, 22 Februari 2024
 
Masih Banyak Ditemukan Timbangan Sawit Tidak Mau Ditera Ulang
Editor: | Senin, 13-02-2023 - 22:50:54 WIB

Ket. Foto Adi Ismanto
TERKAIT:
   
 

Kampar, Riaukontras.com - Kabupaten Kampar salah satu daerah penghasil sawit di Provinsi Riau, lahan sawit tersebut sebagian dikuasai oleh perusahaan besar, pengusaha sawit lokal dan milik masyarakat. Banyaknya Pabrik Kelapa Sawit (PKS)  yang tidak ada kebun sawit di Kampar salah satu  penyebab tumbuh subur nya veron/ram sawit di Kampar.

Tapi sayangnya para pedagang sawit baik yang berbentuk veron maupun ram sawit masih banyak ditemukan nakal. Mereka pada umumnya  bermain dengan timbangan. Timbangan yang tidak sesuai lagi dengan standarnya yang rugi adalah petani sawit.

Menanggapi hal tersebut Kepala UPTD Metrologi Legal Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kampar Adi Ismanto kepada wartawan di gedung UPTD Metrologi Legal, Senin siang (13/2) membenarkan hal tersebut. Adi Ismanto mengatakan, "Kita masih banyak menemukan para pemilik veron/ram sawit tidak mau ditera ulang timbangan nya," terangnya.

Ketika ditanya apakah ada perlawanan oleh pemilih veron/ram sawit disaat melakukan tera ulang timbangan dan Adi Ismanto mengatakan, "Disaat kita melakukan tera ulang timbangan kepada pemilik veron dan mereka melakukan perlawanan, baik secara preman maupun melalui oknum anggota," ungkapnya.

Kuat dugaan ada indikasi veron yang tidak mau ditera ulang timbangan nya dimainkan timbangan atau tidak akurat lagi. Kalau timbangan tidak normal atau tidak akurat yang rugi adalah para petani sawit.

Diterangkan nya lebih langjut, pada intinya kita tidak mau berbenturan di lapangan disaat melakukan tera ulang timbangan. Pada prinsipnya kita melakukan persuasif untuk tera ulang timbangan. 'Timbangan ditera ulang agar  transaksi jual beli halal secara agama dan timbangan lebih akurat dan tidak merugikan kepada petani,"  katanya.

Adi Ismanto juga mengakui, bahwa di UPTD Metrologi Legal kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM). "Sampai saat ini Penera kita hanya 1 orang untuk melayani wilayah Kabupaten Kampar. Kalau Penera  kita sakit dan terpaksa kita tunggu dia sehat dulu baru kita bekerja untuk tera ulang," ungkapnya.

Ketika ditanya apakah peralatan di UPTD Metrologi Legal Kampar lengkap untuk bekerja dan ia mengatakan, untuk peralatan kita sudah lengkap dan tidak ada kendala untuk bekerja. Kendala kita hanya SDM kita yang kurang. terang Adi Ismanto. (Apriyaldi)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 081261018886 / 085278502555
via EMAIL: riaukontras@gmail.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


 
Berita Lainnya :
  • Masih Banyak Ditemukan Timbangan Sawit Tidak Mau Ditera Ulang
  •  
    Komentar Anda :

     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 "MEMORI" Dari Sisilah Marga Gea
    3 Diberitakan Tentang Dugaan VC Sex, Oknum PNS MW di Nias Mencoba Intimidasi dan Melaporkan Wartawan
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kembali Diamanahkan sebagai Pj Walikota Pekanbaru, ini Program Prioritas yang Sukses Dijalankan
    7 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    8 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    9 Menelisik Geliat Prostitusi Online Kota Duri, Antara Sindikat Prostitusi dan Penipuan
    10 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman | SOP Perlindungan Wartawan | Kode Perilaku Perusahan Pers | Visi-Misi | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2015-2022 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved