www.riaukontras.com
| PJ Bupati Kampar: Pemerintah Selalu Berpihak Pada Masyarakat | | Ratusan Masa Dari Kota Garo Demo Kantor Bupati | | M Amin Membantah Lahan Sawit Tidak Ada | | Aswas Kejati Riau Lakukan Kunjungan Kerja ke Kejari Rohil | | Kunjungi Warga Terdampak Banjir di Paret Aman, Bupati Rohil Bagikan 200 Paket Sembako | | Wabup H. Sulaiman Lantik Pengurus LDI Rohil Periode 2022-2027
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 31 Januari 2023
 
Kasus Desa Tanjung Karang, Kasi Intel: Kami Masih Menunggu Berkas Dari Polres
Editor: | Senin, 05-12-2022 - 18:12:59 WIB

Ket. Foto Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kampar Rendy Winata, SH. (Riaukontras)
TERKAIT:
   
 

Kampar Riaukontras.com - Terkait kasus korupsi Desa Tanjung Karang Kecamatan Kampar Kiri Hulu pihak Kejaksaan Negeri Kampar masih menunggu berkas dari Polres Kampar. Sampai saat ini pihak Kejaksaan masih menunggu berkas dari Polres Kampar.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Kampar,  Rendy Winata, SH  kepada wartawan di kantor Kejaksaan Negeri Kampar dijalan Lingkar Bangkinang, Senin siang (5/12) mengatakan, "Sampai sekarang ini kami masih menunggu berkas dari Polres Kampar," ungkapnya.

Diterangkan lebih lanjut oleh Rendy Winata, berkas dari Polres Kampar masuk pada tanggal 11 Oktober 2022,. Kasus tersebut P.18 tanggal 14 Oktober 2022 dan P.19 pada tanggal 24 oktober 2022. Sampai sekarang ini kami masih menunggu berkas dari Polres Kampar.

"Pengembalian berkas perkara untuk dilengkapi atau P 19 dan sekarang ini kami masih menunggu berkas dari Polres Kampar," terangnya singkat.

Masih lemahnya pengawasan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) oleh pihak - pihak terkait disalah gunakan oleh oknum Kepala Desa (Kades) untuk memperkaya diri dari uang  tersebut. Ditambah lagi pemeriksaan oleh Inspektorat Kabupaten Kampar kepada Desa dilakukan 2 tahun sekali.

Dari data yang didapat oleh Riaukontras.com, ada 9 kegiatan fiktif atau kegiatan yang tidak dilaksanakan tetapi uang nya diambil dan tidak disetor kembali ke kas Desa Tanjung Karang Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Kegiatan fiktif di Desa Tanjung Karang tersebut terjadi 2 tahun anggaran.

Kegiatan fiktif pertama pada tahun 2018  dan   terjadi 4 kegiatan tidak dilaksanakan pada tahun tersebut terdiri - dari, kegiatan pengadaan barang inventaris kantor Rp 80.434.100. Kedua, pembangunan gedung PAUD Rp 88.205.000, pembangunan turap lapangan bola Rp 47.208.000 dan terakhir pagar kantor desa Rp 100.000.000.

Jumlah uang untuk 4 kegiatan fiktif tersebut sebesar Rp 315.847.100 yang tidak disetorkan oleh mantan Kepala Desa (Kades) Tanjung Karang Busriyanto ke kas desa.

Untuk tahun 2019 juga terjadi kembali kegiatan fiktif atau kegiatan tidak dilaksanakan dengan anggaran cukup besar Rp 605.069.600 dengan 5 kegiatan dan uang nya juga tidak disetorkan oleh mantan Kades.

Kegiatan tidak terlaksana tahun 2019 desa Tanjung Karang terdiri terdiri - dari, penyediaan sarana prasarana pemerintah desa Rp 137.452.000, semenisasi jalan Rp 65.526.200, pembangunan turap beton Rp 195.301.500, batuan keuangan provinsi Rp 200.000.000 dan terakhir pengadaan mesin jahit 1 unit Rp 6.789.900.

Reporter: Apriyaldi
Editor: Emos


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 081261018886 / 085278502555
via EMAIL: riaukontras@gmail.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


 
Berita Lainnya :
  • Kasus Desa Tanjung Karang, Kasi Intel: Kami Masih Menunggu Berkas Dari Polres
  •  
    Komentar Anda :

     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Diberitakan Tentang Dugaan VC Sex, Oknum PNS MW di Nias Mencoba Intimidasi dan Melaporkan Wartawan
    3 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    4 "MEMORI" Dari Sisilah Marga Gea
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    7 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    8 Menelisik Geliat Prostitusi Online Kota Duri, Antara Sindikat Prostitusi dan Penipuan
    9 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    10 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman | SOP Perlindungan Wartawan | Kode Perilaku Perusahan Pers | Visi-Misi | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2015-2022 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved