www.riaukontras.com
| Jaksa Agung Terbitkan Surat Keputusan Rotasi Jabatan Terhadap Pejabat Eselon II dan Eselon III | | Anggota DPRD Hadiri Pelepasan Keberangkatan Jemaah Haji Kabupaten Bengkalis | | Wakil Ketua III DPRD Bengkalis Hadiri Penyerahan Penghargaan WTP dari BPK RI | | JAM-Intelijen Prof. Dr. Reda Manthovani Hadiri Rapat Kerja dengan Komite I DPD RI | | Fraksi PDI Perjuangan Hadiri Bimtek dalam Rangka Mendalami Tupoksi Anggota DPRD | | KBPA Puji Kinerja JAM Pidsus Terkait Kerusakan Alam Akibat Tambang Timah Memprihatinkan
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Senin, 27 Mei 2024
 
Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
Editor: | Sabtu, 24-12-2016 - 08:09:56 WIB

Ket- Photo: Dr. Reni S.Pa yang Merawat Almarhum Kamariah
TERKAIT:
   
 

LANGSA NAD, RIAUKontras.com - Almarhumah Kamariah (13 thn) warga Dusun Sejahtera Desa Meurandeh kecamatan Langsa Lama, diduga korban mall praktek Dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa.

"Kamariah sempat di rawat dua hari di rumah sakit itu, semenjak masuk pada 15 Desember 2016, almarhum menghembuskan nafas terakhir pada 17 Desember 2016 di ruang ICU, setelah diduga akibat pemasangan selang NGT lewat hidung oleh Dr. Reni S.Pa.

Menurut sumber media, Juan At pada media ini Jum'at (23/12) menyebutkan pihak keluarga sudah melarang untuk tidak memasang (jangan) di pasang selang NGT, serta sudah menanda tangani surat penolakan untuk pemasangan selang NGT oleh pihak keluarga, 'ujar Juan.

Sementara Dr. Reni S.Pa didampingi Kabag humas RSUD Langsa Dr. Helmi ZA Jum'at (23/12) diruang rekap medik RSUD Langsa, pada wartawan menyebutkan, 'memang ada pengaduan meninggal dunia pada tanggal 17-12-2016 di ruang ICU, hal itu akibat penyakitnya yang sangat kronis sekali, 'ujar Reni.

"Pasien tersebut sakit Tipes kronis, tidak ada pemaksaan penggunaan NGT terhadap pasien atas nama kamariah yang sudah dirawat dua hari, tidak ada sama sekali kita paksa pasien untuk menggunakan alat pemasukan makanan kerena kondisi pasien semakin melemah di ruang ICU, 'sebut Reni.

"Kita sebagai dokter cuma membangkitkan agar diberikan makanan dengan menggunakan NGT melalui hidung pasien karena semua dokter yang menangani pasien nya ingin cepat sembuh, ujar Dr Helmi ZA yang mendampingi Dr Reni.

Kalau dikatakan pemaksaan dari dokter tidak mungkin, karena kita menganjurkan yang terbaik untuk pasien nya. Pasien sudah semakin melemah maka dokter mangupayakan agar menggunakan alat untuk memberikan makanannya, jadi tidak ada yang memaksanya, susunya di beli oleh orang tua pasien sendiri, bukan dibeli oleh dokter, 'tambanya lagi.

"Saat ditanya apakah ada kemungkinan keracunan makanan yang berikan kepada almarhum Kamariah, "Helmi" menyebutkan, tidak mungkin karena susu tersebut dibeli oleh orang tua almarhum sendiri, 'ujar Helmi.

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 081261018886 / 085278502555
via EMAIL: riaukontras@gmail.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


 
Berita Lainnya :
  • Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
  •  
    Komentar Anda :

     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 "MEMORI" Dari Sisilah Marga Gea
    3 Diberitakan Tentang Dugaan VC Sex, Oknum PNS MW di Nias Mencoba Intimidasi dan Melaporkan Wartawan
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kembali Diamanahkan sebagai Pj Walikota Pekanbaru, ini Program Prioritas yang Sukses Dijalankan
    7 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    8 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    9 Menelisik Geliat Prostitusi Online Kota Duri, Antara Sindikat Prostitusi dan Penipuan
    10 Dimasa Pandemi Covid-19, Parma City Hotel Diduga Sediakan PSK Pada Tamu yang Menginab
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman | SOP Perlindungan Wartawan | Kode Perilaku Perusahan Pers | Visi-Misi | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2015-2022 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved