www.riaukontras.com
| Sempat Disomasi Pembatalan Tender 53,7 Miliar, Kata H Irwan Pokja Bersangkutan Bisa Menjawab | | Tender 53,7 Miliar Dibatalkan, Komisi II DPRD; Media Turut Awasi Pembangunan Kabupaten Bengkalis | | Kurangi Angka Kecelakaan dan Pelanggaran, Polres Bengkalis Gelar Operasi Patuh 2024 | | Camat Rafli Kurniawan Secara Resmi Tutup MTQ ke-XXIX Tingkat Kecamatan Bantan | | Perjuangan Agamudin, Menembus Batas untuk Meraih Kompetensi Wartawan | | Desa Senggoro Kembali Raih Juara Umum, Jumiarti Qoriah Terbaik di MTQ Tingkat Kecamatan Bengkalis
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 16 Juli 2024
 
Ini Wisata di Rohul, Diawali Dari Penghasilan Pete Hingga Menggapai Matahari Puncak Ranah
Editor: | Sabtu, 24-02-2018 - 18:07:09 WIB


TERKAIT:
   
 

ROKAN HULU, RIAUKontraS.com – Desa yang berada di dataran kaki bukit Suligi ini awalnya berhawa sejuk, sehingga daerah ini banyak tumbuh pohon pete, dialek masyarakat disana menyebutnya dengan potai.

Seiring dengan perkembangan, kampung ini pun mulai dihuni banyak penduduk, hawa daerah berubah menjadi panas, pohon potai semakin berkurang, akhirnya saat ini tinggal beberapa pohon lagi di sudut sudut kampung.

Dalam perkembangan selanjutnya, Daerah ini pun menjadi suatu Desa yang bernama Desa Koto Ranah, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.

Lingkungan Desa yang berjarak 6 km dari jalan lintas Bangkinang Pasir Pengaraian itu, saat ini sudah berjalan aspal, untuk sampai ke objek wisata kaki bukit Suligi pun dari Desa ini hanya berjarak antara 5 – 6 km.

Penduduk yang hidup dengan perkebunan ini masih terlihat menjunjung adat kebiasaan yang kental, sebagai warisan dari leluhur mereka.

Hal ini terbukti dengan masih adanya ogong kramat yang di pakai sekali setahun pada waktu hari raya idul fitri, dengan melaksanakan prosesi adat.

Meriam kecil yang disebut lelo masih dapat si ledakkan dengan mesiu memperkuat bukti kampung ini berdiri dan ada sejak lama, di tambah dengan baru-baru ini ditemukan Naskah kuno tulisan tangan seorang alim dengan arab melayu memakai kertas bahan eropa.

Konon naskah ini ditulis oleh H. Janggut di Mekkah yang tersimpan secara turun temurun.

Buku ini berisikan pendekatan kepada sang khalik dan peribadatan, pengobatan serta senjata pergaulan dalam kehidupan ke masyarakatan.

Kekentalan adat dan agama masyarakat terlihat pula di desa yang berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga Kabupaten Kampar.

Masyarakat tetap menjunjung tinggi adat, Datuk adat masih pihak penentu dan di segani serta di patuhi oleh masyarakat.

Sehingga Sampai pelaksanaan tradisi adat di sandingkan dengan tradisi agama, salah satu diantaranya adalah melaksanakan “budikiu” atau berzikir.

Memang zikir bukanlah sesuatu hal yang unik dan asing untuk agama Uslam, dimana mana selalu dilaksanakan.

Akan tetapi di daerah ini keunikannya terletak pada sangsi bagi masyarakat yang tidak melaksanakan.

Dikiu yang dilaksanakan seminggu setelah lebaran idul fitri itu diiikuti oleh seluruh masyarakat, masyarakat dilarang keluar desa dan melaksanakan usaha di pertanian dan perkebunan mereka.

Semua masyarakat mematuhinya, bagi yang tidak patuh akan di beri sabgsi adat.

Keunikan masyarakat yang menjaga adat istiadat secara kental ini di tambah dengan adanya peninggalan bersejarah yang masih dapat di pakai dan terpelihara dengan baik.

Tidak kalah unik dan menariknya desa atau kampung yang berjarak kurang dari 100 km dari ibu kota provinsi Riau, Pekanbaru, 80 km dari ibu kota kabupaten Rokan Hulu Pasir Pengaraian dan 50 lm dari Ibu kota Kampar Bangkinang ini, sekarang mempunyai destinasi wisata alam diperbukitan suligi dengan melihat matahari terbit dan terbenam di ketinggian 900 mdpl.

Berada di destinasi ini pengunjung bagai berada di atas awan di hiasi air bendungan PLTA Koto Panjang di bawahnya disertai hamparan hutan dan pohon bukit suligi, dan seolah olah dati tempat yang di capai melalui berjalan kaki lebih kurang 1-1.5 jam tersebut dapat menggapai matahari.

Destinasi wisata menggapai matahari di puncak ranah ini sangat tepat bagi petualangan, pencinta alam dan kaula muda untuk bersensasi.

Lokasi yang sebelum dan sesudah pendakian melintas sungai kecil yang jernih dan bersih menambah suasana alam nan kental serta sekalian menikmati kebesaran ciptaan sang Ilahi.

Sehingga wajar dengan keunikan wilayah dan kemurnian serta kekentalan kehidupan masyarakat dengan tradisi dan adat istiadatnya di tambah dengan keaslian alam yang asri Desa ini di jadikan kampung wisata di Kabupaten Rokan Hulu, yang di canangkan Bupati Rokan Hulu, H. Sukiman tanggal 22 Februari 2018 yang lalu.

Kampung wisata ini di harapkan akan dapat menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara dengan spesifik dan keunikan yang dimiliki.

Sehingga memberikan kemajuan dan perkembangan yang berarti bagi masyarakat dan desa nya serta dapat memberikan kontribusi positif untuk kemajuan Kabupaten Rokan Hulu ke depan.(Adv/Hms)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 081261018886 / 085278502555
via EMAIL: riaukontras@gmail.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


 
Berita Lainnya :
  • Ini Wisata di Rohul, Diawali Dari Penghasilan Pete Hingga Menggapai Matahari Puncak Ranah
  •  
    Komentar Anda :

     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 "MEMORI" Dari Sisilah Marga Gea
    3 Diberitakan Tentang Dugaan VC Sex, Oknum PNS MW di Nias Mencoba Intimidasi dan Melaporkan Wartawan
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kembali Diamanahkan sebagai Pj Walikota Pekanbaru, ini Program Prioritas yang Sukses Dijalankan
    7 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    8 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    9 Menelisik Geliat Prostitusi Online Kota Duri, Antara Sindikat Prostitusi dan Penipuan
    10 Dimasa Pandemi Covid-19, Parma City Hotel Diduga Sediakan PSK Pada Tamu yang Menginab
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman | SOP Perlindungan Wartawan | Kode Perilaku Perusahan Pers | Visi-Misi | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2015-2022 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved