www.riaukontras.com
| Kapolda Riau serta Rombongan Take Off dari Bengkalis ke Pekanbaru | | DPC Projo Pelalawan Taja Vaksinasi Untuk Masyarakat dengan 500 Dosis | | Humanity Rice Truck ACT Salurkan 3 Ton Beras Gratis | | Kapolda Riau bersama Kapolres dan Bupati, Launching Aplikasi BSR di Kantor Bupati Bengkalis | | Kapolda Riau Tinjau Pelaksana Vaksinasi Kompak di Lapangan Tugu Bengkalis | | Koramil 03/Bgs Lakukan Serbuan Vaksin di Yayasan Al Fikri
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 26 Oktober 2021
 
Kepala BPKAD Pekanbaru Menghindar Saat Akan Dikonfirmasi Awak Media
Editor: Indra | Selasa, 21-09-2021 - 09:18:57 WIB


TERKAIT:
 
  • Kepala BPKAD Pekanbaru Menghindar Saat Akan Dikonfirmasi Awak Media
  •  

    Pekanbaru, RIAUkontras.com - Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru sepertinya tidak ingin memberikan informasi terkait Aset Daerah kepada Wartawan ketika melakukan konfirmasi terkait daftar Aset Daerah Kota Pekanbaru.

    Ketika Wartawan dari beberapa Media Online ingin melakukan konfirmasi dan mewawancarai Kepala BPKAD, H. Syoffaizal, M.Si di ruangan kerjanya di Komplek Perkantoran Walikota Tenayan Raya perihal daftar Aset Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, Wartawan dihambat oleh beberapa petugas penjaga dengan alasan "bapak lagi rapat".

    "Bapak lagi rapat tidak bisa diganggu," ucap salah satu petugas penjagaan itu.

    Kemudian, Petugas tersebut mengarahkan awak media melalui arahan Ka.BPKAD untuk ke PPID (Pusat Pengelolaan Informasi Daerah) yang menurut awak media tidak ada hubungannya dengan yang dikonfirmasi awak media kepada Ka.BPKAD.

    Sempat terjadi argumen, karena awak media sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) sebagaimana diamanatkan dalam UU Pers No 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) untuk mencari informasi berita yang akurat, serta konfirmasi tidak ditanggapi dengan baik oleh Pejabat Ka. BPKAD Kota Pekanbaru. Sehingga, awak media merasa adanya ketertutupan di BPKAD Kota Pekanbaru ini perihal Daftar Aset Daerah.

    "Kalau awak media dipersulit seperti ini saat hendak konfirmasi Pejabat Daerah, bagaimana dengan UU tentang Keterbukaan Informasi Publik?," kata Bowo dari Pimpinan Media Online pospublik.com sekaligus selaku Ketua DPD GWI Riau dengan kesal. 

    Lanjutnya, kita (Wartawan) sesuai Profesi kita adalah menulis, mencari dan mengumpulkan data yang akurat sebelum dijadikan sebuah berita. "Karena, wartawan juga mengejar waktu deadline oleh Perusahaan Media untuk disebarluaskan kepada publik, sehingga publik mengetahui setiap informasi melalui berita hasil karya Jurnalisrik," tambahnya dengan kecewa.

    "Kalau semua wartawan harus mengikuti aturan setiap dinas untuk konfirmasi dan dijelaskan tujuan dan pertanyaan yang ingin diajukan, itu namanya bukan konfirmasi dan wawancara," ucapnya.

    "Masa, wartawan harus buat memo (catatan) untuk konfirmasi dan wawancara harus disampaikan pertanyaannya seperti apa, hal ini merupakan suatu bentuk ketertutupan Pejabat Daerah dengan mempersulit Media sehingga Wartawan kesulitan dalam mendapatkan informasi," katanya heran.

    "Jadi, menurut saya, Ka. BPKAD Pekanbaru ini sepertinya ingin menutup diri agar tidak diekspos oleh wartawan tentang jumlah daftar Aset Daerah yang ada di BPKAD Kota Pekanbaru ini," pungkasnya.

    Sementara itu, pada saat beberapa menit Wartawan meninggalkan kantor BPKAD, Kabid Aset BPKAD Pekanbaru, Zikra membalas pesan yang sejak pagi hari dikirimkan salah satu Wartawan mengatakan, "Siang pak, maaf saya sdg ada rapat diluar pak... Sebaiknya untuk kepentingan media, langsung lewat atasan saya saja pak, Kepala/Sekr.BPKAD selaku PPID. Terimakasih," demikian pernyataan Zikra.**(Tim)

    Emma

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Kepala BPKAD Pekanbaru Menghindar Saat Akan Dikonfirmasi Awak Media
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 "MEMORI" Dari Sisilah Marga Gea
    9 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    10 Mayat Siswi SMP Diduga Korban Pemerkosaan Ditemukan Setengah Bugil di Riau
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2021 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved