www.riaukontras.com
| Polri-TNI Giat Penanganan Penyebaran Covid-19 dan Pendisiplinan PROKES di Roro Air Putih | | Pesta Shabu di kantor BPBD, Ketua DPC AJOI : Pemkab Agar Semua Honorer di Test Urin | | SK Kadin Bengkalis Dicatut untuk Minta Minuman Kaleng, Masuri: ini Sangat Hina | | 2 Pelaku Honorer Berpesta Narkoba Jenis Sabu-Sabu di Kantor BPBD Bengkalis | | Mudik Dilarang Tempat Wisata Dumai Dipadati Warga, Rahmad Pdd : Ketegasan Tebang Pilih | | Babinsa Ranmil 01 Muara Satu Rayakan Idul Fitri Bersama Masyarakat
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 16 Mei 2021
 
Paripurna DPRD Bekasi Tentang Laporan Pansus 15
Editor: | Senin, 03-05-2021 - 12:05:40 WIB


TERKAIT:
 
  • Paripurna DPRD Bekasi Tentang Laporan Pansus 15
  •  

    Bekasi, Riaukontras.com - Rapat paripurna DPRD Kota Bekasi gelar di Gedung DPRD Kota Bekasi pada 11 Februari 2021 dan dipimpin oleh wakil pimpinan DPRD Kota Bekasi Anim Imamuddin, SE.MM.

    Paripurna tersebut dilaksanakan berdasarkan hasil rapat Badan Musyawarah pada hari Sabtu 6 Februari 2021.

    Dalam pembukaannya Anim Imamuddin, SE., MM menyampaikan; "puji dan syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala sehingga pada hari ini dapat hadir bersama untuk mengikuti rapat paripurna DPRD Kota Bekasi dalam rangka penandatanganan kesepakatan antara pemerintah Kota Bekasi dengan DPRD Kota Bekasi tentang persetujuan Rancangan peraturan daerah menjadi peraturan daerah Kota Bekasi tentang perubahan kedua atas Perda Kota Bekasi nomor 15 tahun 2011 tentang pengelolaan sampah dan penandatanganan keputusan DPRD Kota Bekasi tentang penugasan badan anggaran DPRD Kota Bekasi mengenai pembahasan LHP BPK RI atas pengelolaan pendapatan daerah Tahun Anggaran 2019-2020 serta pengumuman rencana kegiatan masa reses 1 DPRD Kota Bekasi masa sidang 1 tahun sidang 2021 masa jabatan 2019-2024." Paparnya

    Rapat paripurna yang dihadiri oleh Wali Kota Bekasi Dr. H. Rahmat Effendi, seluruh jajaran pejabat pemerintah Kota Bekasi Forkopimda dan juga jajaran pejabat di sekretariat DPRD kota Bekasi digelar semi virtual, beberapa anggota DPRD mengikuti melalu zoom meeting dan tetap menerapkan protocol kesehatan.

    Anggota Pansus 15 H. Marta, S.Pd dalam laporannya menyampaikan bahwa luas TPA yang dimiliki tidak sebanding dengan produksi sampah warga pada setiap hari nya.

    “Di Sumur Batu kecamatan Bantar gebang luasnya sekitar 15,8 Ha, ini jelas tidak sebanding dengan produksi sampah warga yang dimana jumlah perharinya bisa mencapai 1.800 ton. Keberadaan sampah dalam jumlah yang banyak jika tidak dikelola secara baik dan benar, maka akan menimbulkan gangguan dan dampak terhadap lingkungan, dan kesehatan masyarakat sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA)”, paparnya.

    “Meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan, serta mengurangi volume sampah secara signifikan dan menjadikan sampah sebagai sumber daya; Pengolahan sampah dan penanganan sampah dilakukan secara terintegrasi hulu-hilir; dan Mendapatkan nilai tambah (added value) berupa energi listrik, Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan maka dalam pengelolaan sampah sebagaimana dalam pasal 2, perlu dilakukan percepatan pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi Listrik berbasis Teknologi ramah lingkungan yang disebut dengan PLTSa,” tuturnya.

    “ Peraturan menteri lingkungan hidup dan kehutanan no. 24/menlhk/setjen/kum.1/5/2019 tentang bantuan biaya layanan pengolahan sampah dalam rangka percepatan pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan”.

    Selain itu pansus15 juga mengusulkan teknologi mechanical grate incinerator “MGI adalah metode pengolahan sampah yang paling populer yang mengubah bahan sampah menjadi energi yang bermanfaat. Proses pembakaran mengubah sampah menjadi abu, gas buang, dan panas.

    Jenis teknologi PLTSa termal yang paling banyak digunakan di seluruh dunia , teknologi MGI sangat mudah karena tidak memerlukan treatment pemilahan atau pencacahan sampah terlebih dahulu dan dapat menangani jumlah dan variasi komposisi sampah dan nilai kalori yang besar, kapasitas instalasi sistem MGI adalah yang tertinggi, berkisar sampai 4.300 ton/hari. sistem ini mampu beroperasi 7.800 - 8.000 jam, ada puluhan vendor MGI di seluruh dunia dan MGI memiliki pangsa pasar dunia untuk instalasi pltsa di atas 70% dan MGI juga masih menghasilkan fly ash berbahaya yang memerlukan pengolahan dan penimbunan akhir dan biasanya berjumlah sekitar 3% dari bahan baku sampah,”jelasnya.

    Red

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Paripurna DPRD Bekasi Tentang Laporan Pansus 15
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Mayat Siswi SMP Diduga Korban Pemerkosaan Ditemukan Setengah Bugil di Riau
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2021 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved