www.riaukontras.com
| Usai Bada Jumat, Kejari Temu Ramah Bersama Jurnalis Pulau Bengkalis | | Alfedri: Apresiasi Pembangunan di Kampung Rawang Kao Berkembang Pesat | | Pimpinan DPRD Bengkalis Hadiri Penyampaian LHP LKPP Tahun 2023 | | Pansus RPJPD Bengkalis Sinkronkan Draft Ranperda ke Bappedalitbang Provinsi Riau | | Wakil Ketua DPRD Bengkalis Silaturahmi dan Sambut Aspirasi Guru P3K | | Wakil Ketua DPRD Bengkalis Sofyan Hadiri Launching KBS
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jumat, 12 Juli 2024
 
Vonis Bombeng Terdakwa Perambah Kawasan Hutan Ditunda
Editor: Indra | Rabu, 19-06-2024 - 22:01:27 WIB

TERKAIT:
   
 

Bengkalis, RIAUkontras.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis menunda sidang pembacaan vonis atau putusan terhadap terdakwa Novrianto alias Bombeng diagendakan, Rabu (19/6/2024).


Dalam pantauan di ruang sidang utama PN Bengkalis, Jalan Karimun, sidang sempat digelar majelis dipimpin Ketua Majelis Hakim Febriano Hermady didampingi dua hakim anggota, namun hanya menyampaikan penundaan pembacaan putusan, karena beralasan majelis hakim belum final mengambil keputusan musyawarah.


Sidang ini juga tampak dihadiri terdakwa Bombeng didampingi kuasa hukumnya memasuki ruang sidang.


"Sidang pembacaan putusan ditunda akan digelar kembali pekan depan," ujar Ketua Majelis Hakim seraya mengetuk palu menutup sidang.


Agenda sidang hari ini, juga tampak hadir belasan warga Desa Lubuk Gaung untuk menyaksikan langsung pembacaan vonis majelis hakim.


"Usai sidang, salah satu warga desa Lubuk Gaung saat dikonfirmasi pak Nurzan mengatakan meminta hakim dan jaksa menjatuhkan hukuman terdakwa penjara 10 tahun dan denda Rp 5 miliar. "Kawasan hutan yang sudah dirambah oleh terdakwa segera dikembalikan menjadi fungsi hutan".


Mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengecek ulang usulan penyelesaian sawit dalam kawasan hutan yang diajukan oleh Kelompok Tani Hutan. Jangan sampai ini menjadi modus cukong untuk merambah hutan.


"Polisi dan Jaksa melakukan penindakan kasus perambahan lahan yang terjadi dikawasan hutan produksi," harap Nurzan.


Kronologi Kasus
Novrianto sudah berteman sejak kecil dengan Muhammad Yusuf. Yusuf cerita ingin bangun sawit bangun sawit di Teluk Cina, Dusun Rumbai Jaya, Desa Lubuk Gaung, Kecamatan Siak Kecil tapi biaya minim.


Novrianto berminat biayai semua, kapanpun Yusuf butuh uang ia akan kirim uang yang diminta. Hingga 2020 sudah terbentuk 11 blok. Pada blok A sudah terdapat tanaman sawit dan pondok
tinggal pekerja.


Yusuf sudah tahu lahan usaha yang sedang mereka kerjakan masuk dalam kawasan hutan.
Permohonan enclave dibuat Yusuf dengan modus membentuk Kelompok Tani Usaha Bersama yang tidak ada legalitas dan tidak terdaftar di kantor desa.


Sebelumnya, terdakwa Bombeng dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman 4 tahun dan 6 bulan (4,5 tahun) penjara dan denda Rp1,5 miliar subsidair 3 bulan kurungan.


Terkait dengan tuntutannya, Bombeng hanya didakwa bersalah melakukan tindak pidana turut serta yang dengan sengaja, membawa alat-alat berat dan/atau alat-alat lainnya yang lazim atau patut diduga akan digunakan untuk kegiatan perkebunan dan/atau mengangkut hasil kebun didalam kawasan hutan tanpa perizinan.


Kasus ini berawal dari dugaan kawasan hutan dengan fungsi hutan produktif tetap (HPT) di kawasan IUPHHK-HTO PT Balai Kayang Mandiri tepatnya di Teluk Cina, Dusun Rumbai Jaya, Desa Lubuk Gaung, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis diduga telah dilakukan penebangan pohon/kayu ilegal oleh dua orang atas nama Novrianto alian Bombeng dan Muhammad Yusuf alias Usuf pada pertengahan tahun 2018 hingga tahun 2023 untuk dijadikan area perkebunan sawit mencapai sekitar 171 hektar.


Terdakwa Bombeng dan Muhammad Yusuf sengaja membawa alat-alat berat yang lazim atau patut digunakan untuk kegiatan perkebunan di kawasan hutan tanpa perizinan berusaha, tulis detail perkara nomor 788/Pid.B/LH/2023/PN Bls pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Bengkalis.


Tim Mabes Polri dari Jakarta juga telah melakukan penangkapan 3 unit alat berat Ekskavator di Desa Lubuk Gaung, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Riau pada 16 Agustus 2023 dan kemudian dibawa keluar pada 17 Agustus 2023.**


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 081261018886 / 085278502555
via EMAIL: riaukontras@gmail.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


 
Berita Lainnya :
  • Vonis Bombeng Terdakwa Perambah Kawasan Hutan Ditunda
  •  
    Komentar Anda :

     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 "MEMORI" Dari Sisilah Marga Gea
    3 Diberitakan Tentang Dugaan VC Sex, Oknum PNS MW di Nias Mencoba Intimidasi dan Melaporkan Wartawan
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kembali Diamanahkan sebagai Pj Walikota Pekanbaru, ini Program Prioritas yang Sukses Dijalankan
    7 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    8 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    9 Menelisik Geliat Prostitusi Online Kota Duri, Antara Sindikat Prostitusi dan Penipuan
    10 Dimasa Pandemi Covid-19, Parma City Hotel Diduga Sediakan PSK Pada Tamu yang Menginab
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman | SOP Perlindungan Wartawan | Kode Perilaku Perusahan Pers | Visi-Misi | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2015-2022 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved