www.riaukontras.com
| Desa Senggoro Kembali Raih Juara Umum, Jumiarti Qoriah Terbaik di MTQ Tingkat Kecamatan Bengkalis | | Fazar : Dengan Adanya Asosiasi Ini, Pelaku Usaha Kuliner Lebih Terorganisir | | Langkah Strategi Pemkab Siak Wujudkan Indonesia Emas 2045 | | Usai Bada Jumat, Kejari Temu Ramah Bersama Jurnalis Pulau Bengkalis | | Alfedri: Apresiasi Pembangunan di Kampung Rawang Kao Berkembang Pesat | | Pimpinan DPRD Bengkalis Hadiri Penyampaian LHP LKPP Tahun 2023
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 14 Juli 2024
 
Meninggal Dunia WBP Ada Luka Lebam Bagian Pelipis, Ini Keterangan Pers Kalapas Bengkalis
Editor: Indra | Selasa, 28-05-2024 - 19:01:15 WIB

TERKAIT:
   
 

Bengkalis, RIAUkontras.com - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bengkalis Muhammad Lukman, Selasa (28/5/2024) memberikan keterangan persnya kepada sejumlah wartawan, pasca peristiwa meninggalnya warga binaan pemasyarakatan (WBP) atasnama Agus Mustari Bin Abdullah (31) warga Jalan Kartini, Kecamatan Bengkalis.


Sebelum Agus Mustari mengembuskan nafas dan mendapat perawatan di RUSD Bengkalis. Yang bersangkutan Agus ini mengeluh demam tinggi. Dan beberapa hari sebelumnya juga, yang bersangkutan punya masalah di kamar besar, yang sel itu dihuni 50 orang warga binaan.


Untuk mengantisipasi hal itu, petugas Lapas terpaksa harus mengasingkannya dari blok C ke trap sel. Karena, yang bersangkutan bermasalah, dikarenakan Lodes (menipu orang, tapi menjual nama orang lain), mengatasnamakan teman-teman di Blok C.


“Kondisinya tampak gelisah dan meracau. Soal luka dibagian kepala memang ada nah ini yang sedang kami dalami. Kemungkinan bisa terjadi penganiayaan sesama temannya,”ujar Muhammad Lukman.


Ditanya soal adanya pemukulan dalam kasus ini, Muhammad Lukman mengatakan, hal ini akan didalami. Namun, dirinya berharap hal masalah ini tidak panjang.


Muhammad Lukman juga mengatakan, luka lebam dibagian pelipis mata ini tentunya menjadi pendalaman pemeriksaan nantinya. “Beri kami kesempatan untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam, yang jelas yang bersangkutan bermasalah di dalam Lapas dan diasingkan,”ungkapnya lagi.


Untuk binaan lapas yang bermasalah, ini diasingkan dan biasanya dimasukkan trap sel selama 6 hari, jika hukuman itu sudah cukup maka dikembalikan lagi ke kamar sel besar.


“Soal dugaan adanya pemukulan, dalam waktu secepatnya hasil pemeriksaan diinformasikan. Tapi yang jelas, saya tegaskan tidak ada satu petugas kita yang melakukan tindak kekerasan. Namun ini dilakukan narapidana lain, atau kekerasan dari teman sendiri,”katanya lagi.


Kondisi lapas, sebelum trafsel apa sudah demam. Kita peroleh kondisinya tidak sehat dan melakukan pelanggaran tata tertib di dalam lapas.


Trafsel pengawasan, bagian dari proses pemeriksaan. Pemeriksaan kondisi keadaan di dalam, petugas tidak ada yang berbuat. Kadang kita tidak bisa awasi 1x24 jam. Pasti teman-teman paham.


Ini dalam pemeriksaan, secepatnya akan didapati, pemeriksaan mendalam, tidak ada satupun petugas yang melakukan tindakan kekerasan. Mengarah dua karena stres, karena adanya tekanan dan melakukan tindakan sendiri atau dilakukan oleh narapidana yang lain.


Diawasi 9 Petugas Jaga


Dalam masalah ini, sambung Muhammad Lukman, informasi tentang luka dibagian pelipis yang bersangkutan akan tetap didalami. Soal Trap Sel ini, tentunya sudah sesuai dengan Standar Opersional Prosedur (SOP), dimana harus mengamankan yang bersangkutan dari dalam kamar besar ke pengasingan (Trap Sel).


“Lapas kita dijaga sebanyak 9 orang petugas. Itu mengawasi hampir 1.700 an warga binaan, yang rekan-rekan sudah mengetahuinya jika Lapas Bengkalis ini sudah over kapasitas. Dalam masalah ini juga, ada dua kemungkinan terjadi, pertama itu yang bersangkutan stres atau tidak tahan tekanan. Kedua, melakukan tindakan sendiri atau dilakukan oleh narapidana yang lain,”ungkapnya.


Soal pengawasan Trap Sel, sambung Muhammad Lukman, tentunya pemeriksaan yang mendalam bagian dari proses pemeriksaan. Pemeriksaan kondisi bagiamana keadanya di dalam.


“Saya pastikan tidak ada petugas yang berbuat, ada dua kemungkinan terjadi, pertama itu yang bersangkutan stres atau tidak tahan tekanan. Kedua, melakukan tindakan sendiri atau dilakukan oleh narapidana yang lain. Kadang kita tidak bisa awasi 1x24 jam. Pasti teman-teman paham kondisi Lapas Bengkalis,” ucapnya.**(Bersambung).


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 081261018886 / 085278502555
via EMAIL: riaukontras@gmail.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


 
Berita Lainnya :
  • Meninggal Dunia WBP Ada Luka Lebam Bagian Pelipis, Ini Keterangan Pers Kalapas Bengkalis
  •  
    Komentar Anda :

     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 "MEMORI" Dari Sisilah Marga Gea
    3 Diberitakan Tentang Dugaan VC Sex, Oknum PNS MW di Nias Mencoba Intimidasi dan Melaporkan Wartawan
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kembali Diamanahkan sebagai Pj Walikota Pekanbaru, ini Program Prioritas yang Sukses Dijalankan
    7 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    8 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    9 Menelisik Geliat Prostitusi Online Kota Duri, Antara Sindikat Prostitusi dan Penipuan
    10 Dimasa Pandemi Covid-19, Parma City Hotel Diduga Sediakan PSK Pada Tamu yang Menginab
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman | SOP Perlindungan Wartawan | Kode Perilaku Perusahan Pers | Visi-Misi | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2015-2022 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved