www.riaukontras.com
| 10 Muharam, Baznas Kabupaten Siak Gelar Lebaran Yatim | | Keluhan Antrian dari Masyarakat, Komisi II Panggil Dishub Terkait Pelayanan Ro-Ro | | Persiapan Hari Jadi Bengkalis ke-512, Sekwan; Kepanitian Libatkan Seluruh Staf Sekretariat DPRD | | Dua Ranperda Disetujui DPRD Bengkalis dalam Paripurna Laporan Badan Anggaran TA 2023 | | Histori: Rumahnya Sempat Digeledah KPK, Dugaan Keterlibatan DH Dalam Kasus Amril Mukminin Senyap | | Sempat Disomasi Pembatalan Tender 53,7 Miliar, Kata H Irwan Pokja Bersangkutan Bisa Menjawab
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 17 Juli 2024
 
ANNA Ngadu Ke Pemkab Natuna Terkait Legalisasi Cantrang dan Trawl di WPPNRI 711 dan Ilegal Fishing
Editor: Indra | Rabu, 15-06-2021 - 09:44:18 WIB


TERKAIT:
   
 

Natuna, RIAUkontraS.com - Aliansi Nelayan Natuna (ANNA) mengadu ke pemerintah daerah terkait legalisasi cantrang dan trawl di WPPNRI 711, serta kegiatan ilegal fishing di perairan Laut Natuna Utara, Selasa (15/6) di ruang Wakil Bupati Natuna.

Kehadiran mereka disambut oleh Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda tanpa adanya Bupati Natuna karena ada tugas di luar daerah. Hadir dalam rapat Komandan Km Pulau Marore, Letkol Bakamla Yuli Eko Prihartanto dan Palaksa Lanal Ranai, 

Dalam audensi tersebut, perwakilan dari ANNA, Hendri menjelaskan bahwa mereka datang menghadap kepala daerah untuk mengadukan permasalan legalisasi nelayan luar yang menggunakan catrang dan nelayan ilegal dari negara tetangga Tailan dan Vietnam masuk peairan laut Natuna Utara.


"Sebenarnya, ini bukan masalah baru, kita juga sudah pernah sampaikan kepada bupati sebelumnya, namun seselasi rapat atau audensi seperti ini, tidak ada juga hasilnya," ungkap Hendri.

Rodhial Huda yang juga seorang praktisi maritim sebelum menjabat sebagai Wakil Bupati Natuna juga seorang nelayan. Untuk itu, para nelayan ini menaruh harapan besar kepadanya, untuk memperjuangkan nasib para nelayan lokal ini.

Akibat dari nelayan cantrang beroperasi dekat dengan pantai, nelayan mengaku hasil tangkapan ikan mereka terus menurun. 

"Kalau yang sering kita lihat, cantrang yang mereka pakai itu bukan cantrang yang ramah lingkungan, tapi trawl. Namanya aja cantrang, tapi kami ragu dan menduga prakteknya mereka pakai trawl. Jadi kami ingin ijin cantrang operasi di laut Natuna dikaji ulang," tambah Hendri.