www.riaukontras.com
| Pulau Bengkalis Kembali Digegerkan Penemuan Sosok Mayat Laki-Laki di pinggir Jalan | | Kapolda Riau : Disini Dibentuk Ketrampilan, Pikiran, dan Sikap Sebagai Polri Sejati | | DPRK Aceh Timur Terima Laporan LKPJ 2020 Bupati | | Polsek Bangko Perketat PPKM Mikro Cegah Penyebaran Cluster Baru Covid-19 | | Jalin Silaturahmi, Ketua IKDR Berkunjung Ke Mapolres Inhil | | Dua Pekerja Bunuh dan Rampok Majikan Karena Sakit Hati
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 27 Juli 2021
 
DPRD Natuna Gelar RDP Bersama Pedagang dan Pengusaha, Tentang SE Bupati Pembatasan Jam Malam
Editor: Indra | Selasa, 15-06-2021 - 17:38:18 WIB


TERKAIT:
 
  • DPRD Natuna Gelar RDP Bersama Pedagang dan Pengusaha, Tentang SE Bupati Pembatasan Jam Malam
  •  

    Natuna, RIAUkontras.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Natuna menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama para pedagang dan pengusaha Tempat Hiburan Malam (THM) di Ruang Rapat Paripurna, Selasa (15/6/2021).

    Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Natuna, Daeng Ganda Rahmatullah didampingi Wakil Ketua II DPRD Natuna, Jarmin Sidik.

    Rapat Dengar Pendapat dilakukan terkait Keluhan pengusaha dan pedagang terhadap Edaran Bupati tentang Pembatasan Jam Malam ini juga dihadiri oleh Kapolres Natuna, AKBP Ike Krisnadian, Plt Kadinkes, Hikmat Aliansyah, Sekretaris Damkar,Edi Priyoto, dan Plt Camat Bunguran Timur, Hamid Hasnan.

    Dalam kesempatan tersebut, perwakilan para pedagang menyampaikan, mereka siap mendukung program pemerintah tentang mematuhi prokes dan vaksinasi, namun mereka keberatan atas kebijakan pembatasan jam malam hanya sampai pukul 21.00 WIB.

    "Pembatasan jam malam mohon ditinjau kembali. Pengunjung baru saja datang, kami sudah harus tutup, bagaimana dengan usaha kami. Kami mohon diperpanjang sampai jam 23.00 WIB," ucap salah satu perwakilan pedagang.

    Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Komisi I DPRD Natuna, Wan Arismunandar mengingatkan bahwa peraturan yang dibuat pemerintah bukan tanpa sebab dan alasan, termasuk pembatasan jam malam. 

    "Meningkatnya kasus Covid-19 menjadi salah satu pertimbangan," ucap politisi Partai Nasdem ini.

    Wan Aris juga menyampaikan, bahwa keluhan yang disampaikan di ruang paripurna oleh para pedagang dan pelaku usaha sudah benar, secara pribadi dia juga sering menerima keluhan tersebut secara langsung.