www.riaukontras.com
| Kapolda Riau serta Rombongan Take Off dari Bengkalis ke Pekanbaru | | DPC Projo Pelalawan Taja Vaksinasi Untuk Masyarakat dengan 500 Dosis | | Humanity Rice Truck ACT Salurkan 3 Ton Beras Gratis | | Kapolda Riau bersama Kapolres dan Bupati, Launching Aplikasi BSR di Kantor Bupati Bengkalis | | Kapolda Riau Tinjau Pelaksana Vaksinasi Kompak di Lapangan Tugu Bengkalis | | Koramil 03/Bgs Lakukan Serbuan Vaksin di Yayasan Al Fikri
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 26 Oktober 2021
 
DPRD Natuna Gelar RDP Bersama Pedagang dan Pengusaha, Tentang SE Bupati Pembatasan Jam Malam
Editor: Indra | Selasa, 15-06-2021 - 17:38:18 WIB


TERKAIT:
 
  • DPRD Natuna Gelar RDP Bersama Pedagang dan Pengusaha, Tentang SE Bupati Pembatasan Jam Malam
  •  

    Natuna, RIAUkontras.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Natuna menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama para pedagang dan pengusaha Tempat Hiburan Malam (THM) di Ruang Rapat Paripurna, Selasa (15/6/2021).

    Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Natuna, Daeng Ganda Rahmatullah didampingi Wakil Ketua II DPRD Natuna, Jarmin Sidik.

    Rapat Dengar Pendapat dilakukan terkait Keluhan pengusaha dan pedagang terhadap Edaran Bupati tentang Pembatasan Jam Malam ini juga dihadiri oleh Kapolres Natuna, AKBP Ike Krisnadian, Plt Kadinkes, Hikmat Aliansyah, Sekretaris Damkar,Edi Priyoto, dan Plt Camat Bunguran Timur, Hamid Hasnan.

    Dalam kesempatan tersebut, perwakilan para pedagang menyampaikan, mereka siap mendukung program pemerintah tentang mematuhi prokes dan vaksinasi, namun mereka keberatan atas kebijakan pembatasan jam malam hanya sampai pukul 21.00 WIB.

    "Pembatasan jam malam mohon ditinjau kembali. Pengunjung baru saja datang, kami sudah harus tutup, bagaimana dengan usaha kami. Kami mohon diperpanjang sampai jam 23.00 WIB," ucap salah satu perwakilan pedagang.

    Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Komisi I DPRD Natuna, Wan Arismunandar mengingatkan bahwa peraturan yang dibuat pemerintah bukan tanpa sebab dan alasan, termasuk pembatasan jam malam. 

    "Meningkatnya kasus Covid-19 menjadi salah satu pertimbangan," ucap politisi Partai Nasdem ini.

    Wan Aris juga menyampaikan, bahwa keluhan yang disampaikan di ruang paripurna oleh para pedagang dan pelaku usaha sudah benar, secara pribadi dia juga sering menerima keluhan tersebut secara langsung.