www.riaukontras.com
| DPC AJOI Bengkalis Gandeng Lembaga Pendidikan Wartawan PJC Gelar Pelatihan | | Dugaan Penyimpangan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Ratusan Juta, Masriah sebut Temuan BPK Sudah | | Polsek Bukit Bestari Gelar Apel Pasukan dalam Rangka Pengamanan Pemilu 2019 | | Ketua DPD Onur Bersama Tokoh Masyarakat Nias Kuansing Bersilahturahmi dengan Wakil Bupati Kuansing | | Apel Gelar Pasukan, Pemkab-TNI-Polri Bintan Bersinergi | | Pemkab Kuansing dapat Peringkat 1 Tingkat Provinsi Riau dari Ombudsman RI
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 24 Maret 2019
 
PROYEK SUTT PT. PLN (PERSERO), LANGGAR KETENTUAN BLH RIAU
Lsm LIPRAN segera Laporkan Perusahaan ke Mabes Polri
Editor: | Sabtu, 01-10-2016 - 15:48:17 WIB

TERKAIT:
 
  • Lsm LIPRAN segera Laporkan Perusahaan ke Mabes Polri
  •  

    PEKANBARU, RiauKontras.Com - Pembangunan Saluran Udara Tenggangan Tinggi (SUTT) yang bertenaga 150 KV, oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan II yang melewati pemukiman warga, menuai protes dari masyarakat.

    Sikap rekanan (PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan II) perusahaan BUMN ini yang tidak mengindahkan hingga mengkangkangi rekomendasi BLH, Lsm LIPRAN akan segera melaporkannya ke Mabes Polri.

    "Kita sangat punya alasan untuk melaporkan kasus ini dengan koordinasi nantinya bersama BLH Riau. Pertama, rekanan tidak mengindahkan protes warga, Kedua, Perusahaan tidak patut dan tunduk dengan ketentuan lingkungan hidup yang ditetapkan oleh BLH (Badan Lingkungan Hidup) Provinsi Riau," Demikian disampaikan Ketua LSM LIPRAN (Lembaga Independen Pemantau APBD dan APBN), Hadiriku Zega kepada wartawan di Labersa Pekanbaru Riau, Jum'at (16/9/2016) sore.

    Menurut Hadi Zega,  sejumlah langkah yang dilakukan masyarakat menemukan jalan buntu. "Mereka sudah melayangkan surat ke Gubernur Riau tembusan ke beberapa pihak terkait. Namun belum ada tanggapan sama sekali," papar Hadi.

    Dikatakan Hadi Zega,  atas kondisi itu,  kemudian masyarakat memberitahukan ke kita LSM. "Setelah mengkaji persoalan kemudian kita surati BLH. Dari hasil surat tersebut juga tidak ada tindaklanjut, katanya. Seraya menambahkan BLH mengaku pernah mengundang sejumlah pihak, namun tidak dihadiri pihak terkait yakni rekanan dan PLN," kata Hadi lagi.

    Titik Kordinat Tower Tidak Sesuai
    Lanjut Hadi Zega,  selain surat diatas,  pihaknya juga sudah turun ke lokasi dimana pekerjaan dilaksanakan, dengan menggunakan alat GPS Trimble Geo XT 3000, akhirnya menemukan berbagai kejanggalan yang menurutnya sangat fatal.  "Titik kordinat yang mendapat persetujuan dari BLH Provinsi Riau sejatinya dibangun tower yakni di titik T 29 780848.717. Namun, dilokasi pihak PLN membangun tower yakni untuk titik 29 X781142.654 : Y 52331,215," kata Hadi Zega. Seraya mengaku pekerjaan titik PLN itu disampaikan melalui surat oleh Staf Teknis UPKJ Sumatera II Budi Susilo diketahui Rt 05 / Rw 23, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

    Menjawab wartawan, soal modus rekanan, tidak sesuainya titik kordinat, Hadi Zega belum bisa berandai-andai lebih jauh. "Sejauh ini kita belum melihat modus pastinya seperti apa.  Namun,  menurut sejumlah informasi dari masyarakat bahwa titik kordinat yang direkom oleh BLH melewati sejumlah lahan kosong milik pejabat diriau. Ini masih penelusuran kita lebih jauh," kata sebut Hadi Zega.

    Untuk diketahui lanjut Hadi Zega, rekomendasi titik kordinat dari BLH riau tentu sudah melalui kajian sehingga terhindar dari dampak lingkungan. "Rekom BLH Riau itu sudah melalui kanjian lapangan. Jika tidak di indahkan maka hal ini patut dipertanyakan. Kemudian kita ingatkan kepada rekanan,  jangan korban masyarakat karena kepentingan segelintir pihak elit di riau, sangat fatal akibatkanya dikemudian hari," terang Hadi.

    Dampak Kerugian Ekonomi Masyarakat
    Dari penelusuran Lsm dan kosultasi kepada BLH Riau, dampak pembangunan tower diatas yang melewati pemukiman warga, membawa kerugian banyak kepada masyarakat. "Pasti berdampak, seperti dampak kesehatan akibat radiasi. Bayangkan, Saluran Udara Tenggangan Tinggi (SUTT) yang bertenaga 150 KV (kabel tidak berkulit), ini sangat membahayakan bagi kesehatan manusia," terang Hadi lagi.  Emos


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Lsm LIPRAN segera Laporkan Perusahaan ke Mabes Polri
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    6 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    7 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved