www.riaukontras.com
| Satker Kodam IM Ikuti Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Keuangan | | Support Pembangunan Nasional, IMO-Indonesia Terus Jalin Komunikasi | | DPRD Tanjungpinang Gelar Rapat Paripurna, Wali Kota Sampaikan 7 Ranperda | | Jajaran Pemkab Inhil Ucapkan Selamat Atas Pernikahan Putra Bungsu Bupati, HM Wardan | | Dalam Rangka HUT Kodam I BB ke-69, Kodim 0314/Inhil Lakukan Penanaman Pohon Ekonomi | | Perayaan Idul Fitri 1440 H, Koramil 09/Kemuning, Gelar Halal Bihalal Sesama Anggota dan Masyarakat
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 19 Juni 2019
 
Dugaan Korupsi Pengaman Tebing Sei Menaming-Rohul, Diminta Kejati Riau Usut Tuntas
Editor: | Sabtu, 06-08-2016 - 14:57:00 WIB

TERKAIT:
 
  • Dugaan Korupsi Pengaman Tebing Sei Menaming-Rohul, Diminta Kejati Riau Usut Tuntas
  •  

    PEKANBARU, RiauKontras- Dewan Pimpinan Wilayah Team Operasional Penyelamat Asset Negara RI, melaporkan dugaan korupsi proyek pengaman tebing Sei Menaming di Desa Menaming, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu,  Provinsi Riau. Pasalnya, proyek tersebut tidak sesuai spesifikasi, sehingga mengakibatkan robohnya proyek tersebut.

    Laporan secara tertulis disampaikan Sekjen Dewan Pimpinan Wilayah Team Operasional Penyelamat Asset Negara (Topan RI), Bona Sidabutar, usai menyampaikan laporan tertulisnya ke Kejaksaan Tinggi Riau, yang diterima Asisten Tindak Pidana Khusus, Sugeng Rianta, Rabu (20/7).

    Lebih lanjut dikatakannya, proyek pembangunan pengaman tebing Sei Menaming tersebut dikerjakan oleh CV Mutiara dengan nilai kontrak Rp1,6 miliar.

    Dana ini dialokasikan pada Satker SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumberdaya Air Sumatera III Provinsi Riau. Proyek ini menurut sarjana Teknik Sipil salah satu Perguruan Tinggi di Sumatera Barat ini, telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp792.041.900.

    Kerugian negera tersebut menurutnya berasal dari pekerjaan galian tanah dan timbunan tanah yang didatangkan yang seharusnya dipadatkan dengan alat berat, ternyata tidak dilakukan. Kemudian pekerjaan bronjong yang tidak sesuai dengan bestek. Seharusnya menggunakan ceocok, ternyata tidak dilakukan.

    Selain itu menurutnya, diduga ada rekayasa proses lelang yang dilakukan oleh ULP dengan rekanan, serta adanya dugaan pemberian fee sebesar 10 persen, dengan janji proyek tersebut akan diadendum dan ditambah 10 persen. CV Mutiara selaku kontraktor pelaksana juga diduga tidak memiliki pengalaman terkait pekerjaan tersebut, sehingga pekerjaannya di lapangan amburadul dan gagal bangunan.

    Terkait laporan ini, Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Riau, Sugeng Rianta, hanya geleng-geleng kepala melihat indikasi korupsi yang dilaporkan tersebut. "Banyak korupsi di Riau ini ya?," ujar Sugeng. Sekjen TOPAN kepada Aspidsus berjanji siap membantu informasi mengenai indikasi korupsi di Riau.(Emos/SN)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Dugaan Korupsi Pengaman Tebing Sei Menaming-Rohul, Diminta Kejati Riau Usut Tuntas
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved