www.riaukontras.com
| DPC AJOI Bengkalis Gandeng Lembaga Pendidikan Wartawan PJC Gelar Pelatihan | | Dugaan Penyimpangan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Ratusan Juta, Masriah sebut Temuan BPK Sudah | | Polsek Bukit Bestari Gelar Apel Pasukan dalam Rangka Pengamanan Pemilu 2019 | | Ketua DPD Onur Bersama Tokoh Masyarakat Nias Kuansing Bersilahturahmi dengan Wakil Bupati Kuansing | | Apel Gelar Pasukan, Pemkab-TNI-Polri Bintan Bersinergi | | Pemkab Kuansing dapat Peringkat 1 Tingkat Provinsi Riau dari Ombudsman RI
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 24 Maret 2019
 
Dugaan Korupsi Pengaman Tebing Sei Menaming-Rohul, Diminta Kejati Riau Usut Tuntas
Editor: | Sabtu, 06-08-2016 - 14:57:00 WIB

TERKAIT:
 
  • Dugaan Korupsi Pengaman Tebing Sei Menaming-Rohul, Diminta Kejati Riau Usut Tuntas
  •  

    PEKANBARU, RiauKontras- Dewan Pimpinan Wilayah Team Operasional Penyelamat Asset Negara RI, melaporkan dugaan korupsi proyek pengaman tebing Sei Menaming di Desa Menaming, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu,  Provinsi Riau. Pasalnya, proyek tersebut tidak sesuai spesifikasi, sehingga mengakibatkan robohnya proyek tersebut.

    Laporan secara tertulis disampaikan Sekjen Dewan Pimpinan Wilayah Team Operasional Penyelamat Asset Negara (Topan RI), Bona Sidabutar, usai menyampaikan laporan tertulisnya ke Kejaksaan Tinggi Riau, yang diterima Asisten Tindak Pidana Khusus, Sugeng Rianta, Rabu (20/7).

    Lebih lanjut dikatakannya, proyek pembangunan pengaman tebing Sei Menaming tersebut dikerjakan oleh CV Mutiara dengan nilai kontrak Rp1,6 miliar.

    Dana ini dialokasikan pada Satker SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumberdaya Air Sumatera III Provinsi Riau. Proyek ini menurut sarjana Teknik Sipil salah satu Perguruan Tinggi di Sumatera Barat ini, telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp792.041.900.

    Kerugian negera tersebut menurutnya berasal dari pekerjaan galian tanah dan timbunan tanah yang didatangkan yang seharusnya dipadatkan dengan alat berat, ternyata tidak dilakukan. Kemudian pekerjaan bronjong yang tidak sesuai dengan bestek. Seharusnya menggunakan ceocok, ternyata tidak dilakukan.

    Selain itu menurutnya, diduga ada rekayasa proses lelang yang dilakukan oleh ULP dengan rekanan, serta adanya dugaan pemberian fee sebesar 10 persen, dengan janji proyek tersebut akan diadendum dan ditambah 10 persen. CV Mutiara selaku kontraktor pelaksana juga diduga tidak memiliki pengalaman terkait pekerjaan tersebut, sehingga pekerjaannya di lapangan amburadul dan gagal bangunan.

    Terkait laporan ini, Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Riau, Sugeng Rianta, hanya geleng-geleng kepala melihat indikasi korupsi yang dilaporkan tersebut. "Banyak korupsi di Riau ini ya?," ujar Sugeng. Sekjen TOPAN kepada Aspidsus berjanji siap membantu informasi mengenai indikasi korupsi di Riau.(Emos/SN)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Dugaan Korupsi Pengaman Tebing Sei Menaming-Rohul, Diminta Kejati Riau Usut Tuntas
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    6 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    7 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved