www.riaukontras.com
| Sekda Ikuti Vicon Pemilu 2019 | | Bupati Minta Warga Tunggu Hasil Resmi | | JAMAN ACEH: Kemenangan Jokowi Adalah Kemenangan Indonesia | | Bupati dan FKPD Bintan Tinjau Pelaksanaan Pemilu 2019 | | Pemilu 2019, Naik Helikopter Pangdam I/BB Bersama Kapoldasu Patroli Wilayah Kota Medan dan Binjai | | Bupati Inhil dan Forkominda Turut Meriahkan Pesta Demokrasi 2019
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 19 April 2019
 
Firdaus Dilaporkan Ke Polda Riau Terkait Dugaan Korupsi Dana Desa
Editor: | Sabtu, 18-06-2016 - 14:16:18 WIB
FOTO KANTOR POLRES KAMPAR
TERKAIT:
 
  • Firdaus Dilaporkan Ke Polda Riau Terkait Dugaan Korupsi Dana Desa
  •  

    PEKANBARU, RiauKontras,- Firdaus, Kepala Desa Ludai Kec. Kampar Kiri Hulu Kab. Kampar Provinsi Riau di laporkan di Reskrimsus Polda Riau karena diduga telah melakukan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) Tahun 2015.

    Berdasarkan laporan Ir. Marhalim Ambacang Ketua Umum LSM-Gerakan Aktivis Anti Korupsi  Indonesia (LSM-G2 AKI) Tanggal 09 Februari 2016 di Reskrimsus Polda Riau, terkait dugaan korupsi dana desa tersebut diatas, Polda Riau telah merekomendasikan kepada Kapolres Kab. Kampar untuk selanjutknya dilakukan penyelidikkan (lidik). Namun sangat disayangkan  terlihat mentok di Sat Reskrim Polres Kampar.

    Berdasarkan  copyan Surat Laporan LSM-G2AKI Nomor: 24/DPP-LSM-G2AKI/III/2016. Tentang dugaan  Tindak Pidana Korupsi yang di lakukan oleh oknum Kepala Desa Ludai, Kecamatan  Kampar Kiri Hulu,  didalam  pelaksanaan proyek  Infrastruktur Desa, baik pekerjaan fisik  maupun pekerjaaan non fisik  yang sumber dari dana bantuan Infrastruktur Desa dari Provinsi Riau  dan juga Dana ADD (Alokasi Dana Desa) serta Dana DD (Dana Desa) Tahun Anggaran 2015 karena diduga tidak terlaksana sesuai harapan.

    Ir. Marhalim ketika dihubungi wartawan, membenarkan bahwa dia telah melaporkan kasus dugaan tindak pidana Korupsi itu di polda bulan Januari 2016. "Awalnya laporan ditunjukkan ke Polda Riau, dalam laporan itu, yang terlapor adalah oknum Kades di wilayah Kec Kampar Kiri Hulu, lokasinya sangat jauh dari pekanbaru, sekitar setengah hari perjalanan naik kapal Speed Bot". ujarnya.
     
    Marhalim menambahkan bahwa dalam laporan itu, telah diuraikannya dugaan-dugaan penyimpangan yang sangat merugikan negara, kendati relatif kecil. "Saya telah menguraikan seluruh penyimpangan dalam laporan kami, berdasarkan keterangan warga masyarakat dan mengacu pada dokumen proyek yaitu; Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dari pemerintah Kab. Kampar. Dan dananya telah dicairkan dari Kas Daerah Pemerintah Kab. Kampar 2015".

    Marhalim menjelaskan bahwa "Sat Reskrim Polres Kampar telah turun kelokasi di Desa Ludai bersama kami, untuk melakukan investigasi lapangan, namun  sampai saat ini kami belum mendapatkan jawaban resmi terkait kasus ini. Yang seharusnya hak dari pelapor untuk mendapatkan jawaban atas laporan dalam kasus ini. apakah itu hasil telaah, maupun hasil penyelidikkan dilapangan, pertanyaannya sekarang, kasus ini sudah sejauh mana" ujarnya bertanya.

    Ir. Marhalim sangat berharap kepada pihak Reskrimsus Polres Kab. Kampar, supaya dapat, informasi sesuai tahapan-tahapan penyelidikkan lanjutan yang segnifikan sesuai prosedur hukum dalam penyelidikan kasus ini, agar Masyarakat Desa Ludai tidak bertanya sepanjang hari kepada kami, bahkan ada yang curiga kepada kami LSM-G2AKI bahwa kasus ini telah selesai dibawah tangan, sebab timbulnya persoalan ini berdasarkan laporan dari Ninik-Mamak dan pemuka masyarakat Desa Ludai yang memberikan Informasi kepada LSM-G2AKI, bahwa didesa mereka telah terjadi dugaan korupsi dana Desa dikampungnya disana, dan sampai saat ini mereka selalu menanyakan terus, mengingat dana Desa Tahun 2016 yang juga mereka khawatir menjadi sasaran empuk bila mana kasus ini dibiarkan " tegasnya.

    Dalam pada itu, ketika konfirmasi Kapolres Kampar melalui Kanit Reskrim Kampar. Gus Purwatoro terkait tindak lanjut kasus tersebut diatas. mengatakan "Benar laporan sudah kita terima" ujarnya Jumaat 17/06/16, ketika disinggung  tentang pemanggilan secara resmi terhadap kepada Firdaus Kepala Desa Ludai. Gus Purwantoro menjelaskan "Kalau secara resmi belum kita lakukan, mengingat medan yang sangat jauh dan kita langsung jemput bola, untuk tahap awal mengumpulkan bukti-bukti pendukung. Lokasi yang sangat jauh sehingga kita telpon kepala Desanya agar ketemunya di pertengahan yaitu; di Desa Lipatkain, dan itu bagian dari penyelidikan awal yang sudah kita lakukan, "tutupnya. Emos***


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Firdaus Dilaporkan Ke Polda Riau Terkait Dugaan Korupsi Dana Desa
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved