www.riaukontras.com
| Mobil Pencuri Lembu Warga di Aceh Utara Dibakar Massa | | TNI Bangun Jalan Menuju Pesantren MUNA | | TNI Bangun Jalan Menuju Pesantren MUNA | | Gelar Roadshow Millenial Road safety Festival, Kapolres Berpesan Hargai Orang Tua Dan Guru | | Melalui Latorsar Korem 011 Lilawangsa Tingkatkan Kualitas dan Kemampuan Prajuritnya | | Wali Kota Minta Komite Memajukan Sekolah
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 22 Januari 2019
 
R.Adnan LSM-IMD:
Minta Usut Dana Rutin Jalan Nasional Wilayah II Riau
Editor: | Rabu, 18-05-2016 - 13:24:43 WIB
Foto Rubby Kurniawan, ST,MT  PPK  7 
TERKAIT:
 
  • Minta Usut Dana Rutin Jalan Nasional Wilayah II Riau
  •  

    PEKANBARU, RiauKontras - Sorotan keras sejumlah LSM terhadap penyelegara dana pemeliharaan Rutin Jalan Nasional wilayah II Provinsi Riau yang dikerjakan langsung oleh Kasatker Ir. Dedy Mandrasyah, telah menjadi buah bibir ditengah Masyarakat di Pekanbaru, bahkan telah menjadi isu korupsi Nasional.

    Hal ini di ungkapkan oleh R Adnan, Direktur Excecutif Indonesian Monitoring Develoment (IMD) dalam wawancara Riaukontras.com. Adnan mengatakan "Dana pemeliharaan Jalan Nasional yang di kerjakan secara Swakelola di Satketker   Wilayah II Provinsi Riau, telah terjadi indikasi melawan hukum dan patut untuk diusut oleh aparat penegak hukum" tegasnya.

    Menurut R Adnan, bahwa "ketentuan Perpres 54 Tahun 2010 dan serta perubahannya No 04/2015, telah diatur terkait pelaksanaan pengadaan barang/Jasa. Baik itu pekerjaan regular yang melalui proses Lelang maupun anggaran dibawah sebesar Rp 200 jt PL yang dapat di tunjuk pelaksanaannya  PPK dengan syarat harus memakai badan usaha/Koperasi/UKM, itu sudah jelas aturannya" ungkapnya.

    Terkait pelaksanaan dana swakelola yang membolehkan pengerjaanya secara swakelola oleh satker, kami menilai rawan penyimpangan. Sebab proyek direncanakan sendiri dikerjakan sendri dan diawasi sendiri  serta di cairkan dana oleh PPK tuturnya.

    R Adnan juga mempertanyakan, "Anggaran Rutin Pemeliharaan Jalan di  Wilayah II Provinsi Riau yang mencapai miliaran rupiah yang  ideal lebih bagus dikontrakkan pengerjaan ke pihak rekanan dari pada diswakelolaan. Sebab, banyak kita lihat dilapangan pekerjaan-pekerjaan swakelola hanya bertahan sampai 3 (Tiga) bulan kemudian hancur" ujarnya.

    Hal ini menurut R Adnan, "terjadi akibat beban moral para pelaksanaannya tidak pernah disentuh Hukum. Sehingga sampai saat ini dana-dana swakelola adalah sasaran empuk bahkan sudah menjurus tidak beresan dan tidak jelasan".

    Sebab Petunjuk Teknis (Juknis) maupun Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) diduga keras tidak sesuai dengan fakta dilapangan. Ini lah persoalannya saat ini, telah menafsirkan lain ketentuan Perpres 54/2010 serta perubahannya.

    R Adnan menambahkan "Misalnya, dana swakelola yang sedianya di kerjakan oleh kelompok kerja PPK yang melibatkan masyarakat tempatan dilokasi kegiatan atau dari pegawai honorer dengan peralatan yang digunakan adalah milik negara seharusnya hasil pekerjaan akhir lebih bermutu dan kualitas" tutupnya.

    Terbongkarnya dugaan korupsi dana swakelola di 3 (Tiga) lokasi daerah Lintas Timur yang mencapai puluhan miliar dari Tahun 2012 S/d 2015 ditubuh Kastket Wilayah II Provinsi Riau, bermula adanya laporan LSM-Gerakan Pemuda Melayu (GPM) yang merasa dirugikan atas pelaksanaan dana swakelola itu.

    Baru-baru ini, puluhan aktivis yang bernaungan dalam organisasi GPM dibawah Pimpinan M. Naser Faisal AP itu, yang didampingin Sekjennya Ir. Marhalim Ambacang mendatangi Markas Reskrimsus Polda Riau untuk mengantarkan langsung laporan mereka dengan harapan segera ditindak lanjuti oleh penegak hukum.

    M. Naser Faisal, Ketua Umum LSM-GPM yang juga Pemuda Melayu Riau, dan terkenal sebagai Anak Cucu salah satu Pendiri Provinsi Riau yang dulunya berpusat di Provinsi Sumatera Barat itu, menyampaikan rasa kekecewa terhadap Ir. Dedy Mandrasyah sebagai Kasatker Wilayah II Riau yang hampir 5 Tahun menjabat sebagai Kasatker, Jalan di lintas timur tidak pernah tuntas. ungkapnya

    Menanggapi berbagai pertanyaan sejumlah media Online, mengatakan "Kami sebagai Putra-Putri Asli Masyarakat Riau, menginginkan perubahan dalam Pembangunan Jalan karena majunya Daerah Provinsi Riau tidak terlepas dari baiknya akses Jalan Nasional. Kami sudah sekian lama mengurut dada, dan kami selalu menahan bentuk protes terhadap penyimpangan, namun makin lama malah makin menjadi-jadi dan tidak jerah. Sekarang kasus ini, bila masuk tong Sampah di Riau, kami siap ramai-ramai ke Jakarta langsung kepada Dirjen Bina Marga dan  Kantor Kejaksaan Agung bahkan Ke KPK untuk diusut tuntas"tegas  Faisal.

    M Naser Faisal, menyarankan "baiknya Ir. Dedy Mandrasyah mengundurkan diri baik-baik, sebelum terbongkarnya kasus yang lebih besar dalam proyek-proyek yang di Tangani PPK di Wilayah II. Sebab kami sudah banyak mendapatkan laporan, bahwa setiap ada kritik dari berbagai LSM dan wartawan, seakan Dedy kebal Hukum. tidak mampan, dan tidak ada juga perbaikan pekerjaan dilapangan" tutupnya.Emos***     


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Minta Usut Dana Rutin Jalan Nasional Wilayah II Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    6 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    7 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    8 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved