www.riaukontras.com
| Mobil Pencuri Lembu Warga di Aceh Utara Dibakar Massa | | TNI Bangun Jalan Menuju Pesantren MUNA | | TNI Bangun Jalan Menuju Pesantren MUNA | | Gelar Roadshow Millenial Road safety Festival, Kapolres Berpesan Hargai Orang Tua Dan Guru | | Melalui Latorsar Korem 011 Lilawangsa Tingkatkan Kualitas dan Kemampuan Prajuritnya | | Wali Kota Minta Komite Memajukan Sekolah
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 22 Januari 2019
 
Dugaan Korupsi Dana Proyek Paket Rutin Jalan Nasional Wilayah II Riau di Laporkan ke Polisi
Editor: | Rabu, 11-05-2016 - 21:30:12 WIB

TERKAIT:
 
  • Dugaan Korupsi Dana Proyek Paket Rutin Jalan Nasional Wilayah II Riau di Laporkan ke Polisi
  •  

    PEKANBARU, RiauKontras -Ketua Umum LSM-Gerakan Pemuda Melayu (GPM) melaporkan Kasatker Non Vertikal Tertenu Wilayah II Provinsi Riau, Ir. Dedy Mandarsyah, MT serta Rubby Kurniawan ST, MT. selaku PPK 07.

    Sebab oknum kedua pejabat Kementerian PUPR dibawah Pimpinan Direktorat Jenderal Bina Marga itu, diduga telah melewati batas dalam menjalan tupoksi selama menjalankan tugasnya sebagai perpanjangan tangan Kementerian PUPR di Riau, karena pekerjaannya banyak bertugas di Jakarta dari pada dilokasi pekerjaannya sendiri, dan yang anehnya mereka jarang ngantor. bagaikan pejabat penting yang supersibuk, pada hal perkerja dilapangan amburadul dan tidak sesuai dengan harapan Masyarakat, baik secara dialog masyarakat maupun secara teknis lapangan sejak bertugas di Riau hingga menjadi sorotan LSM-GPM.

    Hal ini disampaikan oleh Ketum LSM-GPM, M. Naser Faisal. AP, dan Sekjennya Ir. Marhalim Ambacang, di Balai Adat Riau Minggu lalu Tanggl 9/5/2016.

    "Kami barusan dari Polda Riau, dalam rangka mengantar Laporan langsung dugaan tindak pidana korupsi, dalam pelaksanaan pekerjaan Proyek  Paket Rutin Jalan Nasional Tahun 2015, Sebanyak 3 (tiga) Yaitu; Paket Simpang Japura-Pematang Reba dan Paket Pekerjaan Rutin Siberida-bts Provinsi Jambi serta pematang reba-siberida ". Ujar Faisal.

    Dalam pada itu, Ir. Marhalim Ambacang sebagai Sekjend LSM-GPM yang mengaku dari Tahun 2014 selalu turun kelokasi dana Rutin Jalan Nasional  Wialayah Riau yang dimaksud, mengakui bahwa Proyek Paket Rutin Jalan Nasional itu, adalah penuh dugaan rekasaya dan lahan penyimpangan.

    Satu persatu diuraikan oleh Ir. Marhalim didepan sejumlah wartawan, yang juga dihadiri bebera LSM lainnya membeberkan  dugaan Penyimpangan dalam pelaksana Dana Paket Rutin Jalan Nasional tersebut, kepada puluhan wartawan yang sengajak diundang dalam konfrensi Pers yang di adakan LSM Pribumi itu.

    Ir. Marhalim jurusan Arsitek terkenal itu di Riau mengatakan "Dugaan Penyimpangan dalam pelaksana Anggaran Rutin Jalan Nasional, seringkali terlihat dilaksanakan pada lokasi pekerjaan Proyek Reguler atau bersamaan dengan pekerjaan yang dikontrakan," tuturnya.

    Marhalim menegaskan sedianya Dana Paket Rutin itu digunakan sebagai "Ball out" atau cadangan ketika jalan Nasional mengalami kerusakan sebelum proyek-proyek regular dilaksakan karena proses lelang yang cukup panjang. ujarnya 

    Bahkan menurut Ir. Marhalim, mengatakan "Ada indikasi penyimpangan lainya, misalnya lokasi pekerjaan swakelola yang baru dikerjakan lalu ditimpah dengan pekejaan yang dikontrakan. ini salah satu cara mehilangkan jejak dana swakelola yang memang kadangkala pekerjaanya tidak beres. Hal ini sah-sah saja, karena tidak terpantau oleh pengawas konsultan supervise, karena proyek ini, dikerjakan sendiri oleh PPK dan dicaikan dananya sendiri oleh PPK, serta diawasi sendiri dan pelaporannya dibuat sendiri oleh kelompok kerja PPK", ujarnya.

    Lebih jauh Ir. Marhalim menjelas mengatakan "Kalau tidak, coba hitung berapa banyak dana Rutin setiap Tahun dimana bekasnya, kok  Jalan masih berlubang sepanjang Jalan ?. dimana letakannya, saya tiap Minggu melewati Jalan yang lokasi Dana-dana swakelola itu, toh seperti-seperti itu juga, tahun habis dana swakelola babis, lalu dimana pekerjaan swakelola itu,  tolong dong kasih tahu kita, jelaskan kepada masyarakat, khan uangnya dari rakyat, Rakyat berhak bertanya. Bahkan yang kita heran dananya di pecah-pecah, Sebagai mana tertera dalam paket tersebut diatas."  tegasnya Marhalim.

    Ditambahkan, M. Naser Faisal. mengatakan bahwa Pekerjaan Rutin Tahun 2015 yang di tangani oleh PPK 07  Rubby Kurniawan ST,MT Diduga tidak terlaksana di lapangan, seperti terlihat saat melakukan Investigasi dilapangan pada Tanggal 20/01/2016, masih banyak ditemukan jalan berlubang disepanjang jalan simpang Japura-Pematang Reba, dan juga di sepanjang jalan Pematang Reba-Siberida  serta Jalan Siberida bts Provinsi Jambi, semuanya masih di temukan lubang yang menganga yang bisa membahayakan jiwa pengendara yang melewati jalan tersebut.

    Faisal juga meminta kepada Dikreskrimsus Polda Riau untuk segera melakukan pengusutan dan penyelidikan kepada Dedy Mandarsyah, MT selaku Kasatker Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Riau dan Rubby Kurniawan ST, MT, selaku PPK 07.

    Ketika dikonfimasikan Kasatker Jalan Nasional Wilayah II Riau di kantornya, Dedy jarang ngantor, baik itu Rubby. Nomor yang dihubungi tidak diangkat, maupun SMS. Emos***


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Dugaan Korupsi Dana Proyek Paket Rutin Jalan Nasional Wilayah II Riau di Laporkan ke Polisi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    6 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    7 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    8 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved