www.riaukontras.com
| DPC AJOI Bengkalis Gandeng Lembaga Pendidikan Wartawan PJC Gelar Pelatihan | | Dugaan Penyimpangan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Ratusan Juta, Masriah sebut Temuan BPK Sudah | | Polsek Bukit Bestari Gelar Apel Pasukan dalam Rangka Pengamanan Pemilu 2019 | | Ketua DPD Onur Bersama Tokoh Masyarakat Nias Kuansing Bersilahturahmi dengan Wakil Bupati Kuansing | | Apel Gelar Pasukan, Pemkab-TNI-Polri Bintan Bersinergi | | Pemkab Kuansing dapat Peringkat 1 Tingkat Provinsi Riau dari Ombudsman RI
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 24 Maret 2019
 
BELUM TAYANG DI DAFTAR HITAM LKPP ADA APA ?
Black List PT. Kayasa Bumi Utama,
Editor: | Selasa, 26-04-2016 - 02:23:43 WIB
FOTO KEPALA DINAS BINA MARGA PROVINSI RIAU
TERKAIT:
 
  • Black List PT. Kayasa Bumi Utama,
  •  

    PEKANBARU, RiauKontras - Beberapa aktifis LSM di Provinsi Riau, menyorot ketidak mampu Syafril Tamun sebagai  Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi dalam menjalan Perka LKPP No 18 Tahun 2014.

    Hal ini, diungkapkan Haryanto Ketua Umum LSM-Forum Pengasawan Pembangunan Indonesia (LSM-FPPI) di karena Syafril Tamun tidak mampu menjalankan Peraturan yang terkait dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa.

    Perlu diketahui bahwa PT. Kayasa Bumi Utama. Yang beralamat di JaLan: Wedana No. 1-2 Gp. Lhong Raya, Kec. Banda Raya- Banda Aceh.  (Kota) muncul di Riau sebagai pemenang Lelang pada Paket Kegiatan Pembangunan Jalan Teluk Piyae (Kubu)-Sei Daun (Sharing Kab) Rokan Hilir (ROHIL) yang dibiayai dari Dana APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2015

    Bahwa PT. Kayasa Bumi Utama ditetapkan oleh Panitia ULP Provinsi Riau sebagai pemenang lelang, dengan penawaran tertinggi yang hanya membuang lebih kurang 0,3 % dari total harga HPS (Harga Perkiraan Sendiri) dalam paket tersebut diatas, yaitu dari jumlah pagu anggaran sebesar Rp 29. 941. 686. 542. 51. PT. Kayasa Bumi Utama menawar dengan nilai tertinggi yaitu sebesar Rp 28. 129. 344. 639. 76. Atau diduga telah terjadi pengaturan dalam paket tersebut, dan patut untuk di pertanyakan hingga di meja hijau.

    Bahwa sesuai data yang ditayangkan di LPSE Provinsi Riau, penanda tangan kontrak dalam paket itu, yaitu Tanggal 5 (Lima)  Juni 2015. Atau sesuai dengan Nomor Kontrak: 620/ SPPBJ-BM/ PEMB-TPSD/99/2015, dan waktu Pelaksanaan selama 151 Hari Kalender. Yang artinya kontrak pelaksana kerja berakhir pada  Tanggal 10 Desember 2015.

    Berdasarkan pemantau wartawan RiauKontras di lapangan pada awal mulainya pekerjaan bulan Juni 2015 dan terakhir pada bulan Desember Tahun 2015 lalu, terlihat pekerjaan belum juga selesai. Namun beberapa kali dilakukan konfimasi kepada pihak PU Bina Marga Provinsi Riau selalu gagal, karena pejabat yang ingin dijumpai selalu mendapat jawaban sibuk dan rapat.

    Namun wartawan tidak putus asa, selalu mendatangi kantor PU Bina Marga untuk mendapat jawaban,  Ketika dikonfirmasi tindak lanjut terkait kasus ini, kepada Firman Azwar Aziz, sebagai Kabig Bina Marga Provinsi Riau pada hari Senin tanggal 25/04/2016 yang juga selaku KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) dan sekaligus merangkap PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dalam pelaksana proyek tersebut diatas, tidak bersedia memberikan secara langsung penjelasan. Malah menyuruh stafnya agar wartawan menemui Sahat Martumbur yang menjabat sebagai PPTK. Jawaban yang didapatkan dari staf Firman Aziz di perintahkan "Kata bapak langsung saja kepada Sahat Martumbur" ujar cewek cantik, staf Firman Aziz.

    Ketika dikonfirmasi, Sahat Martumbur, ST. di ruang kerjanya, terungkap bahwa, pekerjaan Pembangunan Jalan Teluk Piyai (Kubu) Sei Daun (sharing Kab) yang dikerjakan oleh PT. Kayasa Bumi Utama hanya 13% hingga berakhir kontrak kerja Tahun 2015. Sahat martumbur mengatakan "Pihak PU telah mengusulkan kepada Inspektorat / APIP. Untuk Penetapan Sanksi Pencantuman Dalam Daftar Hitam PT. Kayasa Bumi Utama hingga sudah 2 (dua) kali surat dilayangkan, namun belum ada balasan hingga saat ini" ujar Sahat.

    Terkait pencairan Uang Jaminan Pelaksana sebesar 5 % dengan total sebesar Rp 1,4 miliar, yang dipertanyakan kepada Sahat Martumbur, ST juga belum tuntas. Menurutnya, "Kami sudah klaim garansi Bank  Atas Nama PT. Kayasa Bumi Utama ke Pimpinan Cabang PT. Bank Syariah Bukopin Capem. Bumi Serpong Damai (BSD) di Tanggerang pada bulan Januari, tetapi jawaban Bank Bukopin, beralasan ada kekurangan kelengkapan Berkas Klaim Penjamin Bank Garansi Atas PT. Kayasa Bumi Utama" ujarnya.

    Idealnya pembangunan Jalan Teluk Piyai (Kubu) -Sei daun di wilayah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Provinsi Riau seharus dapat dinikmati oleh Masyarakat sebagai akses jalan di Kabupaten itu pada Tahun 2016 namun terpaksa  Masyarakat urut dada. Dikarena ulah kontrak pelaksana yang diduga tidak professional dalam bekerja. Dimana item pekerjaan yang tergolong mudah didapat yaitu Agregat Base B sepanjang 3 Km dan Lembar 7. 20 Cm dan Beton kurus tebal 10 cm sepanjang 3 Km sebagai lantai kerja dan plat Beton Rigid Pavement tebal 30 Cm.

    Namun yang dilaksanakan oleh PT. Kayasa Bumi Utama selama bekerja dilapangan, ternyata hanya Urugan permukaan Jalan dan Base Kelas B sepanjang 3 Km dengan Tebal lebih kurang 20cm  serta timbunan tanah dibahu jalan.

    Ketika dikonfimasi DR. Ir, Rusydi Syahabuddin, M.Sc, Direktur Utama PT. Kayasa Bumi Utama sebagai Kontraktor Pelaksana Pembangunan Jalan Teluk Piyai (Kubu) Sei Daun (Sharing Kab) di Wilayah Rokan Hilir, lewat Telpon Selulernya tidak mengangkat dan SMS yang dikirim juga tidak dibalas.

    Terkait lambat tayangnya PT. Kayasa Bumi Utama di Daftar Hitam (DH) di LKPP, atas usulan PA/KPA/PPK Dinas Bina Marga Provinsi Riau diduga telah terjadi Kongkalikong antara perusahaan. Menurut Haryanto, Ketua Umum LSM-Forum Pengawasan Pembangunan Indonesia (FPPI) mengatakan Kepada RiauKontras.com  " Harusnya PT. Kayasa Bumi Utama sudah Tayang di Daftar Hitam LKPP, hal ini sangat kita sayangkan, sebab PT. Kayasa Bumi Utama tidak tertutup kemungkinan mulus dalam mengikuti lelang dimana-mana di seluruh Wilayah Indonesia" ujarnya.

    "Bahkan dalam hal ini Pihak PU Bina Marga Provinsi Riau diduga kangkangin Perka LKPP Nomor 18 Tahun 2014 pasal 3 ayat 2 huruf f. yang berbunyi Penyedia barang/jasa yang tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak secara bertanggungjawab dapat dikenakkan sanksi Black List" ujarnya Haryanto.

    Haryanto menambahkan "Berdasarkan Perpres 54 Tahun 2010, Pasal: 124 K/L/D/I, dapat membuat Daftar Hitam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (2) huruf.  b, yang memuat identitas Penyedia Barang/Jasa yang dikenakan sanksi oleh K/L/D/I.  Daftar Hitam sebagaimana dimaksud pada ayat (1), memuat daftar Penyedia Barang/Jasa yang dilarang mengikuti Pengadaan Barang/Jasa pada K/L/D/I yang bersangkutan. Dan  K/L/D/I menyerahkan Daftar Hitam kepada LKPP untuk dimasukkan dalam Daftar Hitam Nasional.  Dimana nanti Daftar Hitam Nasional sebagaimana dimaksud pihak KPA dan PPK atau yang menandatangani kontrak selalu mengadakan pemutakhirkan setiap saat dan dimuat dalam Portal Pengadaan Nasional". Ujar Haryanto

    Ditempat terpisah ketika dimintai tanggapan R. Adnan Direktur Eksekutif LSM-Indonesian Monitoring Deverlopment mengatakan "Black List adalah kewenangan Kabig/Kuasa Pengguna Anggaran yang sekaligus merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Karna dia yang menandatangani Kontrak, tidak ada alasan rekomondasi APIP atau hantu Blau segala macam kalau tidak diminta Gubernur Riau pecat kabig PU Bina Marga Provinsi Riau dan di berlakukan Sanksi displin PNS, kalau tidak, Gubernurnya patut diduga  yang menyuruh hal sedemikian ! " tegasnya

    Dalam kasus ini diminta Kapolda Riau segera mengusut kasus ini dan memeriksa Firman Azwar Aziz Kabig Bina Marga Provinsi Riau, karna diduga telah bermain mata dengan kontraktor pelaksana sehingga menimbulkan kerugia Negara dari Uang jaminan pelaksana yang hingga saat ini belum masuk ke KAS Negara maupun pengembalian sisa Uang muka yang telah diambil oleh kontraktor sebesar 30%.  Emos ***



    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Black List PT. Kayasa Bumi Utama,
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    6 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    7 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved