www.riaukontras.com
| Wabub dan Kapolres Inhil Resmikan Kantor Polsek Batang Tuaka | | Bupati Inhil Pimpin Delegasi Lobi Pusat Dalam Upaya Penyelamatan Perkebunan Kelapa | | Pencemaran Nama Baik, Bupati Wardan Minta Penegak Hukum Usut Tuntas | | Bupati Inhil Lakukan Koordinasi Rencana Pembangunan Gedung Pos SAR Tembilahan | | Bupati Inhil Ungkap, Peluncuran Program DMIJ Plus Terintegrasi Telah Mempersiapkan Terobosan | | Bupati Inhil Lepas Ekspor Perdana Cincinot Menuju Negeri Jiran, Malaysia
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 16 Februari 2019
 
DRAINASE JALAN RAJAWALI SAKTI DI BONGKAR
Kadis dan PPTK Bina Marga Kota Pekanbaru Seperti Tak "BERDOSA"
Editor: | Minggu, 03-04-2016 - 23:49:08 WIB

TERKAIT:
 
  • Kadis dan PPTK Bina Marga Kota Pekanbaru Seperti Tak "BERDOSA"
  •  

    PEKANBARU, RiauKontras - Drainase Jalan Rajawali Sakti- Jalan Bima di Kec. Tampan -Kota  Pekanbaru yang di kerjakan oleh PT. Bumi Riau Indah Jaya di bongkar, akibat  pekerjaanya amburradul.

    Proyek drainase dibongkar akibat banyak sorotan dari masyarakat dan juga  Ketua LSM-FPPI (Forum Pengawasan Pembangunan Indonesia) yang telah melaporkan pekerjaan itu kepada Dir. Reskrimsus Polda Riau, tentang hasil pekerjaan dilapangan yang dinilai amburadul  dan tidak sesuai dengan spesifikasi dilapangan.

    Proyek yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2015 Sebesar Rp 9, 321, 073, 000. 00 dari dana APBN ditambah Dana Pendamping dari Dana APBD Kota Pekanbaru 2015 Sebesar Rp 941, 727, 000, 00, ternyata telah dicairkan  100 % pada akhir tahun 2015, namun kenyataan di lapangan pekerjaan tersebut baru selesai pada bulan February tahun 2016, mulusnya pencarian dana proyek tersebut  tidak lepas dari kongkalingkong  antara Dinas PU , kontraktor, konsultan pengawas serta Team PHO yang bersama-sama mencari keutungngan peribadi maupun kelompok yang mengarah pada indikasi korupsi.

    Dalam pemberitaan media RK sebelumnya bahwa Ketua  LSM-FPPI pada Tanggal 22 February 2016 telah melaporkan secara resmi, Kepala Dinas Bina Marga Kota Pekanbaru, PPTK, Kontraktor, Konsultan Pengawas serta Team PHO  ke  Dir. Reskrimsus Polda Riau, Karena diduga turut menanda tangani pencairan Anggaran Proyek yang diduga tidak sesuai spek.

    Menurut Haryanto Ketua Umum LSM-FPPI  mengatakan bahwa,  fakta dilapangan, hasil dari perkerjaan akhir, terlihat mengalami kerusakan yang sangat berat, akibat pelaksanaan tidak mengacu pada gambar kerja, tidak dikerjakan sesuai teknis kegitan,  di tidak dikerjakan item majeur  pekerjaan sesuai  rencana dan maupun pelaksanaan pekerjaan secara time schedule  yang ada. Bahkan mengabaikan Syarat-syarat Khusus Kontrak (SSKK)  yang telah tercantun dalam kontrak.

    Lanjut Haryanto, bahwa dalam pengerjaan Konstruksi pondasi Pelebaran Jalan Rajawali Sakti- Jalan Bima, yang menggunakan Semen Beton K-400, sebagai pondasi Jalan dengan Tebal 30 cm, diduga menggunakan Semen Beton K-250. Dan terlihat tidak padat karena tidak memakai Mesin Vibrator.

    Bahkan bukan hanya itu, menurutnya lagi, Aspal ACWC sebagai lampisan Permukaan Jalan yang seharusnya Tebal 6 Cm diduga tidak sesuai rencana, dan hasil akhir bergelombang bahkan ada yang ambles. "ada beberapa temuan lainnya  misalnya pengerjaan Konstruksi Drainase, bahwa dalam pemberiannya, Jarak besi 50 cm, dan itu sangat  fatal karena tidak sesuai spek yang ada, sebab konstruksi tanah dijalan Rajawali Sakti adalah tanah Gambut, jika kalau bermain-main dalam pelaksanaan maka sangat fatal hasinya " ujarnya.

    Hal ini lah yang membuat LSM FPPI juga turut melaporkan Pimpinan CV. Arya Techno Consultant, dan PPTK karena diduga melakukan tindakan melawan Hukum dengan bersama-sama Menanda Tangani  pencairan Dana dari Kas Nagar hingga terjadi pengeluaran Negara. "anggaran dana  Proyek telah dicairkan 100 % pada akhir Tahun Anggaran 2015," katanya

    Sehingga LSM FPPI menduga pihak terkait berkerjasama untuk meloloskan dan memuluskan Pencairan Dana Proyek 100 % dari Kas Negara pada bulan Desember 2015, kendati  pekerjaan belum selesai dilapangan.
     
    Haryanto menuding PPTK sengajak memberikan perpanjang waktu pelaksanaan pekerjaan kepada kontraktor pelaksana diluar ketentuan kegiatan Tahun Tunggal Pemerintah kota pekanbaru, hingga bulan Februari 2016, atau berubah menjadi proyek Tahun Jamak (Multi Years) dan tidak mengacu pada aturan kontrak awal yaitu Tahun Tunggal, hal itu katanya agar tercapainya tindakan korupsi yang lebih besar.

    Haryanto menjelaskan Bahwa waktu Pelaksana Pelebaran Jalan Rajawali Sakti-Jalan Bima adalah 110 Hari Kalender dan Penanda Tangan Kontrak Tanggal 21 Agustus 2015 sesuai pengumaman lelang. Artinya kontrak pelaksanaan Kegiatan itu berakhir Tanggal 8 Desember 2015.
     
    Bahwa berdasarkan fakta dilapangan, pelebaran Jalan Rajawali Sakti- Jalan Bima, masih di kerjakan hingga Pertengahan Bulan February Tahun 2016 atau mengalami penambahan Waktu selama 67 Hari Kalender. Bila di hitung dari Tanggal 9 Desember 2015 sampai dengan Tanggal 15 February 2016. 

    PPTK terlalu berani bertindak mengambil kebijakan di luar koridor atau melanggar Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 dan Perpres No. 70 Tahun 2012, maupun Perpres No. 04 Tahun 2015 tentang kegiatan Tahun Tunggal, dan Anggaran Tahun Tunggal.

    Menanggapi hal tersebut diatas R.Adnan LSM-IMD (Indonesia Monitoring  Deverlopment), yang di konfirmasi RK, mengatakan bahwa pihak penegak Hukum tidak ada alasan lagi untuk tidak melakukan pengusutan dan penyelidikan kepada terlapor, dan harus transpran hasil penyelidikannya supaya masyarakan percaya atas hasil kinerja yang dilakukan oleh penegak hukum yang ada di Riau khususnya Dir. Reskrimsus Polda Riau. Tegasnya

    Ketua LSM-FPPI, mendesak Dir.  Reskrimsus Polda Riau segera mengusut tuntas  dan  melakukan penyelidikkan terhadap Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Pekanbaru, maupun PPTK proyek serta Kontraktor Pelaksana dan Konsultan Pengawas, serta pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek diatas.tutupnya

    Ketika di konfirmasi  Kadis PU Kota Pekanbaru melalui  telpon selulernya, tidak tersambung  alias tidak aktif. Kami mencoba menghubungin PPTK Shanti Rahmayanti ST, tidak mengangkat telepon, maupu SMS yang dikirimkan kepadanya tidak membalas. Emos ***


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Kadis dan PPTK Bina Marga Kota Pekanbaru Seperti Tak "BERDOSA"
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    6 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    7 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    8 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved