www.riaukontras.com
| Satker Kodam IM Ikuti Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Keuangan | | Support Pembangunan Nasional, IMO-Indonesia Terus Jalin Komunikasi | | DPRD Tanjungpinang Gelar Rapat Paripurna, Wali Kota Sampaikan 7 Ranperda | | Jajaran Pemkab Inhil Ucapkan Selamat Atas Pernikahan Putra Bungsu Bupati, HM Wardan | | Dalam Rangka HUT Kodam I BB ke-69, Kodim 0314/Inhil Lakukan Penanaman Pohon Ekonomi | | Perayaan Idul Fitri 1440 H, Koramil 09/Kemuning, Gelar Halal Bihalal Sesama Anggota dan Masyarakat
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 19 Juni 2019
 
Diduga Sunat Bahan Material Rigid 30 Milyar, Plt Kadis PU dan Konsultan Dilaporkan ke Kejati Riau
Editor: | Rabu, 01-03-2017 - 23:17:23 WIB
Ketua Umum DPP LSM IPSPK3-RI, Ir. Ganda Mora, usai menyerahkan laporan di Kantor Kejaksaan Tinggi Riau, Jalan Jend. Sudirman, Pekanbaru, Provinsi Riau, Selasa (28/2/2017).
TERKAIT:
 
  • Diduga Sunat Bahan Material Rigid 30 Milyar, Plt Kadis PU dan Konsultan Dilaporkan ke Kejati Riau
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com - Plt Kadis PU Inhil Illyanto dan Konsultan Ari (PT Buhara), resmi dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Selasa (28/2/2017), terkait paket proyek Peningkatan Jalan Sungai Luar - Sungai Dusun paket 1 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang dikerjakan oleh PT. Tangga Batu Jaya dengan nilai kontrak Rp30,360 miliar.

    "Sangat gamblang, pekerjaannya asal jadi, penyunatan volume kerja. Ironisnya terkesan direstui oleh Plt Kadis PU Inhil Illyanto dan Konsultan Ari. Terbukti hingga per 31 Desember 2016 lalu pembayaran proyek tersebut sebesar 59 persen dari realisasi fisik tanpa hambatan," tegas Ir. Ganda Mora Ketua Umum DPP LSM IPSPK3-RI, disela-sela penyerahan laporan.

    Dikatakannya, ada beberapa pihak yang dia laporkan dalam kasus pryek Rigid ini. "Selain nama-nama diatas selaku pihak yang paling bertanggungjawab, juga Kasi. Pembangunan Jalan Dinas PU Kabupaten Inhil, Slamet Soedarsono, A.Md dan rekanan (Taufik) turut kita laporkan," terangnya.

    "Realisasi fisik proyek 59 persen sesuai pengakuannya (Slamet Soedarsono), namun didalam beberapa item pekerjaan kala itu tidak layak dibayarkan, namun tetap dipaksa untuk dibayarkan," beber Ganda Mora lagi.

    Ir. Ganda Mora kemudian menyampaikan harapannya kepada penegak hukum setelah laporannya di diterima. "Kita minta tim penyidik Kejati Riau turun ke lapangan dengan tim ahli infrastruktur BPK Riau untuk audit investigasi, agar dapat menghintung potensi kerugian negara," pinta Ir. Ganda Mora.

    Sebagaimana pemberitaan media ini sebelumnya, hasil investigasi akhir media dan LSM, ditemukan sejumlah item pekerjaan yang masuk dalam hitungan 59 realisasi fisik pekerjaan diantara seperti pada bahu jalan didalam kontrak tercatat Base C, namun dilapangan diganti dengan pasir oleh rekanan.

    Temuan lain yang tidak sesuai dalam kontrak kerja adalah seperti pemasangan Dowel tidak dibungkus pakai Pipa PVC, tiebar rekanan menggunakan besi polos, bahkan tipe semen yang dipakai yakni PCC, bukan OPC tipe 1.

    Tidak hanya itu, untuk pembesian, sesuai dalam kontrak menggunakan besi 12, namun dilapangan ditemukan hanya besi 10.

    Dalam pelaksanaanya proyek tersebut tidak tepat waktu hingga per 31 Desember 2016 yang lalu, lalu sesuai Perpres 4 tahun 2015, pihak Dinas memberi lagi waktu 50 hari kerja, bahkan sampai saat ini pekerjaan proyek tersebut baru mencapai 70 persen lebih, dan pekerjaan masih berlangsung.

    Terkait laporan Lsm ini, wartawan mencoba mengkonfirmasikan ke beberapa pihak diatas, seperti Plt Kadis PU Inhil Illyanto dan Konsultan Ari (PT Buhara) juga Slamet Soedarsono, A.Md, namun hingga turunnya berita ini belum ada tanggapan dari nama-nama tersebut diatas.

    Untuk diketahui, laporan yang diserahkan DPP Lsm IPSPK3-RI ke Kejaksaan Tinggi Riau bernomor: 07/Lap-IPSPK3-RI/II/2017, Perihal Laporan Dugaan Korupsi dan Kerugian Negara pada pelaksanaan proyek diduga tidak sesuai bestek atas pekerjaan pembangunan peningkatan jalan Sungai Luar-Sungai Dusun Paket I, yang dikerjakan oelh PT. Tangga Batu Jaya dengan nilai kontrak Rp30.360 Milyar, sumber dana dari DAK Kabupaten Inhil Tahun 2016, laporan diterima bernama Neng Ros staf di bagian sekretariat kejaksaan tinggi riau.

    Emos*

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Diduga Sunat Bahan Material Rigid 30 Milyar, Plt Kadis PU dan Konsultan Dilaporkan ke Kejati Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved