www.riaukontras.com
| UNIKS Berikan Edukasi Ketahanan Pangan dan Pemberian Hasil Panen Kepada Masyarakat | | Pungut Biaya Perpisahan, LSM Minta Aparat Hukum Usut Kasus Pungli di SMA Negeri 3 Siak Hulu | | Masyarakat Teriak, Pak Presiden Jokowi Periksa Pemkab Bengkalis Terkait BST | | Bupati Inhil Sambut Baik Kujungan Kunker dari DPD RI Komite II Riau, Edwin Pratama Putra | | Memutuskan Penyebaran Covid-19, Upika Minas Lakukan Ini | |
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 11 08 2020
 
Diduga ADD Dikorupsi, Kades Tanah Merah Siak Hulu Resmi Dilaporkan
Editor: | Sabtu, 04-07-2020 - 20:00:55 WIB

TERKAIT:
 
  • Diduga ADD Dikorupsi, Kades Tanah Merah Siak Hulu Resmi Dilaporkan
  •  

    PEKANBARU, riaukontras.com - Jumat (03/07/2020) kemaren, keluarga besar organisasi Pers Forum Independet Indonesia (FPII) Setwil Provinsi Riau dampingi pengurus elemen anti korupsi atau LSM Komunitas Pemberantas Korupsi mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkinang di Kabupaten Kampar melaporkan oknum Kepala Desa Tanah Merah Kecamatan Siak Hulu yang diduga terindikasi menyimpangkan dana ADDesa dan upeti (suap) kepada beberapa lembaga/kelompok selama di Kabupaten Kampar, berikut sejumlah bahan bukti.

    Langkah gerak cepat dari elemen anti korupsi melaporkan oknum Kades Tanah Merah Kecamatan Siak Hulu bernisial SAN dan delapan oknum Kades lainnya didaerah Kabupaten Kampar ke Kejaksaan Negeri Bangkinang, Kampar, berawal dari laporan masyarakat Desa Tanah Merah dan informasi dari beberapa ketua RT/RW setempat yang mengaku kecewa terhadap kinerja oknum kepala desa (H Syahrial Amri Nasution).

    Adapun bentuk luapan rasa kecewa masyarakat terhadap kinerja Kades mereka selama ini, mencuatnya uang siluman sebesar Rp 216 juta rupiah yang diduga sengaja di mark up yang anggarannya berumber ADDesa tahun 2018, diperkuat lagi adanya informasi skenario publish disalah satu media online (diduga dibayar) seolah-olah pengelolaan dana ADDesa pada Desa Tanah Merah tersebut sudah sesuai peruntukkannya.   

    Mencuatnya dokumen surat laporan rincian pengguna anggaran yang ditanda tangani dan cap/stempel resmi kades, terdapat rincian kegiatan yang dinilai menyimpang termasuk pemberian nominal uang kepada oknum DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), Inspektorat dan beberapa pihak pejabat terkait lain yang dianggap oleh aktivis LSM Komunitas Pemberantas Korupsi adanya persengkokolan jahat untuk menikmati uang negara yang berasal uang rakyat.

    Dugaan temuan yang diperkuat dengan hasil pernyataan resmi oknum Kepala Desa Tanah Merah tentang munculnya dana siluman sebesar Rp216 juta tersebut, dimana menurut sang Kades saat dikonfirmasi sejumlah media, uang tersebut adalah keuntungan dari beberapa kegiatan proyek yang bersumber biaya ADDesa tahun 2018. 

    Kepada organisasi Pers FPII Riau, Kades SAN juga pernah mengaku jika penggunaan anggaran yang diduga siluman Rp 216 juta itu telah digunakan sesuai laporan rincian keuangan yang diorbit.

    Dari hasil laporan keuangan dana desa pada satuan kerja desa Tanah Merah Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar  pada tahun 2018 terdapat laporan keuangan yang diduga tidak dapat dipertanggung jawabkan, karena tidak dengan kondisi sebenarnya dan/atau peraturan perundang-undangan hukum lainnya
    1.    Adanya dugaan "Pengeluaran Dana Desa"  untuk Kejaksaan Negeri Bangkinang yang tidak sesuai peruntukan sebagaimana hasil wawancara media dan elemen/anti korupsi dengan kepala desa Tanah Merah H Syahrul Amri Nasution, Senin (29/06/2020).

    2.    Adanya dugaan pengeluaran dana desa untuk dinas PMD  Kabupaten Kampar yang tidak sesuai  peruntukan APBDesa

    3.    Adanya pengeluaran dana desa untuk "Pembayaran Temuan Inspektorat" yang diduga tidak sesuai peruntukan alokasi APBDesa

    4.    Adanya pengeluaran dana Desa untuk "Konsumsi Pengantar  Palaporan Ke Bangkinang  (DPMD/Inspektorat)  yang diduga tidak sesuai peruntukan  alokasi APBDesa

    5.    Dugaan pengeluaran Dana Desa untuk sumbangan  terhadap wartawan dan LSM yang diduga tidak sesuai peruntukannya  alokasi APBDesa

    6.    Dugaan manipulasi pengunaan dana desa untuk mengganti jumlah sak semen yang dianggap hilang sebanyak 100 sak kali Rp 70.000/sak semen (diduga akal-akalan dan tidak benar)

    7.    Dugaan pengeluaran pembayaran pajak bansos  atau bantuan sosial  (LHP) yang juga didalam laporan LSM tidak sesuai peruntukan alokasi APBDesa

    8.    Dugaan peristiwa mark up dan laporan pengeluaran dalam anggaran biaya pelaksanaan kegiatan proyek "Normalisasi".

    Selain itu aktivis LSM Komunitas Pemberantas Korupsi yang cukup dikenal gentol membawa kasus hukum korupsi ke ranah hukum selama ini, secara resminya juga telah melaporkan dugaan penyalahgunaan Dana Desa pada delapan (8) Desa didaerah Kabupaten Kampar ke Kejari Kampar, dengan bukti register penerimaan laporan, Nomor: 01.LP/DPP-LSM-KPK/PKU/VII/2020 Tanggal 03 Juli 2020.

    Tim LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (Pelapor), Demo saat jumpa Pers, Jum’at (03/07/2020) di Kejari Kampar, berharap pihak Jaksa segera bertindak untuk mengusut dugaan penyelewengan dana desa yang dilaporkan tersebut.

    “Tak ada alasan bagi lembaga hukum di Kejaksaan untuk tidak memproses kasus hukum dugaan korupsi yang tersusun rapi tersebut. Materi pelanggaran hukumnya cukup jelas, apalagi didalam bukti surat laporan penggunaan ADDesa itu ada tersebut institusi Kejari Kampar yang mencoreng nama baik Kejaksaan” tegas Demo.

    Selain itu kata Demo, laporan dugaan korupsi dana desa senilai Rp644 juta pada delapan desa didaerah Kabupaten Kampar, harus diusut juga sebagai efek jera bagi kepala desa lainnya di Kabupaten Kampar.

    Staf pembinaan Kejari Kampar, Amrine usai menerima laporan kepada Wartawan mengatakan, “Laporan yang kami terima ini, kami sampaikan dulu sama pimpinan kami. Nanti perkembangannya, ditanya sama pak Kejari saja atau pak Kasi Intel, katanya.

    Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kampar, Suhendri,SH.MH melalui Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) SR Manulang SH saat diinformasi laporan dari LSM Komunitas Pemberantas Korupsi tersebut, “Iyalah. Nanti kita lihat”, singkat SR Manulang

    Hingga berita ini terbit, via hendphon Kades Tanah Merah Kecamatan Siak Hulu, SAN yang biasa dihubungi media, sudah tak aktif.***(tim/red)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Diduga ADD Dikorupsi, Kades Tanah Merah Siak Hulu Resmi Dilaporkan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    6 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    7 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved