www.riaukontras.com
| Presiden Tegaskan Pentingnya RUU Migas untuk Perkuat Ketahanan dan Kemandirian Energi Nasional | | Tingkatkan Kerjasama dan Koordinasi, Pelda Wahidin Komsos Dengan Aparat Pemerintahan | | Tanah Longsor Menimpa Rumah Warga, Anggota Koramil Majenang Turun Langsung Lakukan Pembersihan | | Jaksa Masuk Sekolah, Sosialisasi Sadar Hukum di SMA Bernas Pangkalan Kerinci | | YARA Minta Polres Abdya Tindak Pemilik Galian C Ilegal | | Tim Gabungan BNN Ringkus Bandar Shabu Jaringan Ramli Bin Arbi di Bireun
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Kamis, 24 Januari 2019
 
Aceh Timur
Diduga Sarat KKN Masyarakat Minta Penegak Hukum Proses Rekanan Nakal
Editor: Muhammad Abubakar | Rabu, 09-01-2019 - 10:56:27 WIB

TERKAIT:
 
  • Diduga Sarat KKN Masyarakat Minta Penegak Hukum Proses Rekanan Nakal
  •  

    MADAT, RIAUKontraS.com - Masyarakat kabupaten Aceh Timur minta penegakan hukum untuk memeriksa Kontraktor (rekanan) CV.FS, PPK, PPTK pembangunan pasar tradisional Gampong Lueng Sa kecamatan Madat kabupaten Aceh Timur.

    Amatan media ini, Senin (7/1/2019) belum selesai dikerjakan. Pembangunan pasar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) diduga sarat dengan Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN) hingga pertengahan Januari 2019 tak kunjung selesai.

    Menurut informasi dari berbagai sumber, pemenang Lelang Konstruksi Fisik Revitalisasi Pasar Tradisional di menangkan oleh CV. FS dari Dana Otonomi Khusus (DOKA) atau APBA melalui Satuan Kerja (Satker) Dinas Perindustrian dan  Peradangan Aceh dengan pagu Rp 769.720.400, 00,HPS Rp 768.720.400,00 dan dimenangkan oleh Cv. FS yang dengan harga penawaran Rp 691.742.000.

    Sementara Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Disperindagkop kabupaten Aceh Timur Nazarina saat di konfirmasi media ini melalui henponnya (Selasa (8/1/2019) membenarkan proyek pembangunan pasar rakyat tradisional di Gampong Lueng Sa kecamatan Madat kabupaten Aceh Timur hingga saat ini belum selesai.

    Di katakan Nazarina, sebenarnya kami didaerah sebagai penerima manfaat sangat kecewa terhadap rekanan (kontraktor) yang tidak menyelesaikan bangunan pasar tersebut, padahal kita didaerah sebagai penerima manfaat tentu merasa rugi akibat dari dampak pembangunan itu yang tidak selesai.(Muhammad Abubakar)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Diduga Sarat KKN Masyarakat Minta Penegak Hukum Proses Rekanan Nakal
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    6 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    7 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    8 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved