www.riaukontras.com
| Dinas Sosial Aceh Razia Gepeng | | Dubes Singapura Dampingi Menteri Airlangga Buka Outlet Fashion | | HUT Ke 73, Zidam IM dan Yonzipur 16 Gelar Syukuran | | Kapolsek Benai Lakukan Penyuluhan Narkoba di SMPN II Senjato Raya | | TNI dan Masyarakat Buka Kuala Krueng Sabee | | Dandim Tinjau Lokasi Banjir Aceh Jaya
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 17 Oktober 2018
 
Rehabilitasi Gedung KNPI Bengkalis, Diduga Sarat Korupsi
Editor: | Selasa, 02-10-2018 - 10:43:49 WIB

TERKAIT:
 
  • Rehabilitasi Gedung KNPI Bengkalis, Diduga Sarat Korupsi
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com - Proyek Peningkatan dan Rehabilitasi Gedung KNPI Bengkalis yang dianggarkan pada tahun anggaran 2016 diduga sarat korupsi.

    Hal ini bermula dari pelelangan sampai akhir pekerjaan. Pada proses lelang sudah tampak terjadinya KKN, yang mana perusahan memenangi tender sudah diseting oleh panitia.

    Proses lelang diundur dikarenakan perusahaan pemenang tendes yakni CV. Ruban belum memiliki SBU, hal ini nampak pada tanggal dikeluarkannya SBU CV. Ruban pada tanggal 30 agustus 2016 sama dengan tanggal masuk penawaran.

    Menurut salah satu peserta lelang Ahmat  Paket Peningkatan dan Rehabilitasi Gedung KNPI Bengkali ini sudah diseting oleh panitia siapa pemenangnya, nampak pada penundaan masuk penawaran yang mana SBU CV. Ruban terbit sama dengan tanggal masuk penawaran, dan yang membawa perusahaan tersebut adalah ketua KNPI Bengkalis yang juga merupakan anggota DPRD Bengkalis.

    Masih menurut Ahmat pekerjaan tersebut cukup tinggi untungnya dan ada indikasi mark up. Saya banting 20 % saja masih banyak untungnya. Dari pantauan wartawan di lapangan ada pekerjaan yang tidak dikerjakan yakni Pembangunan Rumah Jaga type 45  dan tower air yang mana pekerjaan tersebut ada dalam RAB.

    Dari konfirmasi wartawan kepada pelaksana pekerjaan Leman/ako tidak dikerjakannya pekerjaan tersebut dikarenakan pekerjaan tersebut kurang bermanfaat maka dilarikan ke pekerjaan yang lain yang volumenya kurang seperti pekerjaan plafond. Hal sama juga di katakan PPTK , CCO dikarenakan banyak volume pekerjaan yang kurang oleh perencanaan, kalau dikerjakan rumah jaga bangunan induk tidak selesai sempurna karna volume pada plafon, dinding kurang.

    Menurut Ahmat itu alasan PPTK dan Kontraktor saja, masak perencanaan salah dan lagi setahu saya CCO itu hanya 10% dari nilai proyek. Kalau dua item itu saya rasa sudah lebih dari 10%, itu sudah menyalahi aturan dan ada indikasi KKN. Tambah Ahmat yang bekerja dilapangan pun bukan Kontraktor yang bersangkutan.

    Saya menghimbau kepada pihak penegak hukum untuk mengusut Pekerjaan Peningkatan dan Rehabilitasi Gedung KNPI Bengkali dari proses lelang hingga akhir pekerjaan dimana saya melihat banyak terjadi KKN di proyek tersebut.

    sumber: radapekanbaru

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Rehabilitasi Gedung KNPI Bengkalis, Diduga Sarat Korupsi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    5 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    6 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    7 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    8 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
    9 Wakil Bupati Minta Bupati Nias Barat Copot Kadis BPKPAD dan Kuasa BUD
    10 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved