www.riaukontras.com
| Dinilai Menyalahi Ketentuan, APK Paslon Bupati Dan Wakil Dibongkar Paksa Bawaslu Bengkalis | | Bupati Pelalawan Resmikan Listrik 14 Jam Empat Desa di Kecamatan Kuala Kampar | | Peringati Hari Kesaktian Pancasila Di Instruksikan Secara Virtual | | Pj Bupati Bengkalis Kunjungi KPU Bengkalis | | Dinilai SKPP Cacat Hukum, Kapolres Nias Selatan di Prapradilan ke PN Gunungsitoli | | Peduli Petani Sawit dan Singkong, Samda Kampanye Dialogis Di Desa Pinggir
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Kamis, 01 Oktober 2020
 
Banda Aceh
Hentikan Politik Pecah Belah, Aceh Tidak Butuh "KAMI"
Editor: Muhammad Abubakar | Selasa, 15-09-2020 - 08:50:53 WIB

TERKAIT:
 
  • Hentikan Politik Pecah Belah, Aceh Tidak Butuh "KAMI"
  •  

    BANDA ACEH, RIAUKontraS.com - Munculnya kelompok yang menamakan KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) oleh beberapa tokoh Nasional, dengan isu menyelematkan Indonesia pada tanggal 18 Agustus 2020 di Jakarta, di tengah masa pandemic Virus Covid-19 yang semakin meningkat di Indonesia dan juga di Aceh terus bertambah dengan signifikan.

    Kondisi saat ini semestinya bukan waktunya mengumpulkan massa, namun harus mendukung setiap jebijakan pemerintah untuk mempercepat proses penanggulanan wabah Corona ini, demikian disampaikan oleh Ketua PW-IWO (Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online) Provinsi Aceh, Muhammad Abubakar, Senin (14/09/2020) di Langsa.

    "IWO sebagai organisasi profesi jurnalis yang anggotanya para wartawan dari berbagai media Online sangat berharap percepatan pembangunan infrastruktur di Provinsi Aceh berjalan lancar, terutama pembangunan jalan di Aceh Timur yang secara khusus untuk menopang kelancaran roda perekonomian masyarakat setempat.

    Masyarakat Aceh tidak butuh "KAMI", rakyat butuh pembangunan infrastruktur yang harus dilanjutkan dan sudah menjadi prioritas pemerintah baik pusat maupun daerah.

    "Kita sangat mendukung kebijakan pemerintah, baik kebijakan pemerintah  pusat umum nya dan khususnya kebijakan Aceh, terutama dalam pelaksanaan program proyek MYC (Multi Years Contract), yang akan berdampak positif terhadap kegiatan perekonomian masyarakat.

    Selain itu, Aceh saat ini setiap harinya terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 yang sudah mencapai 2647. Dengan positif mencapai ratusan perhari nya yang tersebar di sejumlah Kabupaten / Kota di seluruh Provinsi Aceh, mestinya tokoh-tokoh tersebut membantu pemerintah menekan angka terbesut tidak lagi meningkat.

    Kita berharap, para tokoh tokoh tidak tidak memanas-manasi dan mengadu domba masyarakat untuk melakukan aksi-aksi yang berpotensi munculnya Cluster penyebaran Covid-19 dengan aksi aksi yang tidak bermanfaat.

    Dengan kondisi Aceh saat ini sudah aman dan sudah mulai menata pembangunan infrastruktur, Pak Jokowi baru saja meresmikan jalan Tol, yang Aceh – Lampung beberapa waktu lalu ini merupakan kepedulian yang luar biasa untuk masyarakat Aceh," tambahnya.

    Saya mengharapkan jangan ada lagi politik pecah belah masyarakat, kita dukung saja pemerintah ini dan kita kawal jangan terjadi penyimpangan dan Korupsi," pintanya.

    IPPAT sebagai organisasi pemuda dan mahasiswa Aceh Timur sangat berharap percepatan pembangunan infrastruktur tersebut segera berjalan, terutama pembangunan jalan di Aceh Timur yang secara khusus untuj menopang kelancaran roda perekonomian masyarakat setempat.

    Ketua umum IPPAT, Suryadi, S. Pd mengatakan "pembangunan infrastruktur harus dilanjutkan dan menjadi prioritas pemerintah.

    "Kita sangat mendukung pemerintah Aceh dalam pelaksanaan program proyek MYC ini, karena mengingat kondisi infrastruktur jalan di pedalaman Aceh Timur hingga saat ini masih kurang memadai.

    Hal inilah yang menjadi harapan masyarakat selama ini. Dengan adanya percepatan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pedalaman Aceh Timur akan berdampak positif terhadap kegiatan perekonomian masyarakat.

    "IPPAT akan berdiri di garda paling depan untuk memperjuangkan program positif guna mendongkrak perekonomian masyarakat di Aceh Timur dan kami juga siap mengawal segala macam bentuk penyelewengan yang dapat merugikan rakyat, "tulis Azmi Zaipa dalam rilis yang di sampaikan ke media ini, Senin (14 September 2020.

    "Azmi Zaipa salah seorang pengurus IPPAT dan juga berasal dari kecamatan Lokop yang terdampak dalam pelaksanaan proyek MYC mengatakan "Masyarakat disini sangat mengharapkan pembangunan jalan, karena di wilayah kami ketika musim hujan jalanan akan penuh dengan lumpur dan sebaliknya ketika musim kemarau jalan dipenuhi dengan debu. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat.".

    Terkait adanya polemik antara legislatif dan eksekutif dalam program proyek MYC, IPPAT berharap kedua lembaga ini dapat mengutamakan harapan dan kepentingan masyarakat umum.

    "Harapan-harapan masyarakat menjadi salah satu penggerak bagi kami untuk mendukung dan sangat berharap agar proyek MYC ini tetap berjalan." tutupnya.(***)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Hentikan Politik Pecah Belah, Aceh Tidak Butuh "KAMI"
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved