www.riaukontras.com
| Pungut Biaya Perpisahan, LSM Minta Aparat Hukum Usut Kasus Pungli di SMA Negeri 3 Siak Hulu | | Masyarakat Teriak, Pak Presiden Jokowi Periksa Pemkab Bengkalis Terkait BST | | Bupati Inhil Sambut Baik Kujungan Kunker dari DPD RI Komite II Riau, Edwin Pratama Putra | | Memutuskan Penyebaran Covid-19, Upika Minas Lakukan Ini | | | | Plt Bupati Bengkalis Nonaktif Muhammad Buron 5 Bulan, Akhirnya Ditangkap
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 11 08 2020
 
Banda Aceh
Pekola Pintu Masuk Bagi Penegak Hukum Untuk Memeriksa Pejabat Kota Langsa
Editor: Muhammad Abubakar | Kamis, 09-07-2020 - 22:07:50 WIB

TERKAIT:
 
  • Pekola Pintu Masuk Bagi Penegak Hukum Untuk Memeriksa Pejabat Kota Langsa
  •  

    BANDA ACEH, RIAUKontraS.com - Kasus PT. Pekola Langsa, merupakan pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk memeriksa sejumlah pejabat di Kota Langsa Provinsi Aceh terkait penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan proyek. Hal ini disampaikan ketua umum Laskar (Lembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya) Teuku Indara alias Popon.

    Ia mendesak aparat penegak hukum untuk segera menurunkan teamnya menelusuri semua kegiatan pekerjaan proyek di Pemerintah Kota Langsa, baik yang bersumber dari APBK, APBA, Otsus maupun APBN.

    Menurut Teuku Indra, dalam beberapa tahun ini, sejumlah proyek di Kota Langsa terindikasi menyalahi aturan dan spek.

    Ketum LASKAR itu, mengatakan ada beberapa pekerjaan fisik yang terpantau olehnya diduga kuat menyalahi aturan seperti pengadaan boat pada Dinas Parawisata, pembangunan jalan pada dinas PUPR dan swakelola yang dilakukan pada hutan Kota oleh dinas PUPR Kota Langsa," tulis Teuku Indra dalam rilis yang di sampaikan ke media ini, Kamis 09 Juli 2020.

    "Teuku Indra meminta kepada pihak Kepolisian dan Kejaksaan harus segera bekerja terhadap hal ini untuk menyelamatkan dugaan kerugian uang Negara sesuai amanat Undang-undang dan arahan Presiden Jokowi pada acara hari bhayangkara beberapa waktu yang lalu," tulisnya.

    Lebih lanjut disebut kan, ia menghimbau kepada masyarakat, mahasiswa serta seluruh elemen masyarakat Kota Langsa turut perduli dan prihatin dengan kondisi Kota Langsa saat ini.

    Menurut nya, efek dari terjadinya kerugian uang negara maka masyarakatlah yang mengalami kerugian nyata.

    Hasil investigasi LASKAR, beber Teuku Indra. Selam beberapa hari berada di Kota Langsa banyak ditemukan fakta yang cukup memprihatinkan dengan beberapa kelompok masyarakat.

    Contohnya, kata Teuku Indra, masyarakat pesisir kota Langsa yang hidup di bawah garis kemiskinan seperti tidak tersentuh tangan pemerintah Kota Langsa.

    Pihaknya berharap Wali Kota Langsa lebih fokus membangun usaha rumah tangga dan home industri yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakatnya daripada menginvestasikan anggaran milyaran rupiah ke hutan wisata yang di kelola oleh PT. Pekola yang sudah beberapa tahun tidak dapat menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga terkesan sia-sia saja," ungkapnya.

    Masih menurut Ketum LASKAR jika PAD yang dihasilkan oleh PT. Pekola selama ini, bisa di ibaratkan hanya cukup untuk beli "congkel gigi" saja dengan investasi yang begitu besar sampai Milyaran Rupiah.

    " Oleh karena itu, tambah Teuku Indra lagi, lebih baik hutan kota itu dikelola oleh perusahaan swasta yang lebih profesional atau kelompok masyarakat Gampong secara bergiliran. Saya pikir itu akan lebih baik dalam menghasilkan PAD serta berguna untuk membuka lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Langsa.

    LASKAR akan terus berjuang untuk masyarakat Kota Langsa dalam mendapatkan keadilan dan hak-haknya sebagai masyarakat," tegasnya.

    LASKAR berharap Walikota Langsa dapat merespon niat baik ini demi kesejahteraan masyarakatnya bahkan jika tidak menyalahi aturan maka penghasilan dari hutan kota di berikan sekian persen untuk membantu fakir miskin dan yatim piatu di Kota Langsa ini agar benar-benar keberadaan hutan kota yang telah mendapatkan suntikkan dana puluhan Milyar Rupiah tersebut dapat bermanfaat untuk masyarakat dan daerah secara nyata," tutupnya.

    Penulis: Muhammad Abubakar

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Pekola Pintu Masuk Bagi Penegak Hukum Untuk Memeriksa Pejabat Kota Langsa
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    6 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    7 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved