www.riaukontras.com
| Satbrimob Pelopor Aramiyah Gotong Royong Bersama Warga Alur Meuku | | Reses Terakhir Desa Mudik Ulo, Komperensi Dapat Apresiasi dari Masyarakat  | | PT. PKLE Didepak Dari Hutan Magrove, LSM LASKAR Minta PT. Perkola Jangan Galau dan Lebay | | Raih WTP BPK-RI 9 kali berturut-turut Bupati Mursini di Apresiasi oleh ketua DPRD Kuansing  | | Praktisi Hukum, Apul Sihombing SH MH, Penegakan Hukum dalam Kasus Karhutla Jangan Ada Tebang Pilih | | Polisi Lidik Pelaku Kembakaran Lahan Kecamatan Rangsang
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 08 Juli 2020
 
Langsa
Tanggapi Aksi Demo Warga, Ini Jawaban Geuchik Gampong Kuala Langsa
Editor: Muhammad Abubakar | Selasa, 02-06-2020 - 22:45:39 WIB

TERKAIT:
 
  • Tanggapi Aksi Demo Warga, Ini Jawaban Geuchik Gampong Kuala Langsa
  •  

    LANGSA, RIAUKontraS.com - Perwakilan warga Desa (Gampong) Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, usai melakukan aksi demo di Kantor Geuchik (Kepala Desa) setempat lansung melaporkan kepada DPRK (Dewan Perwakilan Rakyat Kota) Langsa, Selasa (02/06/2020).

    Kedatangan 15 orang dari perwakilan warga itu, diterima lansung oleh Ketua DPRK Langsa, Zulkifli Latif dan anggota Komisi A DPRK, Hj Rosmawati, sekira pukul 14.00 Wib diruang kerjanya.

    Koordinator aksi Iskandar, pada Riaukontras.com mengatan aspiarasinya pada wakil rakyat yang ada di DPRK Langsa, bahwa Geuchik Gampong (Kepala Desa) Kuala Langsa tidak transparan dalam mengelola ADG (Alokasi Dana Gampong) atau ADD (Alokasi Dana Desa) tahun anggaran 2019 dan kami  menduga telah terjadi korupsi dalam pengelolaan dana desa," jelas Iskandar usai melakukan pertemuan dengan wakil rakyat.

    Sementara itu Kepala Desa (Geuchik Gampong) Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat Rusmadi kepada Riaukontras.com, Selasa 02 Juni 2020 aksi demo yang dilakukan oleh beberapa orang warga merupakan pesanan lawan politik. "Aksi demo yang dilakukan oleh beberapa orang itu merupakan pesanan, ada aktor politik di belakang mereka, yaitu lawan politik saya, yang tidak senang dengan saya," jelas Rusmadi.

    Lebih lanjut dikatakan, ada poin yang tidak dianggarkan dalam APBDesa atau APBG (Anggaran Pendapatan Belanja Gampong) seperti untuk PKK yaitu pengadaan piring. Sedangkan untuk pengurusan Sertifikat Tanah, anggaran nya sudah terealisasi untuk biaya pengukuran 314 Persil tanah dari 500 Persil yang kita ajukan ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) yang disetujui hanya 314 Persil," sambung Rusmadi.

    Ditambahkan nya, untuk pembangunan Meunasah, memang sebelumnya kita rencanakan untuk menunggu bantuan lain dari dana aspirasi dewan, karena ada perubahan draf. "Sudah kita  draf baru, Meunasah nya kita geser ke samping mesjid, karena ada pro kontra maka nya kita suruh buat terus, warga banyak yang protes makanya kita kerjakan terus, dan anggaran cuma cukup untuk pondasi," lanjut Rusmadi.

    Masih kata Rusmadi, terkait mesin pengolah Sirup Magrove. Sudah dibeli separuh, dan mesin nya memang belum di beli karena keadaan Covid-19, kita tidak berani pesan, kalau belum dilihat langsung barangnya," ujar nya.

    Soal BLT-DD (Bantuan Lansung Tunai - Dana Desa) semua warga dapat kecuali Perangkat Desa dan ASN (Aparatur Sipil Negara). Gampong Kuala Langsa terdapat 600 KK (Kepala Keluarga) dari jumlah tersebut 197 KK merupakan KPM (Keluarga Penerima Manfaat).

    Setelah dikurangi yang menerima Bansos (BLT) dari Kantor Pos 283 KPM, PKH 78 KPM, Bansos melalui Bank BNI 32 KPM, dan Bansos melalui Bank BRI 22 KPM," pungkas Rusmadi.

    Sebelumnya puluhan warga Desa (Gampong) Kuala Langsa melakukan demo ke Kantor Desa (Geuchik) setempat. Para pendemo menuntut Kepala Desa (Kades) untuk transparansi dalam mengelola ADG (Anggaran Dana Gampong, Selasa, (02/06/2020).

    Dalam orasinya, salah seorang warga (Kordinator aksi) Iskandar mengatakan, bahwa warga sudah sangat resah dengan kebijakan yang diambil Geuchik Kuala  Langsa. Semua program Desa (Gampong) yang dibuat warga tidak pernah tahu.

    “Kalau Gampong lain, jelas sekali publikasinya dari hasil pekerjaan. Namun di Gampong Kuala Langsa hanya orang orang terdekat Geuchik saja yang diajak dan mengetahui nya," sebut Iskandar dalam orasinya.

    "Kami menduga Geuchik tidak transparan dalam mengelola dana Gampong tahun 2019, seperti proyek renovasi Meunasah Kuala Langsa sebesar Rp 25 juta. Pengadaan mesin pembuatan sirup Mangrove sebesar Rp 45 juta. Untuk hal ini, sudah kita coba minta klarafikasi sama Geuchik, namun  berdalih karena Covid-19 tidak bisa dikirim barang dari Medan.

    Para pendemo juga menuding belum terealisasi nya pengadaan piring PKK untuk tahun 2019. Selain itu, ada alokasi anggaran untuk pembuatan Sertifikat tanah Rp 50 juta, begitu juga dengan pemasangan batu prasasti pekerjaan 2019 belum juga terealisasi.

    ”Kami minta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini agar terang benderang," pinta warga.

    Setelah berorasi di depan Kantor Geuchik beberapa menit. Kemudian 15 perwakilan pendemo ditunjuk untuk melaporkan hal tersebut kepada DPRK (Dewan Perwakilan Rakyat Kota).

    Penulis: Muhammad Abubakar

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Tanggapi Aksi Demo Warga, Ini Jawaban Geuchik Gampong Kuala Langsa
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    7 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved