www.riaukontras.com
| Satbrimob Pelopor Aramiyah Gotong Royong Bersama Warga Alur Meuku | | Reses Terakhir Desa Mudik Ulo, Komperensi Dapat Apresiasi dari Masyarakat  | | PT. PKLE Didepak Dari Hutan Magrove, LSM LASKAR Minta PT. Perkola Jangan Galau dan Lebay | | Raih WTP BPK-RI 9 kali berturut-turut Bupati Mursini di Apresiasi oleh ketua DPRD Kuansing  | | Praktisi Hukum, Apul Sihombing SH MH, Penegakan Hukum dalam Kasus Karhutla Jangan Ada Tebang Pilih | | Polisi Lidik Pelaku Kembakaran Lahan Kecamatan Rangsang
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 08 Juli 2020
 
Aceh Timur
Diduga Nikahi Wanita Bersuami Dengan KTP Ganda Keuchik Alue Tuwi di Pecat dan Terancam Pidana
Editor: Muhammad Abubakar | Sabtu, 30-05-2020 - 10:32:34 WIB

TERKAIT:
 
  • Diduga Nikahi Wanita Bersuami Dengan KTP Ganda Keuchik Alue Tuwi di Pecat dan Terancam Pidana
  •  

    ACEH TIMUR, RIAUKontraS.com - Manusia memang makhluk yang haus kekuasaan demi tahta dan wanita apapun akan dilakukan. Hal inilah yang yang dilakukan oleh salah seorang warga di Kabupaten Aceh Timur. Pria paruh baya kelahiran Bayeun telah melakukan segala cara demi ambisi nya.

    Pria yang mengaku dirinya pernah menjadi mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dinyakini telah melanggar peraturan yang berlaku di NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dengan memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk) ganda dengan dua alamat masing-masing di Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Pidie.

    Selain memiliki KTP ganda pria yang bernama asli Muhammad Adam kelahiran Bayeun, pada 10/07/1972 ini juga diduga kuat telah menikah siri dengan salah seorang wanita yang diduga belum cerai secara resmi Menurut hukum dan undang-undang perkawinan yang berlaku di NKRI dengan suaminya.

    Akibat dari perbuatannya, Muhammad Adam yang baru saja beberapa bulan dilantik sebagai Kepala Desa (Keuchik) Alue Tuwi, Kecamatan Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh harus diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala Desa Alue Tuwi.

    Berdasarkan data yang didapat Riaukontras.com, Muhammad Adam dilantik menjadi Kepala Desa Alue Tuwi pada tanggal 10 September 2019 melalui SK (Surat Keputusan) Nomor 148.1/223/141/PEM/G/DEF/2019.

    "Namun selang berapa bulan, Muhammad Adam diberhentikan dari jabatan Kepala Desa Alue Tuwi pada 10 Maret 2020 melalui Surat Keputusan Nomor 148.1/06/141/PEM/PJ/DEF/2020, sesuai dengan Surat Gubernur Aceh Nomor 141/29480 tanggal 17 Oktober 2012, Surat Camat Rantau Selamat
    Kabupaten Aceh Timur Nomor 140/465 Tanggal 10 Maret 2020, Laporan Hasil Pemeriksaan Kasus Gampong Alue Tuwi Kecamatan Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur Nomor 01/ITKAB-LHPK/2020 tanggal 20
    Januari 2020.

    Penjabat Keuchik Gampong Alue Tuwi Kecamatan Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur Muhammad saat ditemui Riaukontras.com di Kantor Camat Kecamatan Rantau Selamat, Jum'at 29 Mei 2020 membenarkan mantan Keuchik yang sudah di Pecat oleh Bupati Aceh Timur memiliki KTP ganda dan diduga kuat telah menikah dengan wanita yang masih berstatus istri orang (atau belum resmi cerai secara hukum negara).

    "Benar mantan Keuchik Gampong Alue Tuwi memiliki KTP ganda, dia memiliki KTP di salah Gampong di Kabupaten Pidie, pada saat mencalonkan diri menjadi Kepala Desa, Muhammad Adam menggunakan Suket (Surat Keterangan), kita tidak tau Suket yang dia miliki asli atau dia buat buat," jelas Muhammad.

    Dikatakannya, sebelumnya suami dari wanita yang di nikahi secara siri oleh Muhammad Adam mantan Keuchik Alue Tuwi yang diberhentikan itu, pernah datang ke sini menemui Camat Kecamatan Rantau Selamat untuk melaporkan perbuatan Muhammad Adam," tambah nya.

    Lebih lanjut ditambah kan, suami wanita itu juga sudah melaporkan ke Polisi, namun karena saat itu yang dibawa KTP dak KK (Kartu Keluarga) copian, belum bisa di proses. Saya dengar suami wanita tersebut di suruh kembali lagi dengan membawa dokumen asli," sebut Muhammad.

    Sementara Muhammad Adam, saat di temui Riaukontras.com, Kamis 29 dan Jum'at 30 Mei 2020, membenarkan dia memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk) disalah satu Gampong di Kabupaten Pidie. Benar saya ada merekam KTP Elektronik di Kabupaten Pidie, tapi semua itu yang ngurus istri saya. Tapi saya tidak pake KTP yang di Pidie, waktu saya calon Keuchik dengan Suket," jelasnya.

    Terkait dengan isu saya nikah siri dengan istri orang itu tidak benar, istri saya yang sekarang, waktu saya nikah dengan dia sudah janda. Memang benar saya menikah secara siri, tapi ada surat wakilah dari wali. Saya menikah di Sabang, kalau suami dia mau nuntut, tuntut aja Teungku yang menikah kan saya dan wali nya.

    Dulu saya menikah dengan dia (Istri-RED) di telpon oleh mamak dia, mamaknya mengatakan kamu kawin saja dengan adek mu. Saya dengan istri siri ini masih ada hubungan famili, nenek saya dengan nenek dia saudara," jelas Muhammad Adam.

    Kalau suaminya yang dulu ribut ribut ya ambil balek istrinya, karena dia nikah dulu juga tidak ada surat nikah. Suaminya sengaja di jemput ke sana, oleh orang orang yang tidak senang dengan saya, makanya kejadian seperti ini," tambah Muhammad Adam.

    Berita ini jangan dimuat dulu, tunggu 14 hari, karena saya sedang melakukan PTUN terkait pemberhentian saya sebagai Keuchik Gampong Alue Tuwi. Kalau berita ini mencuat takut nya bisa berpengaruh terhadap upaya saya melakukan PTUN, karena saya di paksa menanda tangani surat pemeriksaan di Inspektorat," pungkas Muhammad Adam.

    Penulis: Muhammad Abubakar

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Diduga Nikahi Wanita Bersuami Dengan KTP Ganda Keuchik Alue Tuwi di Pecat dan Terancam Pidana
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    7 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved