www.riaukontras.com
| Raih WTP BPK-RI 9 kali berturut-turut Bupati Mursini di Apresiasi oleh ketua DPRD KuansingĀ  | | Praktisi Hukum, Apul Sihombing SH MH, Penegakan Hukum dalam Kasus Karhutla Jangan Ada Tebang Pilih | | Polisi Lidik Pelaku Kembakaran Lahan Kecamatan Rangsang | | Ditpolair Polda Riau Selamatkan Kerugian Negara 4,9 Milyar | | Kunker Kapolres Bengkalis ke Pembibitan Kayu Gerunggang | | Masa New Normal, Satlantas Polres Siak, Gencar Sosialisasikan Protokol Kesehatan, Tempel Stiker
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 08 Juli 2020
 
Aceh Utara
Diduga KKN Pengadaan Mesin dan Bibit Padi IF8 Diluar BUMG
Editor: Muhammad Abubakar | Senin, 18-11-2019 - 07:51:13 WIB

TERKAIT:
 
  • Diduga KKN Pengadaan Mesin dan Bibit Padi IF8 Diluar BUMG
  •  

    ACEH UTARA, RIAUKontraS.com - Diduga telah terjadi Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN) terhadap penggunaan Dana Desa yang bersumber dari dan APBN, ratusan petani di Desa Matang Tunoeng Kecamatan Lapang Kabupaten Aceh Utara terancam gagal turun ke sawah pada masa tanam akhir 2019. Hal itu karena mesin pompa air untuk jaringan irigasi dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 belum dapat dimanfaatkan oleh petani.

    Pengadaan mesin pompa air dan pipa penyedot diduga tidak sesuai hasil musyawarah pembangunan Desa (Musrenbangdes) tahun 2018 Desa Matang Tunoeng Kecamatan Lapang Kabupaten Aceh.

    Menurut H. Ismail (61 tahun) yang juga mantan ketua Majelis Pemusyawaratan Desa (MPD) atau di Aceh dengan sebutan Tuha Peut, mengatakan dulu di Musrembangdes tahun 2018 ada pengadaan mesin pompa air 23 PK dan pipa 8 Inci.

    Lebih lanjut dikatakan H. Ismail, pengadaan mesin pompa dan pipa tidak sesuai hasil Musrenbangdes, karena pipa yang dibeli 6 Inci bukan 8 Inci seperti hasil Musrenbang, "kata nya.

    Ditambahkannya, pengadaan mesin pompa air itu anggaran tahun 2018, namun baru diadakan pada tahun 2019, itupun tidak sesuai dengan hasil Musrenbang dengan masyarakat. Bukan hanya itu lanjut H. Ismail lagi, "masyarakat sudah pernah ribut dimasa saya ketua Tuha Peut, namun karena Keuchik berjanji akan memperbaiki semuanya makanya warga memaafkan, sehingga terjadi perdamaian dengan warga.

    Tidak transparan nya penggunaan dana Desa membuat warga bertanya-tanya, apa lagi anggaran ADD tahun 2019 sudah ditarek 2 triwulan, namun belum terlihat ada tanda tanda pembangunan, kami warga tidak tau kemana uangnya, karena saya tidak lagi menjabat sebagai Tuha Peut (MPD), "jelas H. Ismail.

    "Waktu saya ketua MPD saja saya tidak bisa melihat Rencana Anggaran Belanja (RAB) setiap pembangunan, apa lagi sekarang saya sudah jadi warga biasa, "pungkas H. Ismail.

    Hal yang sama juga disampaikan salah seorang tokoh masyarakat setempat Muzakir A.Ma. Menurutnya, seharusnya sisa anggaran tahun 2018 harus masuk dalam Rekening Desa sebagai Silpa untuk digunakan pada periode 2019, hal ini tidak dilakukan, kami tidak tau dana itu di simpan di Rekening siapa, "terang Muzakir.

    Begitu juga dengan pengadaan mesin pompa dan pipa dengan menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2018 tidak sesuai dengan hasil Musrenbangdes. Akibatnya masyarakat terancam gagal turun ke sawah, padahal sudah kenduri untuk turun ke sawah, karena tidak ada air, "tambah Muzakir.

    Keuchik Matang Tunoeng Kecamatan Lapang Kabupaten Aceh Utara Teungku M. Yusuf saat dikonfirmasi wartawan mengatakan dirinya tidak tau menjelaskan. Karena menurutnya yang tau mengenai penggunaan anggaran hanya Bendahara Desa.

    Kepada wartawan www.riaukontras.com, Minggu 17 November 2019 Bendahara Desa Muhammad Yanis (35 tahun) didampingi Kepala Desa Tengku M. Yusuf mengatakan, agaran Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2019 sudah ditarek 2 tahap yaitu triwulan I & II, benar kami sudah mencairkan ADD tahun 2019 untuk tahap I & II tapi tidak ada untuk pekerjaan fisik.

    "Tidak ada untuk fisik tahap 1&2, ada lebih untuk 1 unit rumah duafa Rp 70 juta, tidak berani dilaksanakan oleh Plt Bendahara. Karena dia Plt karena dalam Surat Keputusan (SK) pengangkatan dia ada tertulis kalau saya tidak terpilih dalam pemilihan Keuchik pada 25 November nanti, maka saya akan menjabat sebagai Bendahara Desa lagi, "jelas Muhammad Yanis.

    Penarikan Dana Desa tahap I & II tahun 2019 yaitu untuk pengadaan bibit padi IF8 Rp 30 juta diluar BUMG. Sedang untuk modal Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Rp132 juta, untuk BUMG bersamaan Rp 50 juta.

    Untuk pengadaan mesin dan pipa lanjut Muhammad Yanis, sebenarnya kami sudah rugi karena kesalahan pembuat Rencana Anggaran Belanja (RAB). Dalam RAB hanya disebutkan cuma mesin dan pipa tidak ada sebutan lain lain, disaat kami membeli barang sudah tidak sesuai dengan apa yang tertulis di RAB, "tambah Muhammad Yanis.

    Selain tidak sesuai anggaran dengan RAB, tambah Muhammad Yanis lagi, anggaran nya cair akhir bulan Agustus 2018. Dalam RAB disebut kan 2 unit mesin 23 Pak dengan anggaran Rp 49 Juta. Waktu kami beli ke Medan mesin Yanmar 23 PK Rp 28.500.000 perunitnya, untuk 2 unit sudah Rp 57 Juta, "sambung Muhammad Yanis.

    "Untuk pipa juga berubah, kilah Muhammad Yanis lagi, "benar dari hasil Musrenbang usulan memang 8 Inci, kami beli yang 6 Inci, karena 6 atau 8 sama saja, "sambung Muhammad Yanis lagi.

    Kami dari tahun 2017 sudah mengalokasikan anggaran untuk BUMG sekitar Rp 330 juta untuk biaya isi air ke sawah dan beli padi, begitu juga anggaran 2018.

    Sedangkan untuk anggaran BUMG 2019 masih dalam Kas, karena kami tidak tau mau menggunakan kemana dana BUMG yang sudah di plot kan.

    Masyarakat Desa Matang Tunoeng sangat berharap Inspektorat Kabupaten Aceh Utara dapat transparan dalam melakukan audit Dana Desa di Gampong Matang Tunoeng. Mereka juga berharap kepada penegak hukum untuk mengusut dugaan penyelewengan dana Desa di Gampong itu.(Muhammad Abubakar)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Diduga KKN Pengadaan Mesin dan Bibit Padi IF8 Diluar BUMG
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    7 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved