www.riaukontras.com
| Alumni SMEA Aceh Barat Gelar Reuni | | Wali Kota Teken Komitmen Tolak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak | | Terus Merugi Likwidasi atau Marger Solusi Untuk PTPN-I Aceh | | Gawat Proyek Ratusan Juta Ditengah Rawa Tidak Berfungsi | | Usai Dikerjakan Proyek Desa Abruk, Kata Kades Itu Tanggung Jawab Rekanan PU | | Kurang Pengawasan PTPN-I Aceh Setiap Tahun Rugi Puluhan Milyar
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 08 Desember 2019
 
Aceh Timur
Kuala Parek Potret Desa Gaib Penikmat Dana ADD di Aceh Timur
Editor: Muhammad Abubakar | Senin, 11-11-2019 - 16:37:45 WIB

TERKAIT:
 
  • Kuala Parek Potret Desa Gaib Penikmat Dana ADD di Aceh Timur
  •  

    ACEH TIMUR, RIAUKontraS.com - Lahirnya Undang undang tentang Pemerintahan Desa, diberangi dengan kucuran anggaran melalui Alokasi Dana Desa, mendapat respon positif dari berbagai pihak. Program pemerintah untuk mendongkrak Pembangunan dimulai dari tingkat yang paling bawah, yaitu tingkat Desa.

    Berdasarkan hasil penelusuran wartawan www.riaukontras.com, Senin (11/11/2019) tertuju kepada Desa (Gampong) Kuala Parek di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. Desa yang tidak berpenghuni pantas disebut Desa Hantu (Gaib) karena tidak didiami oleh warganya, tapi tetap menerima kucuran Alokasi Dana Desa (ADD) dari tahun 2015 hingga saat ini.

    Menurut pengakuan Syahrial Abdullah yang di sebut sebagai Kepala Desa (Keuchik Gampong) Kuala Parek, hingga saat ini belum menerima surat dari Kementerian terkait, agar kawasan ekosistem tepi pantai (tepi laut) dapat dimanfaatkan boleh masyarakat.

    Lokasi yang diklaim sebagai Desa tersebut berada tepat di sebelah utara pusat Kecamatan Sungai Raya. Kawasan hutan Magrove yang masuk dalam kawasan ekosistem itu diperkirakan tidak mencapai 1000 Hektar, merukapan pulau kecil yang diapit sungai dan bibir laut Selat Malaka, kini di klaim sebagai Desa Kuala Parek.

    Pertanyaan muncul kapan Desa tersebut jadi, berdasarkan penelusuran wartawan www.riaukontras.com, nama Desa Kuala Parek ditemukan berdasarkan bantuan perumahan dari International Organization for Migration pasca Aceh dilanda Tsunami pada 26 Desember tahun 2004 lalu.

    Saat itu International Organization for Migration melakukan pembangunan rumah di Desa Labuhan Keude Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur. Di lokasi lahan 2 Hekta berdiri rumah rumah bantuan yang diperuntukkan bagi korban yang disebut korban Tsunami.

    Diareal kawan hutan Magrove (Bakau) 900 Hektar persegi yang diklaim sebagai Desa Kuala Parek tidak ditemukan pemukiman warga, yang ada hanya balai sebagai tempat persinggahan para nelayan pada saat naik dari laut.

    Kepala Desa (Keuchik) Gampong Kuala Parek Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur Syahrial Abdullah saat ditemui wartawan www.riaukontras.com, Senin (11/11/2019) di salah satu warung di Desa Geulumpang Patong mengatakan, Desa Kuala Parek sudah ada semenjak jaman penjajahan Belanda pada tahun 1942, "Desa Kuala Parek ini sudah ada sejak tahun 1942 dari masa penjajahan Belanda dulu.

    Seluruh masyarakat (Warga) Desa Kuala Parek saat ini mendiami Desa Labuhan Keude Kecamatan Sungai Raya, diatas lahan 2 Hektar. Dulu pasca tsunami, International Organization for Migration (IOM) memberikan bantuan rumah kepada masyarakat, jadi hingga sekarang kami menempati kompleks perumahan Kuala Parek.

    Desa Kuala Parek kata Syahrial Abdullah, "kami selalu menerima kucuran Alokasi Dana Desa Rp 800 Juta lebih pertahun. Ada sekitar 75 Kepala Keluarga (KK) sekitar 400 Jiwa warga kami tinggal di kompleks pemukiman Kuala Parek, di Desa Labuhan Keude diatas lahan 2 Hektar. Semua uang Desa Kuala Parek yang kami terima digunakan untuk pembangunan di Desa Labuhan Keude, kami bangun Menasah, Tempat Pengajian Anak (TPA) dan tempat penyelenggaraan Administrasi Desa lainnya, "jelas Syahrial.

    Kami sudah mendapatkan ijin tinggal di Desa Labuhan Keude dimasa pemerintahan Azman, "tambah Syahrial lagi.

    Lebih lanjut dikatakan, Desa Kuala Parek memang tidak ada lahan untuk pemukiman penduduk makanya kami tinggal di Desa Labuhan Keude. Karena lokasi Desa kami masuk dalam kawasan hutan magrove yang dilindungi oleh pemerintah dengan luas areal 900 Hektar. Kami sudah melakukan perlawanan dengan Menteri, kami sudah menang, dari areal 920 Hektar, 120 Hektar dikembalikan ke masyarakat kami sudah menang, tinggal menunggu menteri memberikan suratnya, kami mulai berjuang dari tahun 2017 dan baru berhasil di tahun 2019, "jelas Syahrial.

    Masih kata Syahrial Abdullah, dalam masa kurun waktu 2 tahun kami menang gugatan dari Kementerian dari 920 Hektar, 120 Hektar sudah dilepas untuk masyarakat, dan sekarang kami sudah membuka 20 Hektar untuk Tambak (Kolam ikan) milik Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Desa Kuala Parek, dan pembukaan jalan baru untuk komplek pemukiman warga, " tambah Syahrial.

    'Anggaran Dana Desa untuk BUMG sudah mulai sejak tahun 2016, di Kuala Parek dan Desa Labuhan Keude. Kuala Parek secara nyata tidak ada namun secara yuridis (Historis) Desa Kuala Parek sudah ada semenjak jaman penjajahan Belanda pada tahun 1942. Kuala Parek sudah masuk dalam kawasan wisata bersyari'at Islam, "kilah Syahrial Abdullah lagi.

    Saat ditanya kapan warga akan mendiami Kuala Parek, Syahrial Abdullah menjawab, "warga untuk kembali masih wacana, belum ada kejelasan kapan. Pemindahan perdana belum tahu karena belum mengajukan permohonan pindah kepada pemerintah, kita siapkan tahap awal dulu untuk pembebasan lahan, "kilah Syahrial Abdullah lagi.

    Kuala Parek merupakan kawasan hutan magrove sudah ada sejak tahun 1942 dan pada tahun 1982 baru ditetapkan sebagai kawasan hutan magrove oleh pemerintah. Pembebasan hutan yang kami lakukan dari tahun 2017, Alhamdulillah pada tahun 2019 selesai.

    Sekarang kami tinggal di Desa Labuhan Keude. Dalam areal tanah 2 hektar, disitulah pemukiman Kuala Parek, semua pelayanan administrasi di pemukiman Kuala Parek Desa Labuhan Keude. Dua hektar lahan Desa Labuhan Keude khusus untuk Desa Kuala Parek, dan untuk roda pemerintahan Kuala Parek, namun demikian Fasilitas dan bangunan yang yang ada diatas lahan 2 Hektar itu milik masyarakat Kuala Parek,  "sebut Syahrial Abdullah.

    Kita membangun didua tempat, di komplek Kuala Parek di Desa Labuhan Keude, dan di Desa Kuala Parek, kami ada bangun Menasah, Kantor Keuchik dan TPA, di atas areal 2 Hektar di Desa Labuhan Keude, "ujar Kades Syahrial Abdullah.

    Saat ditanya apa yang telah dibangun dan bagaimana mengangkut material kelokasi, Syahrial Abdullah membantah pernyataan nya sendiri yang telah membangun yang di sebut kan sebagai Desa Kuala Parek, "tidakbada bangunan yang menggunakan batu, karena tidak ada akses untuk memasukkan material, pembangunan dengan menggunakan kayu, Dasa Kuala Parek merupakan pulau terluar di Indonesia yang wajib di isi, "kata Syahrial Abdullah lagi.

    "Jembatan darurat dari Rawang dengan dulu sudah dibangun melalui aggaran dari PIP Rp 200 juta, kemudian pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jembatan hingga Miliaran Rupiah, namung hingga saat ini tidak kunjung selesai, "beber Syahrial Abdullah.(Muhammad Abubakar)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Kuala Parek Potret Desa Gaib Penikmat Dana ADD di Aceh Timur
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved