www.riaukontras.com
| Diduga Bantuan BPNT Dikorupsi, 6 Kabupaten di Lapor ke Kejati SulSel | | Jadi Tersangka, Jusuf Rizal: Itu Resiko Pemimpin LSM LIRA yang Tegas | | FPII Kuansing: Tidak Hanya Kades,Istri Kades pun di Sinyalir Ikut Serta dalam Pemungutan Dana BLT-DD | | Sat Reskrim Polres Bengkalis Tangkap Pelaku Diduga Maling, Ternyata Penyabu | | Persiapan Penanaman Perdana PSR, Distan Bengkalis Langsung Cek Bibit Sawit, Idris Mengaku Puas | | Warga Bengkalis Keluhkan Puskesmas Tidak Layanin Rapid Test
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Kamis, 04 Juni 2020
 
Aceh Utara
Menyedihkan Balita 1,5 Tahun Jadi Petualang Jalanan Club Vespa Sikuter
Editor: Muhammad Abubakar | Selasa, 22-10-2019 - 23:09:37 WIB

TERKAIT:
 
  • Menyedihkan Balita 1,5 Tahun Jadi Petualang Jalanan Club Vespa Sikuter
  •  

    ACEH UTARA, RIAUKontraS.com - Getirnya hidup karena terlahir dari keluarga jalanan, membuat Iza balita (1,5 tahun) harus merasakan kejamnya kehidupan. Berbeda dengan balita seusianya, semenjak masih dalam kandungan anak ini sudah dibawa ke jalanan oleh orang tuanya.

    Anak pasangan Rian (26 tahun) dan Dewi (20 tahun) warga Kecamatan Muaro Sijujung Kabupaten Sijujung, Provinsi Sumatra Barat ini harus merasakan kejamnya kehidupan.

    "Di siang hari ia merasakan perihnya sengatan mata hari, disaat senja harus merasakan dinginnya malamnya. Selama dalam perjalanan ia bersama kedua orang tuanya, hanya mampu mengharapkan belas kasih dari orang orang. Untuk tidur malam, Iza tidur diemperan, atau mencari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terdekat.

    "Iza harus menerima nasib terlahir dari pasangan suami istri petualang jalanan, saban hari harus berhadapan dengan teriknya mata matahari dan rintikan hujan.

    "Alasan ingin mengetahui budaya daerah lain dan ingin belajar dari jalanan kedua orang tua Iza, tidak bisa diterima akal sehat.

    Karena menurut Rian, saat ditemui wartawan media ini, Selasa (22/10/2019) di SPBU Menasah Rantau, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh, mengatakan dirinya melakukan turing, dengan bertualang dengan Sepeda Motor Vespa butut, layaknya Gelandangan Pengemis (Gepeng) hanya untuk mengenal adat adat daerah dan ingin belajar perbengkelan.

    Menurut pengakuan nya, selama ini Rian bekerja sebagai tukang las di salah satu bengkel di Sumatera Barat. "Saya sudah melakukan perjalanan seperti ini sejak tahun 2006, rencananya setelah pulang dari Sabang, saya berniat untuk mengelilingi Papua, "jelasnya.

    Lebih lanjut, Rian mengisahkan, dirinya dalam Komunitas Vespa Muaro Sijunjung Sikuter Independen (Masin) dengan 11 anggota.

    Selama dalam perjalanan, kata Rian, "masyarakat Aceh paling baik, warga Aceh masih bisa nerima kamu. Daerah paling yang paling rawan pernah kami lalui diantaranya Rantau Prapat di Sumatera Utara, Tulang Bawang dan Masuji di Provinsi Lampung.

    Saat ditanya, apakah di daerah yang disinggahi ada Komunitas yang akan menyambut mereka, dengan gamblang dia menjawab ada. "Setelah sampai di daerah yang di tuju, kami akan di sambut oleh komunitas Vespa di daerah itu, "jelas Rian singkat.(Muhammad Abubakar)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Menyedihkan Balita 1,5 Tahun Jadi Petualang Jalanan Club Vespa Sikuter
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    7 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    8 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
    9 Hanya Karna Rupiah, Kepala Sekolah SMK 3 Lahewa Larang Siswi Ikut Ujian
    10 Polemik Pembangunan Jalan TOL di Riau Menggurita, Dana APBN Diduga Menjadi Dana Talangan
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved