www.riaukontras.com
| Dumai Masyarakat dan Pemuda Tanjung Penyebal Besok Menolak Mobil PT Surya Dumai Ambil Air | | KNPI Protes PT Surya Dumai Ambil Air Dari Lingkungan Parit Masyarakat Penulis E,Marpaung, | | Apul Sihombing, SH, MH Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Calon Dari Partai PDIP | | Babinsa Pulau Burung Laksanakan Pendampingan KB-Kes di UPT Puskesmas Kecamatan Pulau Burung | | Kejuaraan Tinju Amatir Piala Pangdam IM CUP II Memasuki Session Kedua 13 Tim Bertanding | | Sertijab Pangdam XVII Cenderawasih, Dua Kodam di Papua Dipimpin Putra Daerah
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Kamis, 19 09 2019
 
Aceh Utara
FDPK-DK Kemendikbud Desa Adat Alue Ie Mirah Makam Sultan Amir Dan Coet Pusu Singgasana Raja
Editor: Muhammad Abubakar | Selasa, 10-09-2019 - 19:10:33 WIB

TERKAIT:
 
  • FDPK-DK Kemendikbud Desa Adat Alue Ie Mirah Makam Sultan Amir Dan Coet Pusu Singgasana Raja
  •  

    ACEH UTARA, RIAUKontraS.com - Fasilitator Desa Pemajuan Kebudayaan (FDPK) Dirjen Kebudayaan (DK) Kemendikbud Republik Indonesia melakukan pengambilan dokumen tentang Adat dan Resam Aceh yang terus di praktekan secara turun temurun di bumi Serambi Mekkah. Pengambilan dokumentasi itu di lakukan di Gampong Alue Ie Mirah Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh, Selasa (10/09/2019).

    Ketua Tim Fasilitator dan Kurator bagian Imajinasi dan Kemajuan Kebudayaan Desa Direktorat Kebudayaan Ferry Adwin Sirait kepada media ini mengatakan, selain Desa Alue Ie Mirah ada tujuh Desa lain yang telah dilakukan pengambilan dokumentasi.

    "Untuk Gampong Alue Ie Mirah kata Ferry, "pihaknya akan melakukan dokumentasi tentang Rapai Pase, Dalail Khairat dan Alu Tunjang, Peusijuek (sayam) yang masih digunakan secara turun temurun oleh masyarakat Aceh. Rencananya ke delapan Desa itu akan dijadikan sebagai Desa Budaya percontohan di Indonesia.

    Mereka akan berada selama tiga hari di Kabupaten Aceh Utara untuk melakukan Sinkronisasi Dokumen Perencanaan (SDP) Pokok Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMDes). 

    Melakukan Perencanaan Partisipatif (Program Usulan Pemajuan Kebudayaan di Tingkat Desa) untuk persiapan seminar dan ekspose model perencanaan Desa berbasis kebudayaan dalam Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) dengan Thema "Imajinasi Pemajuan Kebudayaan Desa" pada tanggal 7 s/d 13 Oktober 2019 di Istora Senayan.

    Diharapkan kedepan RPMJ Desa agar memasukkan program kebudayaan, karena sudah termasuk dalam Undang Undang Kebudayaan. Hal itu dilakukan untuk menyakinkan masyarakat bahwa kebudayaan itu jantungnya Indonesia.

    Dikatakan nya selama ini Undang Undang tidak memberikan kewenangan Desa untuk mengelola kebudayaan, dengan lahirnya Undang-undang Kebudayaan dan Undang-undang tentang Pemerintahan Desa, diharapkan setiap Desa mampu mengembangkan kebudayaan masing masing daerah, "ujar Ferry.

    Hal yang sama juga dikatakan oleh salah seorang anggota tim Fasilitator dan Kurator bagian Imajinasi dan Kemajuan Kebudayaan Desa Direktorat Kebudayaan Zulkarnaen, kepada media ini menyebutkan banyak daerah yang sebenarnya memiliki potensi sebagai Desa Mandiri seperti desa Salawu Kabupaten Tasik Malaya ProvinsiJawa Barat, mereka terkenal dengan produk bambu yang di jaga dan diolah secara turun temurun oleh warga di sana jelasnya.

    Kedelapan Desa yang akan dijadikan Pilot Projek diantaranya Desa Salawu Kabupaten Tasik Malaya, Desa Penggarit Kabupaten Pemalang, Desa Tapan Kabupaten Tulungagung, Desa Alue Ie Mirah Kabupaten Aceh Utara, Desa Panggungharjo Kabupaten Bantul, Desa Kutub Kabupaten Bandung, Desa Bumiayu Kabupaten Panukal Abad Lematang Ilir, dan Desa Poto Kabupaten Sumbawa.

    Sementara itu Keuchik (Kepala Desa) Gampong Alue Ie Mirah Teungku Muktaruddin S.Pd mengatakan dengan dilakukan pengambilan dokumentasi adat dan budaya Aceh diharapkan Desa mereka akan menjadi destinasi wisata baik lokal maupun Nasional. 

    Karena menurut Teungku Muktaruddin Gampong Alue Ie Mirah juga memiliki situs sejarah yang perlu di lestarikan. Salah satu nya Makam Sultan Amir, Coet Pusu (Singgasana Raja) yang terletak di tengah sawah. Selain itu Desa tersebut juga masih ada warga yang memiliki peta dasar dimasa kerajaan jaman dulu dengan tulisan huruf jawo, Mendam (Tempat Air) yang masih ada sangkut pautnya dengan Kesultanan Pase, "jelas Muktaruddin.

    Harapannya kedepan Desa yang berpenduduk 130 Kepala Keluarga (KK) sekitar 500 Jiwa denga manyoritas petani akan mendapatkan penambahan Pendapatan Asli Desa (PAD) dari hasil kunjungan wisatawan.

    Amatan media ini dilapangan tim dari Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud yang beranggotakan tiga orang itu tidak didampingi oleh pejabat Pemerintahan Kabupaten Aceh Utara maupun Kecamatan Nibong, mereka hanya didampingi oleh Keuchik dan tokoh masyarakat setempat.(Muhammad Abubakar)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • FDPK-DK Kemendikbud Desa Adat Alue Ie Mirah Makam Sultan Amir Dan Coet Pusu Singgasana Raja
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved