www.riaukontras.com
| Punge Blang Cut dan Jaya Baru Jadi Gampong Layak Anak | | Lepas Kafilah MTQ Banda Aceh, Wali Kota Siapkan Bonus Terbaik | | Diduga Lakukan Pembakaran Lahan Pria 60 Tahun Diamankan Polisi | | Dandim 0314/Inhil Ikuti Sertijab Bersama 3 Dandim Lainnya | | Anggota DPRD Siak Periode 2019-2024 Resmi Dilantik | | Zulkifli, Ditetapkan Jabat Ketua Sementara DPRD Siak
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Kamis, 19 09 2019
 
Banda Aceh
Banda Aceh Layak dan Punya Kapasitas Menjadi Smart City
Editor: Muhammad Abubakar | Selasa, 30-07-2019 - 17:21:20 WIB

TERKAIT:
 
  • Banda Aceh Layak dan Punya Kapasitas Menjadi Smart City
  •  

    BANDA ACEH, RIAUKontraS.com -  Menjadi hari penting bagi Pemerintah Kota Banda Aceh dalam upaya pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) guna menunjang implementasi program smart city atau kota pintar. 

    Disaksikan langsung oleh Menkominfo RI Rudiantara, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama dengan Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jamalul Izza di aula Balai Kota, Selasa (30/7/2019).

    Aminullah juga meneken nota kesepahaman bersama dengan Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar, Wakil Bupati Aceh Barat Daya Muslizar. Di tempat yang sama, ia juga meneken MoU dengan Ketua Yayasan Penguatan Partisipasi Inisiatif Masyarakat Indonesia (Yappika) yang diwakili oleh Firman Mujadid serta Ketua Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Askhalani.

    Dengan pengimplementasian TIK dan Smart City, Aminullah bertekad menjadikan pelayanan publik semakin simple serta mudah dan memangkas rantai birokrasi sebagaimana diamanahkan oleh Presiden Jokowi pada berbagai kesempatan. "Apalagi Banda Aceh sudah terpilih sebagai salah satu pilot project  smart city di Indonesia."

    Dengan penandatanganan MoU antara pemerintah daerah dan APJII ini, kata Aminullah, diharapkan dapat mengnyinergikan program pihaknya dalam mewujudkan Banda Aceh sebagai kota pintar yang berkesinambungan. "Kami sangat mengharapkan peran APJII sebagai kolaborator antara kami dengan mitra APJII yang kami yakin sangat berkompeten di bidangnya," katanya.

    "Misalkan terkait infrastruktur, pengembangan dan peningkatan kapasitas SDM serta sektor lainnya. Dengan hal tersebut kami harapkan agar kami yang di Aceh ini akan sama infrastruktur dan kualitas SDM-nya dengan saudara-saudara kami yang ada di Pulau Jawa," katanya lagi.

    Pada kesempatan itu, wali kota juga memohon kepada Menkominfo untuk membantu pembangunan Gedung Network Operating Center  yang representatif di Banda Aceh. "Gedung tersebut akan menjadi tempat untuk mengawasi, mengendalikan, serta mencatat aktivitas jaringan yang sedang berlangsung. serta untuk memastikan semua layanan berjalan semestinya dan data-data antar SKPK dapat dimanfaatkan secara bersama dalam mendukung kami untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat." 

    "Dan terakhir pengharapan kami agar Pak Menteri berkenan membentuk atau menyetujui pembentukan Aceh Internet Exchange di Kota Banda Aceh. Hal ini tak lain dan tak bukan agar kecepatan internet di Aceh setara dengan daerah lain di Indonesia," katanya lagi.

    Sementara itu, Menteri Rudiantara berharap MoU tersebut bisa segera ditindaklanjuti dengan Memorandum of Action (MoA). "Ini juga untuk mendukung Banda Aceh yang sudah masuk ke dalam Gerakan Menuju 100 Smart City Indonesia, dan tentu tidak mudah untuk masuk 100 besar," katanya.

    "Sebelumnya, kami sudah meneliti 514 kabupaten/kota mana yang berpotensi terapkan program smart city. Salah satu syaratnya yakni kemampuan ruang fiskal; APBD dikurangi biaya rutin atau biaya yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan. Terus kotanya sustainable atau tidak. Dan Banda Aceh saya nilai layak dan punya kapasitas untuk menerapkan program smart city."

    Ia juga mengharapkan pemerintah daerah untuk berkerjasama dengan pihak ketiga dalam bangun infrastruktur TIK. "Saya mendorong Pak Wali untuk menerbitkan Perwal yang mengatur semua kabel utilitas harus di bawah tanah. apresiasi telkom sdh bawah tanah. Dengan begitu, kotanya semakin indah dan aspek pemeliharaan juga lebih mudah," katanya.

    Infrastruktur tersebut katanya menjadi pondasi smart city. "Selanjutnya mengenai aplikasi, studi tiru dengan yang telah ada di daerah lain, lalu sesuaikan dengan kebutuhan daerah."

    Ia juga mendorong pemanfaatan TIK di segala sektor pembangunan. "Misalnya di sektor kesehatan; sediakan internet di setiap puskesmas sehingga data semua pasien terinput. Jadi saat hendak berobat, masyarakat tidak ditanya lagi soal administrasi tapi langsung ke keluhan pasien. Begitu juga di sekolah-sekolah dan kantor pemerintah. Dengan program smart city, pelayanan kepada masyarakat harus lebih baik," pesannya.

    Sebagai informasi, nota kesepahaman yang ditandatangani antara Pemko Banda Aceh dan APJII memuat tentang Implementasi Gerakan Menuju Banda Aceh Smart City. Kemudian antara Pemko Banda Aceh dan Pemkab Aceh Tengah tentang pengembangan smart city dan e-government, dan dengan Pemkab Abdya tentang Replikasi Aplikasi E-kinerja.

    Sementara MoU antara Pemko Banda Aceh dan Yappika serta GeRAK memuat tentang pelaksanaan program pelayanan publik melalui optimalisasi penggunaan SP4N-LAPOR!, SIPP, dan e-learning kode etik ASN di Kota Banda Aceh.(Muhammad Abubakar/Rls)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Banda Aceh Layak dan Punya Kapasitas Menjadi Smart City
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved