www.riaukontras.com
| Siswa SMAN 1 Bernas Bersama SMKN 1 Pangkalan Kuras, Lakukan Penggalangan Dana Untuk Nika Efarina | | Bupati Inhil: RA Kartini Pioner Pejuang Kaum Perempuan | | Bupati Inhil: Revolusi Mental Perlu Dikuti Seluruh Pihak | | Satu Unit Rumah Hangus Dilalap Sijago Merah di Kec. Pangkalan Kuras | | Yuliasa Gulo SH Minta PPK Pangkalan Lesung Transparan, Jujur dan Adil dalam Perhitungan Suara | | Sekda Tengku Mukhlis Video Conference Bersama Pemprov Riau Laporkan Hasil Pemilu Tahun 2019
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 21 April 2019
 
Aceh Utara
KorKap dan Pendamping PKH Ancam Polisikan Wartawan di Ruang Polsek
Editor: Muhammad Abubakar | Jumat, 08-02-2019 - 14:38:07 WIB

TERKAIT:
 
  • KorKap dan Pendamping PKH Ancam Polisikan Wartawan di Ruang Polsek
  •  

    SYAMTALIRA BAYU, RIAUKontraS.com - Kordinator Kabupaten (KorKap) dan sejumlah pendamping PKH Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara, Jum'at (8/2) mengancam akan melaporkan wartawan media online www.riaukontras.com, yang juga ketua Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Aceh dan Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Utara ke Polisi dengan tuduhan melanggar UU ITE, di ruang Polsek Syamtalira Bayu.

    Ancaman itu disampaikan saat melakukan pertemuan dengan Kapolsek Syamtalira Bayu Hanafiah, Kepala Unit Bank BRI Bayu, KorKap PKH Aceh Utara dan sejumlah pendamping PKH Kecamatan Syamtalira Bayu, dan Keuchik Gampong Punti, terkait berita di media ini.

    DENGAN JUDUL

    *Penerima Dana PKH Protes Penarikan Uang Tidak Sesuai Print Out Bank*

    Sejumlah ibu-ibu peserta Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Punti, Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara mengeluh dan kecewa terhadap pencairan dana.

    Pasalnya, dana PKH yang mereka terima pada tahap akhir tahun 2018  tidak sesuai dengan jumlah yang masuk di buku rekening masing-masing. Bahkan terdapat delapn orang peserta  mengaku namanya telah diblokir dari kepesertaan penerima mamfaat dari PKH.

    Menurut mereka yang namanya diblokir ini merupakan penduduk Desa Punti, Kecamatan Syamtalira Bayu Kecamatan Aceh Utara, yaitu Mariana warga Dusun Kuta Coeh Desa Punti, Jusnita warga Dusun Pulo U, Nurhendri warga Dusun Tanjungan, Surnidah warga Dusun Kuta Coeh, Juliani warga Dusun Tanjungan, Zikriah warga Dusun Tanjungan, Husniati warga Dusun Kuta Coeh, Safruani warga Dusun Kuta Baroe.

    "Saya heran, yang menjadi pertanyaan kenapa dana masuk kerekening atas nama saya selaku peserta penerima mamfaat dari PKH sejumlah Rp 1.750.000, namun yang diserahkan cuma Rp 250 ribu, sisanya Rp 1,5 juta lagi kemana dan siapa yang menarik nya", ujar Safriani mewakili rekan nya saat ditemui media ini, Kamis (7/2/2019) yang didampingi Ketua  Yayasan Advokasi Rakyat Aceh perwakilan Aceh Utara.

    Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Syamtalira Bayu Maida saat dihubungi media ini melalui Henponnya, Kamis (7/2/2019) mengatakan dirinya tidak bisa memberikan keterangan, "kalau mau tau besok temui saya di Polsek, karena saya ada di Polsek besok pagi pukul 09:00 Wib, karena ada peserta yang namanya tertukar ATM, " jelas Maida singkat.

    Sementara itu, KorKap PKH Kabupaten Aceh Utara, Amru saat dihubungi media ini melalui Henponnya, Kamis (7/2/2019) mengatakan tidak mengetahui adanya kejadian itu.

    "Yang tertulis di buku, penarikan Rp 1.250.000 bukan Rp 250.000, untuk lebih jelasnya, pemilik buku harus bertanya ke Bank, suruh bawa buku tabungan, itu catatan petugas Bank, "tulis Amru melalui pesan WhatsApp nya.

    Lebih lanjut, dikatakannya kami tidak bisa memberi jawaban, yang tarik uang siapa, itu uang sekali tarik Rp 1.250.000,- bisa sj yg keluar di ATM 250.000, sedangkan Rp 1 juta uangnya tidak keluar. Atau uangnya diambil sama yang tarik Rp 1 juta. Pihak Bank bisa mengecek siapa penarik itu, kalau di ATM kan ada CCTV nya.

    Pemilik buku harus datang ke Bank, membawa buku tabungan dan membawa KTP asli. Itulah, uang yang diterima Rp 250.000 ditulis Rp 1.250.000 kesalahannya kalau bukan di Briling ya di KPM itu. Kita di Dinsos tidak bisa kita cek. Dilapor saja ke Bank.

    "Kita tidak berani menduga ada kesalahan pendamping karena bukan pendamping yang tarik uang. Tapi kalau bisa dibuktikan kesalahan pendamping bisa kita proses, "pungkas Amru.

    BERIKUT PETIKAN TULISAN HAK JAWAB YANG DI KIRIMKAN KORKAP PKH ACEH UTARA KE MEDIA INI;

    Sehubungan berita di koran online m.riaukontras.com tgl 7 Feb 2019 dengan judul "Penerima Dana PKH Protes, Penarikan Uang Tidak sesuai Pring Out" dengan ini km atas nama Muhammad Abubakar meminta maaf kepada Pelaksana Program PKH Kecamatan Syamtalira Batu, Kab. Aceh Utara dan Bank Unit BRI Puntet.

    http://m.riaukontras.com/read-11776-2019-02-07-penerima-dana-pkh-protes-penarikan-uang-tidak-sesuai-print-out-bank.html

    Dimana dalam berita itu KPM mempertanyakan kemana hilangnya dana KPM sebesar Rp. 1.500.000,-. Sebenarnya uang itu tidak hilang tetapi sudah duluan ditarik oleh KPM sendiri, karena saat di print diakomulasikan jumlahnya, dipikir sama KPM uang yg ditarik Rp. 1.750.000,- padahal cuma Rp. 250.000,-

    Keterangan lengkap bisa menghubungi Kepala Unit BRI Punteut. Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Aceh Utara, Amru Alba Abqa, S.AP., M.AP mengatakan: "tidak ada kehilangan dana KPM sebagaimana diberitakan tgl 7 Februari 2019. Dana itu sdh ditarik oleh KPM sendiri, namun saat diprint buku tabungan, dana yg sudah ditarik 4 kali itu dijumlahkan semua sehingga menjadi Rp. 1.750.000,-.

    Sedangkan yang ditarik ditahap 4 hanya Rp. 250.000,- sedangkan Rp. 1.500.000 sudah ditarik sebelumnya". Besar dana yang diterima KPM PKH tahun 2018 sebesar Rp. 1.766.350,- yang ditransfer 4 kali, masing 3 kali @Rp. 500.000,- dan pada tahap 4 ditransfer sebesar 266.350,-

    "Dana bantuan PKH diberikan oleh Kementerian Sosial RI dengan cara ditransfer langsung ke rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH. Pendamping PKH tidak memegang buku tabungan dan tidak memegang kartu ATM KPM.

    Pendamping PKH tugasnya memvalidasi data dan memverikasi data tentang komponen Anggota Rumah Tangga (ART) apakah ada ART yang hamil, balita, Anak Prasekolah (Apras) SD, SMP, SMA dan sederajat. Sedangkan pembagian buku rekening, kartu ATM dan penyaluran bantuan dilakukan oleh BRI Unit masing-masing kecamatan, Pendamping hanya mendampingi KPM". Demikian disampaikan Korkab PKH Aceh Utara, Amru Alba Abqa, S.AP., M.AP.(HAK JAWAB)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • KorKap dan Pendamping PKH Ancam Polisikan Wartawan di Ruang Polsek
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    4 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    5 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved