www.riaukontras.com
| Korem 011 Peringati HPSN 2019 | | Rusuh Pengurusan KTP-el di Disdukcapil Pelalawan, Dua Orang Diamankan Satpol PP | | Babinsa Kodim 0101 BS Terima Penghargaan | | PPRG Diharapkan Dapat Menghasilkan Pembangunan Merata Bagi Perempuan | | Resmikan Bank Sinarmas, Aminullah Ajak Perbankan Genjot Sektor Wisata | | Sidak Ombudsman di Bireuen Temukan Pos Damkar Dijadikan Bengkel
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 22 Februari 2019
 
Sabang
Sabang Menjadi Pilot Project Sistem Aplikasi Malnutrisi Terintegrasi
Editor: Muhammad Abubakar | Kamis, 31-01-2019 - 21:31:48 WIB

TERKAIT:
 
  • Sabang Menjadi Pilot Project Sistem Aplikasi Malnutrisi Terintegrasi
  •  

    SABANG, RIAUKontraS.com - Permasalahan dan Penanggulangan malnutrisi juga merupakan peningkatan Kesehatan ibu dan anak. Permasalahan ini tentunya memerlukan upaya yang harusnya bersifat inovatif, ekstensifikasi dan intensifikasi pelayanan, disesuaikan dengan kondisi dan situasi daerah baik skala Nasional hingga sampai ketingkat Gampong. Prioritas masalah kesehatan ini tentunya merupakan tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah dan masyarakat itu sendiri yang merupakan orang orang yang melihat dan memahami permsalahan di sekitarnya.

    Sementara itu Sabang sendiri termasuk Kota yang sangat majemuk secara sosial membuat masalah ini menjadi penting untuk meningkatkan permasalahan Mal Nutrisi pada anak dan Ibu hamil di 18 Desa di 2 Kecamatan di Sabang.

    Sehubungan dengan permasalahan Malnutrisi dan Stunting pada anak merupakan persoalan krusial yang harus segera ditangani, setiap 1 dari 4 balita di Kota Sabang mengalami Stunting. Fakta ini berdasarkan data aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat pada tahun 2018 yang menyebutkan sebanyak 540 dari 2.037 balita di Kota Sabang mengalami malnutrisi dan stunting, atau sebesar 26,5%.

    Untuk penanganan malnutrisi dan Stunting sekaligus menuju kota Sabang sejahtera, pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk bantuan tunai anak yang universal (universal cash grants/USG) dilakukan melalui transfer dana tanpa syarat kepada seluruh keluarga di Kota Sabang yang memiliki anak usia 0-6 tahun.

    Pelaksanaan program ini akan diiringi dengan penguatan pemahaman dan pendampingan kepada keluarga dan masyarakat agar bantuan tunai tepat guna dan memenuhi kebutuhan esensial anak.

    Melalui Kegiatan pelatihan penggunaan aplikasi ini yang dilaksanakan di Aula Akper Dinkes yang berlangsung dari tanggal 30 Januari hingga 1 Februari 2019, kedepannya aplikasi secara Online melalui perangkat telepon seluler yang diisi oleh Bidan Desa dan Kader Posyandu secara berjenjang dan berkelanjutan dan nantinya akan memudahkan pihak pihak pengambil keputusan dan kebijakan untuk menyelesaikan permasalahan Mal Nutrisi sesusai dengan Program Aceh Sehat yang akan menyelesaikan permasalahan Stunting di tahun 2020.

    "Aplikasi ini juga diharapkan para pengguna (User) memahami situasi dan kondisi Daerah untuk perbaikan metode pelaporan dan penampilan data secara mudah dan platform data Online terkait penanggulangan Malnutrisi dan peningkatan Kesehatan ibu dan anak dan terkoneksi dengan berbagai program sejenis yang dillakukan Unicef Di aceh.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Sabang dr. Titi Yuniarti, MKT mengharapkan kepada para peserta training ini untuk bisa menggunakan aplikasi ini dengan baik sehingga memudahkan Dinas Kesehatan dan pihak pihak terkait lainnya mampu melihat sejauh mana Mal Nutrisi di Kota Sabang dan memudahkan pihak lainnya untuk menyelesaikan permasalahan Mal Nutrisi termasuk Stunting yang saat ini juga sudah cukup tinggi.

    Dokter Titi juga mengucapkan terima kasih kepada Unicef dan Flower Aceh yang cukup serius dan merasa bahwa Sabang menjadi perhatian dan Kepala Dinas Juga mengingatkan kepada Kader Posyandu, Bidan Desa, Tenaga Puskesmas untuk mempersiapkan data yang baik dan benar guna memudahkan menggunakan aplikasi ini yang tentunya bisa memudahkan para pengguna Juga.

    Kegiatan ini juga didukung oleh Unicef sebagai Badan Dunia yang fokus terhadap anak di Provinsi Aceh untuk bebas Stunting, melalui Unicef perwakilan Aceh dan bersama mitra pelaksananya Flower Aceh merasa kegiatan uji coba pelaporan dan sistem data Online Real Time Terintegrasi ke berbagai sistem yang sudah ada.

    Workshop ini dilakukan bagi tenaga Puskesmas, Polindes atau Poskesdes, dan kader untuk memaparkan model pelaporan data online terkait Malnutrisi dan kesehatan ibu dan anak. Tentunya akan dilanjutkan dengan ujicoba langsung di lapangan dengan mengambil sampel salah satu Posyandu di masing-masing wilayah kerja Puskesmas, untuk dapat langsung berinteraksi dengan kader dan bidan desa.(***)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Sabang Menjadi Pilot Project Sistem Aplikasi Malnutrisi Terintegrasi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    6 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    7 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    8 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved