www.riaukontras.com
| Mahasiswa UIR Aksi Tolak Omnibus Law RUU Cilaka | | Kapolda Sumbar Perintahkan Penyidik Ungkap Cepat Dugaan Pembunuhan Alm KVC | | Gelar Kegiatan Pisah Sambut Kapolres Inhil, IWO Berikan Plakat dan Piagam Penghargaan | | Baru Bertugas, AKBP Dian Setyawan Melaksanakan Sholat Jum'at di Masjid Al-Huda | | Tinggalkan Kasmarni, Parpol Mulai Bersikap Realitis | | Kapolres Kuansing taja FGD Terkait PETI
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 14 08 2020
 
Banda Aceh
Serapan Anggran Rendah, YARA Minta Plt Gubernur Aceh Evaluasi P2K-APBA
Editor: Muhammad Abubakar | Jumat, 28-12-2018 - 23:10:48 WIB

TERKAIT:
 
  • Serapan Anggran Rendah, YARA Minta Plt Gubernur Aceh Evaluasi P2K-APBA
  •  

    BANDA ACEH, RIAUKontraS.com - Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh, Safaruddin, meminta plt Gubernur Aceh untuk mengevaluasi kinerja Unit Kerja Percepatan dan Pengendalian P2K-APBA. P2K harusnya bisa membantu Gubernur dalam penyerapan anggaran  pembangunan sehingga pembangunan di Aceh dapat maksimal dan di nikmati oleh masyarakat. Banda Aceh, Jumat (12/14/18).

    “Unit P2K harusnya membantu Gubernur dalam penyerapan anggaran untuk pembangunan sehingga hasil dari serapan anggrannya dalam bentuk bangunan fisik dapat di nikmati oleh masyarakat” ungkap Safar.

    Dari pantauan YARA, Progres penyerapam APBA per 26 Desember 2018 hanya sebesar 74,4 % sisa 10,6%  atau sekitar 1,62 T dengan rincian anggran yang belum terserap:

    1. PUPR 436M
    2. Pengairan 256 M
    3. Dinkes 162 M
    4. Perkim 66 M
    5. DPKA 32M
    6. Dispora 29
    7. Tanbun 21 M
    8. Disnaker 21 M
    9.Dishub 20 M
    10. Dis ternakan 15 M
    11. Arsip & Perpus 13 M

    “Dari pantauan kami, serapan APBA masih 74,4% dari target realisasi 85% APBA per 26 Desember 2018 atau masih bersisa sekitar 1,62 Triliun dengan sebaran di berbagai SKPA, ini sangat berbahaya bagi keberlanjutan pembangunan di Aceh” tambah Safar.

    Selain kinerja dalam percepatan dan pengendalian  P2K juga banyak menimbulkan masalah dalam pembangunan Aceh terutama yang menggunakan dana otsus dimana dengan percepatan yang dilakukan oleh P2K banyak perencanaan pembangunan strategis dari dinas teknis tidak matang seperti banyak pembangunan yang tidak ada AMDAL/Izin Lingkungan, perencanaan proyek yang tidak matang, lahan yang belum jelas, pembebasan tanah yang tidak clear and clea, dan  fungsi pengendalian yang dilakukan oleh P2K juga tidak berjalan dengan baik dan salah arah karena banyak permasalah diperencanaan yang terlanggar, sehingga bukan pengendalian yang di peroleh tapi malah berefek kepada kerugian negara ini terbukti dari banyaknya proyek staregis yang tidak selesai dan tidak dapat dikendalikan dengan benar sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku. “penilaian kami terhadap proses

    Upaya Penyelamatan Proyek Kritis, Saat ini banyak proyek  kontruksi yang strategis di Aceh tidak selesai diakhir tahun maka Pemerintah Aceh perlu mengambil langkah-langkah  penting sebagai upaya penyelamatan tersebut dengan membuat regulasi penyelamatan  seperti Pergub pemberian kesempatan penyeleaaian proyek konstrukasi stategis diakahir tahun atau Pergub Kontrak Kritis di Akhir Tahun.

    Sehingga jika proyek tersebut tidak selesai malah memberikan efek yang lebih besar karena banyak kontrak yang di putus berakibat banyak bangunan jalan, jembatan, gedung dan sarana prasarana publik lainnya tidak dapat berfungsi, ini dapat menimbulkan kerugian negara dan dana Otsus untuk Aceh tidak bermanfaat.(***)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Serapan Anggran Rendah, YARA Minta Plt Gubernur Aceh Evaluasi P2K-APBA
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    6 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    7 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved