www.riaukontras.com
| Korem 012/TU Gelar Acara Tradisi Lepas Sambut | | Hut Ke-62, Kodam IM Adakan Lomba Golf Fun Game | | Mulai 2019, Pemko Banda Aceh Gelar Tausiah dan Zikir Gemilang di Setiap Kecamatan | | Buka SALEUM MAN Model, Aminullah: Perlu Ditiru oleh Sekolah Lain | | Babinsa Koramil Cilacap Temukan Sesosok Mayat di Kalidonan | | Inilah Peran Babinsa Koramil 05/Nusawungu Untuk Linmas Desa Karangtawang
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 20 Januari 2019
 
Aceh Utara
PHE Ambil Alih Lahan Yang di Kuasai Warga Walau Sudah Menang di Pengadilan Negeri Melawan Pemerintah
Editor: Muhammad Abubakar | Rabu, 19-12-2018 - 16:19:44 WIB

TERKAIT:
 
  • PHE Ambil Alih Lahan Yang di Kuasai Warga Walau Sudah Menang di Pengadilan Negeri Melawan Pemerintah
  •  

    LHOKSUKON, RIAUKontraS.com - Pertamina Hulu Energi (PHE) dibantu Badan Pertanahan Nasional (BPN), Rabu (19/12/2018) melakukan pematokan tanda batas milik perusahaan minyak dan gas bumi (Migas) di kabupaten Aceh Utara, yang diduga telah di klaim sebagai hak milik masyarakat, di Desa Tepin Kebeu kecamatan Matang Kuli, kabupaten Aceh Utara.

    Sebelum nya salah seorang warga telah menggugat pemerintahan Desa secara Perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Lehoksukon terkait dugaan penyerobotan tanah miliknya untuk kepentingan pembangunan jembatan.

    KepaLa Bidang Aset Pertamina Hulu Energi (PHE) Aceh Utara Rusli menyebutkan pematokan itu dilakukan sesuai dengan bukti surat yang ada di perusahaan itu. Gugatan tidak memiliki dasar hukum, karena yang tergugat pemerintahan Desa, sedangkan objek gugatan milik perusahaan.

    Bagi pihak pihak yang merasa keberatan dangan pemasangan patok tanda batas, di persilahkan menempuh jalur hukum, karena itu hak semua warga negara. Tidak tertutup kemungkinan kami juga akan menempuh jalur hukum.

    Menurut Rusli, seharusnya Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon memberikan putusan Niet Ontvankelijke Verklaard (NO) terhadap gugatan perdata yang dilakukan oleh salah seorang warga, karena gugatannya mengandung cacat formil.

    Sementara Asisten I Bidang Pemerintahan Dayan Albar mengatakan, kehadiran nya mewakili pemerintah datang ke lokasi untuk menyaksikan hasil pematokan, "saya datang ke lokasi untuk menyaksikan hasil pematokan. Pemerintah dan BPN hanya melaksanakan pematokan sesuai dengan bukti surat yang ada.

    Sementara itu, wakil ketua DPRK Aceh Utara Abdul Mutalib, S.Sos, M.A.P mengatakan, kedatangan dirinya ke lokasi pematokan hanya untuk menyaksikan hasil dari pengukuran yang dilakukan oleh pihak PHE, pemerintah belum bisa berbuat banyak karena yang menjadi objek Sangketa merupakan milik perusahaan, namun demikian dirinya berharap persoalan ini agar cepat di selesaikan, apa lagi menyangkut dengan pembangunan, "jelas Taliban.

    Pengukuran itu juga dikawal puluhan personil Polisi dari Polres Lhoksukon Koramil Matang Kuli.(Muhammad Abubakar)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • PHE Ambil Alih Lahan Yang di Kuasai Warga Walau Sudah Menang di Pengadilan Negeri Melawan Pemerintah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    6 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    7 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    8 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved