www.riaukontras.com
| BPN Inhu Serahkan 15.189 Persil Sertifikat PTSL | | Tujuh Tahanan Kejari Pelalawan Kabur, Satu diantaranya Kembali Tertangkap | | Majelis Hakim Tolak Eksepsi Penasehat Hukum Aheng Dalam Kasus Dugaan Penipuan 1,6 Miliar | | Pemkab Inhil Serahkan Bantuan Bagi Warga Sulteng Korban Bencana Gempa Dan Tsunami | | Bupati Ikuti Tabligh Akbar Dan Istighosah di Mapolres Inhil | | Kebersamaan TNI Dengan Petani Dalam Panen Padi
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 20 Maret 2019
 
Aceh Utara
PHE Ambil Alih Lahan Yang di Kuasai Warga Walau Sudah Menang di Pengadilan Negeri Melawan Pemerintah
Editor: Muhammad Abubakar | Rabu, 19-12-2018 - 16:19:44 WIB

TERKAIT:
 
  • PHE Ambil Alih Lahan Yang di Kuasai Warga Walau Sudah Menang di Pengadilan Negeri Melawan Pemerintah
  •  

    LHOKSUKON, RIAUKontraS.com - Pertamina Hulu Energi (PHE) dibantu Badan Pertanahan Nasional (BPN), Rabu (19/12/2018) melakukan pematokan tanda batas milik perusahaan minyak dan gas bumi (Migas) di kabupaten Aceh Utara, yang diduga telah di klaim sebagai hak milik masyarakat, di Desa Tepin Kebeu kecamatan Matang Kuli, kabupaten Aceh Utara.

    Sebelum nya salah seorang warga telah menggugat pemerintahan Desa secara Perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Lehoksukon terkait dugaan penyerobotan tanah miliknya untuk kepentingan pembangunan jembatan.

    KepaLa Bidang Aset Pertamina Hulu Energi (PHE) Aceh Utara Rusli menyebutkan pematokan itu dilakukan sesuai dengan bukti surat yang ada di perusahaan itu. Gugatan tidak memiliki dasar hukum, karena yang tergugat pemerintahan Desa, sedangkan objek gugatan milik perusahaan.

    Bagi pihak pihak yang merasa keberatan dangan pemasangan patok tanda batas, di persilahkan menempuh jalur hukum, karena itu hak semua warga negara. Tidak tertutup kemungkinan kami juga akan menempuh jalur hukum.

    Menurut Rusli, seharusnya Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon memberikan putusan Niet Ontvankelijke Verklaard (NO) terhadap gugatan perdata yang dilakukan oleh salah seorang warga, karena gugatannya mengandung cacat formil.

    Sementara Asisten I Bidang Pemerintahan Dayan Albar mengatakan, kehadiran nya mewakili pemerintah datang ke lokasi untuk menyaksikan hasil pematokan, "saya datang ke lokasi untuk menyaksikan hasil pematokan. Pemerintah dan BPN hanya melaksanakan pematokan sesuai dengan bukti surat yang ada.

    Sementara itu, wakil ketua DPRK Aceh Utara Abdul Mutalib, S.Sos, M.A.P mengatakan, kedatangan dirinya ke lokasi pematokan hanya untuk menyaksikan hasil dari pengukuran yang dilakukan oleh pihak PHE, pemerintah belum bisa berbuat banyak karena yang menjadi objek Sangketa merupakan milik perusahaan, namun demikian dirinya berharap persoalan ini agar cepat di selesaikan, apa lagi menyangkut dengan pembangunan, "jelas Taliban.

    Pengukuran itu juga dikawal puluhan personil Polisi dari Polres Lhoksukon Koramil Matang Kuli.(Muhammad Abubakar)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • PHE Ambil Alih Lahan Yang di Kuasai Warga Walau Sudah Menang di Pengadilan Negeri Melawan Pemerintah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    6 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    7 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved