www.riaukontras.com
| Pemerintah Kota Banda Aceh Komit Majukan UKM | | Dandim Pidie Tanam Pohon Mangrove | | Satuan Bekangdam IM Canangkan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM | | Dandim 0118 Subulussalam Berikan Ceramah Kebangsaan di Pondok Pesantren | | Tampung Aspirasi Warga, Reza Kamilin Gagas Program Ngopi | | Dandim 0116/Nara Tinjau Lokasi Sekolah Dasar Kawasan Transmigrasi
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 23 Januari 2019
 
Aceh Utara
WWF Gelar Workshop Indentifikasi Penanganan Konflik Gajah
Editor: Muhammad Abubakar | Selasa, 06-11-2018 - 15:28:20 WIB

TERKAIT:
 
  • WWF Gelar Workshop Indentifikasi Penanganan Konflik Gajah
  •  

    LHOKSUKON, RIAUKontraS.com - WWF menggelar Workshop pengendalian gadah liar, dengan thema Identifikasi Pengendalian kawasan Bernilai Konservasi tinggi, bersama FDPK, dan Balai Syura. Kegiatan itu bertujuan untuk mempertemukan pemerintah setempat dengan LSM dan masyarakat dalam mencari solusi bagaimana cara mencari solusi untuk penanganan konflik gajah, khususnya di kecamatan Cot Girek dan kecamatan Langkahan kabupaten Aceh Utara.

    Kegiatan yang berlansung selama dua hari itu, daru (6 dan 7-11-2018) di Aula PTPN 1 kebun Cot Girek, dibuka lansung oleh Camat kecamatan Cot Girek Maksum Isa.

    Dalam pemaparannya, WWF diwakili Cik Rini mengatakan kecamatan Cot Girek dan Langkahan perlu ada kerja sama antara pemerintah dan LSM serta masyarakat untuk menghalau kawanan gajah. Oleh karena itu WWF akan mendorong dan mendampingi masyarakat untuk menanam tanaman penghalang seperti kemiri dan sre wangi, "jelasnya.

    "Untuk membatasi pergerakan gajah perlu ada tanaman penghalang yaitu kemiri dan Sre wangi, bukan dengan menggali paret atau pagar listrik, "sebut Cik Rini.

    Masyarakat harus paham bagaimana mengindetivikasi untuk memantau pergerakan gajah, untuk itu harus dibentuk tim gajah, "tambah Cik Rini.

    Pemerintah perlu mengadakan alat pendeteksi gajah (Satelit Sonar), "karena menurut Cik Rini alat tersebut merupakan bahagian yang sangat penting, satelit sonar merupakan salah satu alat untuk melacak pergerakan gajah, "kami perlu mendorong pemerintah untuk menyediakan satelit sonar alat pelacak pergerakan gajah, kita akan dorong pemerintah untuk mengadakan peralatan tersebut, "tambah Cik Rini lagi.

    Kami juga akan mendorong desa desa yang ada untuk mengontrol terminal terminal gajah, serta membuat teminal terminal kecil dengan tanaman kemiri dan sere wangi, bisa juga di lakukan dengan garam. Selain itu tempat itu juga bisa dijadikan tempat wisata gajah nantinya, "sebut Cik Rini.(Muhammad Abubakar)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • WWF Gelar Workshop Indentifikasi Penanganan Konflik Gajah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    6 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    7 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    8 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved