www.riaukontras.com
| Hari Ketiga, Aceh Timur Sudah Kumpul 41 Medali | | Bupati Karimun Resmikan Hotel EcotelĀ  | | Pemerintah Salurkan Bantuan Masa Panik Untuk Korban Banjir Aceh Utara | | Hasil Sementara Perolehan Medali Aceh Timur Teratas Raih 6 Emas 5 Perak 6 Perunggu | | Aminullah Luncurkan Program Diniyah Madrasah Ibtidaiyah Banda Aceh | | Bupati Meranti Resmikan Mushola Ashifa MTSN I Selatpanjang
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 21 November 2018
 
Aceh Utara
WWF Gelar Workshop Indentifikasi Penanganan Konflik Gajah
Editor: Muhammad Abubakar | Selasa, 06-11-2018 - 15:28:20 WIB

TERKAIT:
 
  • WWF Gelar Workshop Indentifikasi Penanganan Konflik Gajah
  •  

    LHOKSUKON, RIAUKontraS.com - WWF menggelar Workshop pengendalian gadah liar, dengan thema Identifikasi Pengendalian kawasan Bernilai Konservasi tinggi, bersama FDPK, dan Balai Syura. Kegiatan itu bertujuan untuk mempertemukan pemerintah setempat dengan LSM dan masyarakat dalam mencari solusi bagaimana cara mencari solusi untuk penanganan konflik gajah, khususnya di kecamatan Cot Girek dan kecamatan Langkahan kabupaten Aceh Utara.

    Kegiatan yang berlansung selama dua hari itu, daru (6 dan 7-11-2018) di Aula PTPN 1 kebun Cot Girek, dibuka lansung oleh Camat kecamatan Cot Girek Maksum Isa.

    Dalam pemaparannya, WWF diwakili Cik Rini mengatakan kecamatan Cot Girek dan Langkahan perlu ada kerja sama antara pemerintah dan LSM serta masyarakat untuk menghalau kawanan gajah. Oleh karena itu WWF akan mendorong dan mendampingi masyarakat untuk menanam tanaman penghalang seperti kemiri dan sre wangi, "jelasnya.

    "Untuk membatasi pergerakan gajah perlu ada tanaman penghalang yaitu kemiri dan Sre wangi, bukan dengan menggali paret atau pagar listrik, "sebut Cik Rini.

    Masyarakat harus paham bagaimana mengindetivikasi untuk memantau pergerakan gajah, untuk itu harus dibentuk tim gajah, "tambah Cik Rini.

    Pemerintah perlu mengadakan alat pendeteksi gajah (Satelit Sonar), "karena menurut Cik Rini alat tersebut merupakan bahagian yang sangat penting, satelit sonar merupakan salah satu alat untuk melacak pergerakan gajah, "kami perlu mendorong pemerintah untuk menyediakan satelit sonar alat pelacak pergerakan gajah, kita akan dorong pemerintah untuk mengadakan peralatan tersebut, "tambah Cik Rini lagi.

    Kami juga akan mendorong desa desa yang ada untuk mengontrol terminal terminal gajah, serta membuat teminal terminal kecil dengan tanaman kemiri dan sere wangi, bisa juga di lakukan dengan garam. Selain itu tempat itu juga bisa dijadikan tempat wisata gajah nantinya, "sebut Cik Rini.(Muhammad Abubakar)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • WWF Gelar Workshop Indentifikasi Penanganan Konflik Gajah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    5 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    6 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    7 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    8 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
    9 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    10 Wakil Bupati Minta Bupati Nias Barat Copot Kadis BPKPAD dan Kuasa BUD
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved