www.riaukontras.com
| DPRD Kota PeKanbaru Gelar Rapat Paripurna HUT ke-235 Kota Pekanbaru | | AMPERA Desak KPK dan Mabes Polri Proses Kasus Hukum Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis | | FORGAN Audiensi Kepada Dinas Lingkungan Hidup Dumai | | Puluhan Personil TNI Kodim 0114 Aceh Jaya Sites Urine | | Slip Setoran Bank ke REKENING Pribadi BUPATI Kuansing Jadi Bukti di Persidangan | | Wakil Bupati Hadiri Pesta Pernikahan Putra Bungsu Bupati, HM Wardan
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 25 Juni 2019
 
Banda Aceh
Ombudsman Aceh Apresiasiasi Putusan Pengadilan Tinggi Aceh
Editor: Muhammad Abubakar | Selasa, 16-10-2018 - 09:36:04 WIB

TERKAIT:
 
  • Ombudsman Aceh Apresiasiasi Putusan Pengadilan Tinggi Aceh
  •  

    BANDA ACEH, RIAUKontraS.com - Ombudsman Aceh memberi apresiasi atas Putusan Pengadilan Tinggi Aceh yang membatalkan Putusan PN Meulaboh Tahun 2017 terkait kasus pembakaran hutan oleh PT Kalista Alam. Bagi saya, Putusan PN 2017 terasa aneh, seperti melanggar prinsip Lex superior derogat LEGI inferior. 

    Sejak Putusan tersebut diterbitkan saya mempertanyakan koq bisa PN menganulir Putusan MA. Ada apa ini ? Koq sepertinya tidak patut dan merusak sistem peradilan serta sekaligus mengabaikan prinsip in dubio pro natura atau prinsip perlindungan lingkungan. Ungkap Dr Taqwaddin, SH, SE, MS, Kepala Ombudsman RI Aceh, yang juga Doktor Hukum Lingkungan, merespon positif Putusan Pengadilan Tinggi Aceh yang dibacakan 8 Oktober 2018 lalu.

    Ombudsman memiliki perspektif yang luas terkait pelayanan publik. Artinya, Putusan Pengadilan Tinggi Aceh tersebut berupaya memberikan pelayanan publik yang optimal dan harmoni berupa perlindungan kelestarian fungsi lingkungan yang bermanfaat baik bagi masyarakat maupun bagi makhluk hidup lainnya di kawasan gambut Tripa, Kabupaten Nagan Raya.

    Kami mendorong agar proses eksekusi putusan tersebut bisa segera dilaksanakan dan berharap putusan tersebut segera incract dan tidak ada upaya hukum lainnya.

    Kami juga mengapresiasi terhadap aspirasi  beberapa Guru Besar atau profesor senior yang menjadikan dirinya sebagai sahabat peradilan dalam persoalan tersebut. Prof Emil Salim, Prof Yusni Saby, Prof Humam Hamid, dan Pak Mawardi Ismail adalah akademisi senior yang peduli pada masalah lingkungan tersebut. 

    Saya berharap, sekalipun para Hakim merdeka dalam melaksanakan tugasnya, tetapi perlu juga mempertimbangkan jenjang upaya hukum dalam sistem peradilan kita. Sehingga, apabila hakim pengadilan negeri dalam kasus yang sama dibolehkan menganulir Putusan Hakim di atasnya, apalagi Putusan Mahkamah Agung maka percuma saja ada upaya hukum banding dan kasasi serta peninjauan kembali dalam sistem peradilan Indonesia. Pungkas Dr Taqwaddin, MS yang juga Dosen Unsyiah.(***)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Ombudsman Aceh Apresiasiasi Putusan Pengadilan Tinggi Aceh
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved