www.riaukontras.com
| Wali Kota Minta Komite Memajukan Sekolah | | Pemerintah Rehabilitasi Ayah dan Anak Yang Terlantar di Bireuen | | Wali Kota: Jika Terjadi Kebakaran Segera Hubungi 0651-113 | | Di Banda Aceh Siswa Hafidz Qur'an Bebas Memilih Sekolah | | Dandim 0107 Asel Pimpin Upacara Bendera di SMA Insan Madani Meukek | | Tradisi Penyambutan Warga Baru Yonif Raider 112 DJ
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 22 Januari 2019
 
Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2018 di Kabupaten Nias Utara
Editor: | Minggu, 06-05-2018 - 17:50:33 WIB

TERKAIT:
 
  • Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2018 di Kabupaten Nias Utara
  •  

    NIAS UTARA,  RIAUKontraS.com - Pemerintah Kabupaten Nias Utara melaksanakan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2018 yang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Nias Utara, Rabu 2 Mei 2018 Pukul 08.00 Wib s/d selesai, yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Utara. Dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional 2018 mengambil tema “Menguatkan Pendidikan dan Memajukan Kebudayaan”.

    Upacara tersebut yang bertindak sebagai Inspektur Upacara Wakil Bupati Nias Utara Haogosochi Hulu, SE, MM, dan Komandan Upacara Asisten III Filifo Harefa, SH, dengan dihadiri oleh Staf ahli Bupati, Pimpinan Perangkat Daerah, Forkompida, Seluruh Pegawai Negeri Sipil dan Non PNS Lingkup Pemerintah Kabupaten Nias Utara serta Siswa/i SD, SMP dan SMA/SMK Negeri 1 Lotu.

    Pada Amanat Wakil Bupati Nias Utara memimpin pembacaan Teks Pancasila yang diikuti oleh seluruh peserta upacara, dan petugas membacakan naskah Undang-Undang Dasar 1945.
    Dalam Upacara Hari Pendidikan Nasional ini, Wakil Bupati Nias Utara Haogosochi Hulu, SE, MM membacakan Pidato Meteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 

    Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh.
    Salam sejahtera dan bahagia bagi kita semua.
    Oom swastiastu
    Namo Buddhaya

    Berkenaan dengan Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018, marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebagaimana kita ketahui, tanggal 2 Mei telah ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional. Tanggal tersebut bertepatan dengan tanggal kelahiran Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, seorang tokoh pendidikan Indonesia, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Ki Hadjar Dewantara.
    Dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2018 ini kita mengambil tema, ‘Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. Sesuai dengan tema tersebut, marilah kita jadikan peringatan kali ini sebagai momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan sebagai tercermin dalam ajaran, pemikiran, dan praktik pendidikan yang dilakukan oleh Ki Hadjar Dewantara.

    Peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini juga kita jadikan momentum untuk melakukan muhasabah, mesu budi, atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah kita perjuangkan di bidang pendidikan. Dalam waktu yang bersamaan kita menerawang ke depan atau membuat proyeksi tentang pendidikan nasional yang kita cita-citakan. Pada Hari Pendidikan Nasional 2018 ini kita perlu merenung sejenak untuk menengok ke belakang, melihat apa yang telah kita kerjakan di bidang pendidikan, untuk kemudian bergegas melangkah ke depan guna menggapai cita-cita masa depan pendidikan nasional yang didambakan.

    Di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003, BAB I, Pasal 1 ayat 2, disebutkan bahwa pendidikan nasional kita adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sedangkan kebudayaan nasional merupakan akar pendidikan nasional. Di sinilah terjadi titik temu antara pendidikan dan kebudayaan. Jika kebudayaan nasional kita menghunjam kuat di dalam tanah tumpah darah Indonesia, akan subur dan kukuh pulahlah bangunan pendidikan nasional Indonesia. Di samping itu, disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan akan mempertegas posisi kebudayaan nasional sebagai ruh, pemberi hidup, dan penyangga bangunan pendidikan nasional kita. Oleh sebab itu, kebudayaan yang maju adalah prasyaratan yang harus dipenuhi jika ingin pendidikan nasional tumbuh subur, kukuh, dan menjulang.

    Para insan pendidikan dan kebudayaan yang berbahagia,

    Atas dasar pikiran di atas, pada Hari Pendidikan Nasioanl 2018 ini kita berkomitmen untuk terus berikhtiar membangun pendidikan. Pendidikan yang dihidupi dan disinari oleh kebudayaan nasional. Kita yakin bahwa kebudayaan yang maju akan membuat pendidikan kita kuat. Begitu pula sebaliknya, jika pendidikan kita subur dan rindang, akar kebudayaan akan lebih menghunjam kian dalam di tanah tumpah darah Indonesia. Oleh karena itulah, pada Hari Pendidikan Nasional 2018 ini mari kita satukan tekad untuk “Menguatkan Pendidikan dan Memajukan Kebudayaan” dengan disertai niat yang ikhlas serta usaha yang keras tak kenal lelah dalam mengabdi di dunia pendidikan.

    Para insan pendidikan dan kebudayaan yang mulia,

    Kita menyadari bahwa kondisi ideal pendidikan dan kebudayaan nasional yang kita cita-citakan masih jauh dari jangkauan. Kita terus berusaha keras memperluas akses pendidikan yang berkualitas, terus meneruskan mengalibrasi praktik pendidikan agar memiliki presisi atau ketelitian yang tinggi, sesuai dengan tuntutan masyarakat, lapangan pekerjaan, dan kebutuhan pembangunan.
    Di sisi yang lain kita berusaha menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya dalam hal budaya. Sebagaimana diakui oleh salah satu Asisten Direktur Jenderal UNESCO, yaitu Fransesco Bandarin, yang mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara adidaya (super power) kebudayaan. Kita terus menggali kekayaan budaya Indonesia, melestarikan, dan mengembangkannya demi terwujudnya Indonesia yang benar-benar adikuasa di bidang kebudayaan. Itulah sebabnya, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan mengamanatkan bahwa pemajuan kebudayaan memerlukan langkah strategis berupa upaya-upaya pelidungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
    Cita-cita pendidikan dan kebudayaan nasional hanya bisa terwujud jika kita berkerja keras dan berdaya jelajah luas. Hanya dengan cara itu, kerja pendidikan dan kebudayaan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

    Insan pendidikan dan kebudayaan yang mulia,

    Apresiasi publik terhadap keberhasilan pemerintah yang gencar membangun infrastruktur harus disertai dengan pembangunan sumber daya manusia secara lebih sungguh-sungguh dan terencana. Sebagaimana kita ketahui, dalam tiga tahun terakhir pemerintah telah membangun dan memperkuat infrastruktur di hampir semua penjuru tanah air. Walaupun belum sesugguhnya selesai, manfaatnya sudah dapat dinikmati, di antaranya semakin mempermudah kerja pendidikan dalam memperluas akses, walaupun pada saat yang sama memaksa kerja pendidikan harus sigap merespons secara positif terhadap perubahan tata nilai, sebagai dampak dari perkembangan infrastruktur tersebut. Pendidikan juga harus menyiapkan tenaga technocraft, tenaga terampil dan kreatif, yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap perubahan dunia kerja yang kian cepat dan memiliki kemampuan berpresisi tinggi untuk mengisi teknostruktur sesuai dengan kebutuhan.

    Pemerintah telah bekerja tak kenal lelah, serta membangun dan memperkuat infrastruktur yang dapat menjadi sabu pengikat pendidikan dan kebudayaan dalam ikatan keindonesiaan, di antaranya betapa pesat perkembangan sarana-prasarana transportasi yang telah dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat. Jalan-jalan baru yang layak dan memadai telah mampu membuka akses wilayah Indonesia yang terpencil, tertinggal, dan terdepan sehingga terbebas dari isolasi dan saling terhubung. Demikian juga bendungan-bendungan baru yang dibangun dengan cepat dapat mengairi tanah pertanian dan menjadi sumber pembangkit listrik yang menjadikan desa-desa dan wilayah-wilayah lainnya hidup dengan penuh aktivitas pendidikan dan kebudayaan.

    Meskipun terbatas, sesuai skala prioritas, bangunan-bangunan baru sekolah juga didirikan di wilayah pendalaman dan perbatasan. Tak heran jika akhirnya anak-anak di pendalaman mulai merasakan nikmat belajar di sekolah yang memadai dan menyenangkan. Begitu pula saudara-saudara kita di perbatasan kini bisa dengan tegap menunukkan tapal batas negara yang tidak hanya ditandai patok beton, besi, atau kayu ala kadarnya, tetapi bangunan indah dan memadai yang menjadikan mereka lebih bangga. Meskipun demikian, harus diakui dengan jujur bahwa harapan yang luas luar biasa dari wilayah Indonesia menyebabkan belum semua wilayah tersentuh pembangunan infrastruktur yang bisa menjadi sabuk pendidikan dan kebudayaan dalam ikatan keindonesiaan. Oleh karena itu, pada tahun-tahun mendatang pemerintah akan memberikan prioritas pembangunan infrastruktur pada daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) agar wilayah-wilayah tersebut terintegrasi dan terkoneksi ke dalam layanan pendidikan dan kebudayaan.

    Para insan pendidikan dan kebudayaan yang tengah berbahagia,

    Dalam penguatan SDM tersebut terbentang tantangan internal dan eksternal sekaligus. Tantangan internal tampak pada gejala tergerusnya ketajamanan akal budi dan kekukuhan mentalitas kita. Misalnya, belakang ini kita melihat melemahnya mentalitas anak-anak kita akibat terpapar dan terdampak oleh maraknya simpul informasi dari media sosial. Untuk menjawab tantangan ini, sejak awal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah meneguhkan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan literasi, selain ikhtiar mencerdaskan bangsa. Hal itu sejalan dengan revolusi karakter bangsa sebagai bagian dari pengejawantahan program Nawacita Presiden dan Wakil Presiden.

    Ikhtiar itu makin kuat menyusul ditetapkannya Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), yang mengamanahkan gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi oleh hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

    Insan pendidikan dan kebudayaan yang mulia,

    Kita patut bersyukur karena ternyata antusiasme masyarakat terhadap gerakan PPK ini luar biasa. Tak terhitung jumlahnya praktik-praktik baik PPK dibagikan oleh masyarakat secara sukarela. Mereka menyadari bahwa penguatan karakter dan literasi warga negara merupakan bagian penting yang menjadi ruh dalam kinerja pendidikan dan kebudayaan, yang memerlukan pelibatan semua komponen bangsa sebagaimana Ki Hajar Dewantara menempatkan hal ini dalam tripusat pendidikan, yaitu sekolah, rumah, dan masyarakat. Salah satu bentuk penguatan tripusat pendidikan adalah pelibatan keluarga dalam mendukung sukses pendidikan anak dan penguatan karakter.
    Guru, orang tua, dan masyarakat harus menjadi sumber kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuhkembangkan karakter dan literasi anak-anak Indonesia. Tripusat pendidikan itu harus secara silmutan menjadi lahan subur tempat persemaian nilai-nilai religius, kejujuran, kerja keras, gotong-royong, dan seterusnya bagi para penerus kedaulatan dan kemajuan bangsa.

    Pada saat yang bersamaan, tantangan eksternal muncul dari perubahan dunia yang sangat cepat dan kompetitif. Hadirnya Revolusi Industri 4.0 yang bertumpu pada cyber-physical system telah mengubah peri kehidupan kita. Artifical intelligence, internat of things, 3D printing, robot, dan mesin-mesin cerdas secara besar-besaran menggantikan tenaga kerja manusia. Kecepatan dan ketepatan menjadi kunci dalam menghadapi gelombang perubahan tersebut, juga kemampuan kita dalam beradaptasi dan bertindak gesit. Oleh karena itu, mau tidak mau dunia pendidikan dan kebudayaan pun terus-menerus menyesuaikan dengan dinamika tersebut. Cara lama tak mungkin lagi diterapkan untuk menanggapi tantangan eksternal. Cara-cara yang baru perlu diciptakan dan dimanfaatkan. Reformasi sekolah, peningkatan kapasitas, dan profesionalisme guru, kurikulum yang hidup dan dinamis, sarana dan prasarana yang andal, serta teknologi pembelajaran yang mutakhir, menjadi keniscayaan, pendidikan kita. Oleh karena itu, secara tulus ingin saya katakan bahwa tidak bisa tidak, pendidikan harus menjadi urusan semua pihak. Semua pihak harus bergandeng tangan, bahu membahu, bersinergi memikul tanggung jawab bersama dalam menguatkan pendidikan. Kita optimistis bahwa Indonesia memiliki semua hal yang dibutuhkan untuk menjadi bangsa besar dan maju, asal kita bersatu padu mewujudkannya.

    Selain jalur pendidikan formal yang telah berhasil mendidik lebih dari 40 Juta anak, pendidikan nonformal telah banyak memberikan andil dalam mencerdaskan bangsa. Pendidikan harus dilakukan secara seimbang oleh tiga jalur, baik jalur formal, nonformal, maupun informal. Ketiganya diposisikan setara dan saling melengkapi. Masyarakat diberi kebebasan untuk memiliki jalur pendidikan. Oleh karena itu, pemerinath memberikan perhatian besar dalam meningkatkan ketiga jalur pendidikan tersebut.

    Para insan pendidikan dan kebudayaan yang senantiasa penuh syukur,

    Selamat Hari Pendidikan Nasional. Teruslah ikhlas dan tulus berkontribusi tak kenal henti bagi usaha menguatkan pendidikan Indonesia serta memajukan kebudayaan Indonesia. Semoga kita semua dapat menyaksikan Indonesia sebagai bangsa adidaya budaya dengan pendidikan yang kuat.

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

               Jakarta, 2 Mei 2018
    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,

     MUHADJIR EFFENDY

    Setelah selesai Pembacaan Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI oleh Wakil Bupati Nias Utara, menyampaikan beberapa bahan masukan yakni telah terlaksana Ujian Nasional tingkat SMP pada tanggal 23-26 April 2018 dengan rincian Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sebanyak 4 sekolah dengan jumlah siswa 571 orang dan Ujian Nasional Kertas dan Pinsil (UNKP) sebanyak 29 dengan jumlah siswa 2870 orang. Jumlah siswa keseluruhan yang mengikuti Ujian Nasional tingkat SMP tahun 2018 sebanyak 3.387 orang. Ujian Nasional tingkat Sekolah Dasar (SD) akan dilaksanakan pada tanggal 3-5 Mei 2018 yang diikuti oleh 161 sekolah dan 3707 siswa. Jumlah Guru Bantu Daerah (GBD) yang telah terangkat; yang sudah Strata Satu (S-1) sebanyak 802 orang dan yang belum Strata Satu (S-1) sebanyak 300 orang, jumlah Guru Bantu Daerah selruhnya 1102 orang.

    Selanjutnya, penyerahan piagam penghargaan dan tropi kepada Bapak/Ibu Guru, Siswa/I yang mendapatkan Juara pada Olimpiade Mata Pelajaran Sains dan Matematika baik tingkat SD, SMP dan SMA/SMK, dan Lomba Mata Pelajaran bagi Bapak dan Ibu Guru. (Gea)


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2018 di Kabupaten Nias Utara
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    6 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    7 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    8 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved