www.riaukontras.com
| Sidang Kriminalisasi Pers di PN Pekanbaru, Berkas Dugaan Ijazah Palsu Amril Mukminin Diserahkan | | Pangdam IM Pimpin Sertijab Pejabat Kodam IM | | Yonarmed 17 Gelar Lomba Menembak PPSC | | Pemerintah Kota Banda Aceh Dorong Partisipasi Perempuan | | Kota Sabang Atasi Stunting Melalui Bantuan Tunai Untuk Anak | | Mobil Pencuri Lembu Warga di Aceh Utara Dibakar Massa
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 23 Januari 2019
 
Lhoksukon
Rekonstruksi Ungkap Alur Pembunuhan Sadis Terhadap Kades Di Aceh Utara
Editor: Muhammad Abubakar | Selasa, 17-07-2018 - 22:55:13 WIB

TERKAIT:
 
  • Rekonstruksi Ungkap Alur Pembunuhan Sadis Terhadap Kades Di Aceh Utara
  •  

    ACEH UTARA, RIAUKontraS.com - Satreskrim Polres Aceh Utara menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap Geuchik Gampong Matang Ceubrek, Baktiya Barat,Aceh Utara, Rusli Aji, Reka ulang itu dilakukan langsung di lokasi kejadian.

    Dalam rekonstruksi itu, sebanyak 21 adegan yang diperagakan oleh tersangka IL, pedagang ikan, warga Gampong Pande, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara, dengan menghadirkan dua saksi warga setempat, Cut Ali dan Sayuti.

    " Tersangka dijerat Pasal 354, pasal 355, pasal 338 tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal, serta pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan perkara. Hukumannya minimal 15 tahun penjaramaksimal hukuman mati,” ujar Kasat Reskrim Iptu Rezky Kholiddiansyah.

    Sementara itu, Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin di lokasi menyatakan, Dalam rekonstruksi ini, sebanyak 21 adegan diperagakan tersangka dalam reka ulang itu,

    “ Di sini kita juga hadirkan tersangka dan dua saksi dengan 21 adegan yang diperagakan. Kasusnya sekarang masih dalam proses penyidikan dan menunggu perkembangan penyelesaian berkas, setelah itu kita akan koordinasi dengan pihak kejaksaan,” ungkap AKBP Ian Rizkian. 

    " Kita menduga bahwa pembunuhan terhadap abang kandung saya merupakan unsur pembunuhan perencanaan, bukan pembunuham secara kebetulan, maka kami meminta kepada penegak hukum agar menghukum pelaku dengan hukuman yang setimpal" Ujar Yushadi Aji Adik Kandung korban yang didampingi oleh pengacara Asnawi Ahmad, SH

    Yushadi membantah, jika dalam rekonstruksi itu, abangnya melemparkan tersangka dengan batu, Itu semua tidak benar apa yang di peragakan, karna kami ada saksi yang melihat bukan begitu. 

    Menurut amatan Wartawan RiauKontraS. com, Dalam reka ulang itu terungkap, di mana tersangka awalnya menghadang sepeda motor korban dengan sepeda motor tersangka. Keduanya sempat terlibat cek-cok mulut masalah tanaman padi. Tersangka sempat mencakar muka korban. Saat itu, korban mengambil batu kecil melempar punggung kanan tersangka dan korban kembali mengambil batu besar dan melempar hingga mengenai tulang rusuk kiri tersangka.

    Setelah itu, tersangka langsung mengambil arit di atas sepeda motornya dan membacok korban ke arah kepala. Korban sempat memegang tangan tersangka yang memegang arit dan keduanya sempat saling tarik-menarik. Keduanya jatuh ke badan jalan areal persawahan di Gampong Matang Ceubrek dengan posisi tersangka di bawah korban. 

    Di mana saat posisi tersangka berada di atas, tersangka langsung membacok kepala, tangan dan badan korban berulang kali menggunakan arit dengan tangan kiri. Saat itu juga, saksi Cut Ali datang mendorong tersangka, namun saksi disikut tersangka hingga terjatuh. Saksi pun pergi melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

    Setelah korban tidak berdaya, tersangka berdiri sambil memegang arit yang berlumuran darah. Korban pun sempat berdiri dan berjalan tiga langkah sebelum akhirnya jatuh dengan tubuh telentang di badan jalan yang belum diaspal.

    Kemudian, tersangka mengambil parang di belakang jok sepeda motornya, kemudian mengendarai motor dengan cara meletakkan parang dan arit di atas paha. Lalu tersangka meninggalkan lokasi dan menyerahkan diri ke Polres Aceh Utara dengan mengendarai sepeda motor.

    Saat rekonstruksi berlangsung, ratusan warga berulangkali berteriak dan meminta agar tersangka dihukum seberat-beratnya. 

    “Hukum tersangka dengan hukuman mati, Pak Polisi. Karena tersangka telah membunuh pemimpin kami. Tegakkan keadilan bagi kami rakyat lemah ” ucap salah seorang warga menggunakan pengeras suara. (Khaini Ahmad).

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Rekonstruksi Ungkap Alur Pembunuhan Sadis Terhadap Kades Di Aceh Utara
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    6 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    7 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    8 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved