www.riaukontras.com
| Wali Kota Jamu Sabyan Gambus, Nissa Ditepungtawari | | Pemko Banda Aceh Buka Call Center Penertiban Gepeng dan Anak Punk | | Usulkan Pilot Project Ganja Senator Rafli Kande Minta Tembak Mati Pengedar Narkoba | | Banjir Landa Pekanbaru, Seorang Ibu Hanyut di Parit Besar | | Polemik, Harga Baju Dinas Dewan Mencapai 4,9 Juta Perpasang | | Bupati Kampar Pimpin Rapat agenda Daerah, Catur Sugeng: Mari Bangun Kampar yang maju
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 19 Juni 2019
 
Sumatra Utara
Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Keluarkan Surat Penghentian Penuntutan Kasus Korupsi BNI Medan
Editor: Muhammad Abubakar | Minggu, 15-07-2018 - 14:12:49 WIB

TERKAIT:
 
  • Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Keluarkan Surat Penghentian Penuntutan Kasus Korupsi BNI Medan
  •  

    MEDAN, RIAUKontraS.com - Kejaksaan Tinggi Medan mengeluarkan Surat  Ketetapan Penghentian Penuntutan (SK2P) Nomor B-982/N.2.10/Ft.2/07/2018, tanggal 13 Juli 2018 atas nama Boy Hermansyah, yang sebelumnya sudah di tetapkan sebagai Tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara pada tahun 2015. Keluarnya surat penghentian penuntutan ini di ketahui dalam persidangan Praperadilan yang di ajukan oleh Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia terhadap Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara karena tidak melimpahkan perkara dengan terdakwa Boy Hemansyah dalam perkara korupsi BNI Cabang Medan yang merugikan  Negara 117 Milyar. Sementara empat tersangka lainnya telah di vonis oleh pengadilan dan telah berkekuatan hukum tetap yaitu:

    1. Putusan Mahkamah Agung Nomor: 756 K/PID.SUS/2014 atas nama Terdakwa Radiyasto, di hukum 3 tahun dan denda Rp 100 juta

    2. Putusan Mahkamah Agung Nomor: 757 K/PID.SUS/2014 atas nama Terdakwa Titin Indriany, di hukum 4 tahun dan denda Rp 500 juta

    3. Putusan Mahkamah Agung Nomor: 758 K/PID.SUS/2014 atas nama Terdakwa Darul Azli, SE, di hukum 4 tahun dan denda Rp 500 juta

    4. Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor: 40/PID.SUS.K/2013/PT.Mdn, di hukum penjara 1 tahun dan denda Rp. 50.000.000,-

    Sebslunya Kejaksaan Tinggi sumatera Utara masih terus menyelidiki temuan bukti baru kasus korupsi kredit fiktif senilai 117 Milyar di Bank BNI 46 SKM Cabang Jalan Pemuda Medan, dan melibatkan Tersangka Boy Hermansyah, pada 8/8/2017, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian menyampaikan Kejati Sumut tetap akan menyelidiki kasus BNI 46 yang merugikan keuangan Negara tersebut dan tidak ada istilah di hentikan pengusutannya, “jadi, kasus BNI 46 itu, akan dilanjutkan proses hukumnya, tidak akan di hentikan” ucap juru bicara Kejati Sumut saat itu.(Muhammad Abubakar)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Keluarkan Surat Penghentian Penuntutan Kasus Korupsi BNI Medan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved