www.riaukontras.com
| Tersangka Korupsi, LSM GERAK Minta KPK segera Tahan Bupati Bengkalis | | TNI Bantu Padamkan Kebakaran Lahan Gambut | | Pekerjaan Proyek Pelabuhan di Rohil Dikerjakan Tidak Sesuai Bestek | | Walikota Minta Dibuatkan Menu Baru Dalam Daftar Kuliner Banda Aceh | | DPD IWO INHIL: Selamat Ulang Tahun Ke 73 Bhayangkara | | Gubernur Tinjau Progres Pembangunan Kawasan Gurindam 12, Pembangunan Harus Mencapai Target
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 21 Juni 2019
 
Aceh Utara
Rentenir Berkedok Koperasi Merjamur di Aceh Utara
Editor: Muhammad Abubakar | Minggu, 22-04-2018 - 14:56:51 WIB

TERKAIT:
 
  • Rentenir Berkedok Koperasi Merjamur di Aceh Utara
  •  

    FOTO: Kantor Ranting Koperasi Roganda di Desa Sama Kurok, Kec. Tanah Jambo Aye
    ACEH UTARA, RIAUKontraS.com - Praktik rentenir berkedok koperasi simpan pinjam di Wilayah Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, khususnya semakin banyak ditemukan.

    Akibatnya, banyak masyarakat dan pengusaha mikro terjerat jaringan bank 47 tersebut.

    Koperasi itu beroperasi dengan cara berkeliling dari kampung ke kampung, tanpa memiliki izin dari pemerintah setempat, mirisnya mereka beroperasi dengan berkedok koperasi agar terkesan resmi. Padahal, mereka tidak terdaftar atau mendapat izin operasional resmi dari pemerintahan Aceh Utara.

    Informasi yang diperoleh oleh Media Ini, kegiatan rentenir berkedok koperasi simpan pinjam ini terkesan usaha yang menggiurkan. Apalagi konsumen yang terjerat menjadi nasabah si rentenir kebanyakan orang berpenghasilan tidak tetap dan mendadak butuh uang cepat.

    Dengan modus membantu, tapi memberikan bunga 20 persen, si rentenir bisa meraup keuntungan besar walau melanggar ketentuan peraturan yang ada.

    Koperasi Roganda, koperasi yang berasal dari Kota Langsa yang telah mengembangkan Ranting di Aceh Utara. Bahkan Koperasi Roganda memiliki puluhan pekerja kolektor yan tersebar . Diantaranya, Mustafa (27) ketua Ranting Koperasi Roganda yang dijumpai wartawan di kantornya di Desa Samakurok, Kec. Tanah Jambo Aye, Kab. Aceh Utara, Jum’at (20/04) menuturkan, Roganda telah memiliki klien sebanyak 300 orang.


    “Secara resmi Koperasi kita didirikan di Langsa, kami disini sedang mengembangkan cabang" Kata Mustafa

    Mustafa menjelaskan, perputaran aset koperasi tanpa legalitas yang jelas tersebut mencapai Miliyaran rupiah yang saat ini sedang dicairkan kepada masyarakat, pemanfaat jasa keuangan dari kalangan pelaku usaha micro.

     " Koperasi Kita tidak pernah memaksa masyarakat untuk mengambil uang dari kita, kami disini juga perlu ketelitian, karena tidak sedikit resiko atas keuangan itu” Ujar Mustafa seraya menambahkan, dibalik beroperasi koperasi itu,  bersangkutan juga mendapatkan dukungan pengaman dari pihak kepolisian setempat.

    “Kita juga didukungan oleh keamanan polisi, kami bayar dalam sebulan dua kali sebesar Rp.200.000 setiap setoran. Semua itu sudah dikoordinir oleh boss kita” terangnya.

    Mirisnya, fenomena seperti ini dimanfaatkan para rentenir atau mereka yang memiliki modal menyediakan pinjaman cepat. Para masyarakat yang membutuhkan dana cepat bisa berhubungan langsung dengan kreditur tak resmi itu. 

    Seperti yang diungkapkan oleh Mustafa, pencairan dana pinjaman Roganda sangat praktis, hanya bermodalkan Kartu Tanda Penduduk yang asli, pinjaman uang itu bisa langsung cair dengn Jumlah nominal bervariasri, mulai Rp.1juta bahkan hingga puluhan juta rupiah.

    “Sistim pembayarannya harus lunas satu bulan dengan cara cicilan kredit dan pihak kami akan mengutipnya setiap hari,” sambung Mustafa.

    Modus operandi koperasi itu diduga telah memanipulasi ijin operasional, Rintenir tersebut berlindung dibalik nama koperasi, alih-alih koperasi para debitur terjerat utang capai jutaan rupiah. Kreditur yang bersangkutan akan mengeruk keutungan capai 20 % setiap bulannya dari total pinjaman.

    " Saya bukan ketua Koperasi, saya hanya pengelola saja bg, semua yang terlibat dalam koperasi Roganda adalah semua anggota koperasi,” Ungkap Ketua koperasi Roganda Rahmat Manulang Melalui Seluler. 

    Ironisnya, Rahmat mengaku memiliki Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), Surat Ijin Tempat Usaha (SITU) di Kota Langsa dan Jika bermasalah dengan koperasi kita,  ya silahkan saja yang complain melapor ke pihak kepolisian, jelas kita bisa diperiksa bahwa kita memiliki SIUP dan SITU, jawabnya dengan nada cetus sembari menyebutkan, “kok bodoh kali wartawan, seharusnya kenal dulu baru kalian berhak nanya-nanya.

    Rahmat mengakui, sebagai perusahaan jasa keuangan tidak mudah untuk bisa beroperasi, pasalnya, setiap perusahaan yang berkecimpung di usaha keuangan harus mengantongi ijin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    “Iya memang, koperasi kita untuk ijin Otoritas Jasa Keuangan tidak kita memiliki, karna tidak mudah kita dapatkan, karena  harus dikeluarkan oleh Kementerian Keungan Republik Indonesia,” pungkas Rahmat. (Khaini Ahmad).

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Rentenir Berkedok Koperasi Merjamur di Aceh Utara
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved