www.riaukontras.com
| Wali Kota Jamu Sabyan Gambus, Nissa Ditepungtawari | | Pemko Banda Aceh Buka Call Center Penertiban Gepeng dan Anak Punk | | Usulkan Pilot Project Ganja Senator Rafli Kande Minta Tembak Mati Pengedar Narkoba | | Banjir Landa Pekanbaru, Seorang Ibu Hanyut di Parit Besar | | Polemik, Harga Baju Dinas Dewan Mencapai 4,9 Juta Perpasang | | Bupati Kampar Pimpin Rapat agenda Daerah, Catur Sugeng: Mari Bangun Kampar yang maju
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 19 Juni 2019
 
Jakarta
Korban Miras Tak Seharusnya Peroleh Layanan Gratis di RS
Editor: Muhammad Abubakar | Kamis, 12-04-2018 - 19:14:36 WIB
Reza Indragiri Amriel
TERKAIT:
 
  • Korban Miras Tak Seharusnya Peroleh Layanan Gratis di RS
  •  

    JAKARTA, RiaukontraS.com - Fenomena minuman keras alias miras oplosan yang menewaskan puluhan orang di Bandung, Jawa Barat dan berbagi lokasi di Indonesia belakangan ini membuat polisi menggelar razia ke warung-warung. Bahkan, polisi sudah melakukan penggrebekan ke produsen miras guna meminimialisir korban jatuh berikutnya.

    Menurut pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel, korban miras oplosan biasanya mereka menenggaknya secara bersamaan. Bahkan, perlu dicermati juga apakah korban itu dipaksa minum atau atas kemauannya sendiri.

    "Apakah mereka dipaksa pihak lain untuk minum miras sampai sengsara? Kalau berasal dari inisiatif sendiri, berarti bukan  korban  miras. Julukan yang pas adalah pemabuk," ujar Reza dalam pesan singkat yang dikirimkan ke wartawan Kamis (12/4/2018).

    Menurutnya, yang terpenting kedepan adalah bagaimana kita bisa mencegah agar tidak ada lagi jatuh korban berikutnya.

    "Lho, isunya bukan pada tewasnya si pemabuk. Masalahnya adalah pengonsumsian miras. Jadi pertanyaan yang betul adalah bagaimana menyetop orang agar tidak minum miras," ujarnya.

    Dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ini tidak setuju jika korban miras digratiskan saat mendapat pelayanan kesehatan di Rumah Sakit.

    "Justru untuk pasien semacam ini semestinya tidak digratiskan. Sudi pajak disalurkan untuk membiayai pengobatan pemabuk?," jelas Reza.

    Dirinya menyebut, bagi sebagian orang mabuk adalah solusi emosi atas masalah hidup. Justru karena mabuk, rasionalitas terganggu sehingga membikin masalah baru dalam hidup. 

    "Apalagi ketika duit habis untuk beli miras, lalu mencuri, sahlah menjadi masalah bagi hidup orang lain," pungkasnya.(Dwi/Muhammad Abubakar)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Korban Miras Tak Seharusnya Peroleh Layanan Gratis di RS
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved