www.riaukontras.com
| Team Pengabdian Mahasiswa Universitas Riau, melakukan Penyiprotan di Kawasan Rumah Warga | | Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing | | IWO Inhil Terus Membuka Donasi Melalui Posko Relawan Covid-19 | | Polres Bintan Giatkan Budidayakan Ikan Tawar | | IWO Inhil Kembali Salurkan 20 Paket Sembako Kepada Masyarakat Sungai Beringin | | PB Gerakan Nahdlatul Ulama Peduli Covid 19 Datangi Kelenteng, Salurkan Sembako
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Senin, 01 Juni 2020
 
Gara-Gara Pemberitaan Bantuan Covid 19, Seorang Wartawan di Gebuk Oknum Kadus
Editor: | Minggu, 17-05-2020 - 14:29:35 WIB

TERKAIT:
 
  • Gara-Gara Pemberitaan Bantuan Covid 19, Seorang Wartawan di Gebuk Oknum Kadus
  •  

    ACEH, RIAUKontraS.com – Nasib Naas menimpa seorang wartawan media online bernama Ahmad Sahib warga desa Kediri kabupaten Lombok barat, Lantaran Berita yang ia tulis berimbas terhadap pemukulan yang dilakukan oleh seorang kepala dusun karang bedil Utara di Wilayah Desa Kediri induk, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.

    Kejadian bermula ketika Ahmad Sahib menulis berita seorang nenek tua renta asal dusun karang bedil Utara yang kehidupannya di bawah garis kemiskinan, dalam berita tersebut diterangkan bahwa nenek tua itu jarang mendapat bantuan sosial dari pemerintah, terutama disinyalir minim perhatian dari pemerintah setempat.

    Laman berita online yang dishare di beberapa akun media sosial warga itu VIRAL dan menuai protes serta tanggapan para netizen. Dimana berdasarkan pantauan media ini, bahwa berita tersebut tidak diterima oleh oknum Kadus yang menjadi pemegang kebijakan di wilayah tersebut.

    Salah seorang warga Desa Kediri yang berada di Lokasi kejadian mengatakan, Pemukulan terjadi ketika korban berada di rumahnya sedang menunggu waktu berbuka puasa, lalu datang pelaku, kemudian terjadi cek cok mulut dan berakhir dengan pemukulan.

    ” kejadiannya tadi sebelum datang waktu berbuka puasa, karena kebetulan saya tetangga sama korban, saya dengar mereka cek cok mulut, setelah saya datang, korban sudah berlumuran darah,” ungkap Radi salah satu tetangga korban.

    Ditambahkan oleh Radi yang juga sebagai petugas puskesmas Kediri bahwa saat ini kondisi korban sangat kritis mengingat tulang hidungnya mengalami patah ringan, dan rahangnya juga mengalami luka sehingga berlumuran darah.

    “Saat ini, pasien sedang dalam perawatan Medis dan kami akan rujuk ke rumah Sakit Umum Patut Patuh Patju untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut,” Jelas Radi.

    Menurut pengakuan korban saat dikunjungi awak media di puskesmas Kediri mengungkapkan, bahwa saat sedang berbuka puasa di rumahnya, dirinya didatangi oleh oknum Kadus tersebut dan mencaci makinya dengan bermacam pernyataan.

    “Saat sedang berbuka puasa tiba-tiba dia datang sambil memaki maki saya, dan melemparkan pukulan ke arah hidung dan mulut saya dan akhirnya saya bertengkar dengannya.” ungkap Ahmad Sahib sambil merintih kesakitan.

    Ahmad Sahib berharap agar pihak kepolisian bisa segera mengusut kasus pemukulan yang dialaminya, karena selain merasa dirugikan, tindakan kriminal ini dianggapnya merupakan salah satu bentuk kekerasan terhadap jurnalis yang harus diusut.

    “Gara-gara penulisan berita saya di aniaya begini, saya pastikan akan membawa kejadian ini ke aparat penegak hukum,” imbuhnya



    Sumber: Jurnalfaktual

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Gara-Gara Pemberitaan Bantuan Covid 19, Seorang Wartawan di Gebuk Oknum Kadus
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
    8 Hanya Karna Rupiah, Kepala Sekolah SMK 3 Lahewa Larang Siswi Ikut Ujian
    9 Polemik Pembangunan Jalan TOL di Riau Menggurita, Dana APBN Diduga Menjadi Dana Talangan
    10 Ketua DPRD Riau Sayangkan Dumai, Bengkalis, dan Meranti Tak Terapkan PSBB
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved