www.riaukontras.com
| Brimob Pos Pam Covid-19 Aceh-Sumut Lakukan Pengecekan dan Bagi Masker | | Komperensi: Mari Kita Bergotong Royong Lawan Corona | | Team Pengabdian Mahasiswa Universitas Riau, melakukan Penyemprotan di Kawasan Rumah Warga | | Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing | | IWO Inhil Terus Membuka Donasi Melalui Posko Relawan Covid-19 | | Polres Bintan Giatkan Budidayakan Ikan Tawar
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Senin, 01 Juni 2020
 
Siswa SMP Sodomi 2 Bocah SD di Mojokerto, Bagaimana Kasus Ini Terungkap?
Editor: Md.waruwu | Selasa, 05-11-2019 - 16:53:08 WIB

TERKAIT:
 
  • Siswa SMP Sodomi 2 Bocah SD di Mojokerto, Bagaimana Kasus Ini Terungkap?
  •  

    MOJOKERTO, RIAUKontraS.com - Seorang siswa SMP asal Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, ditetapkan sebagai pelaku anak (sebutan tersangka bagi anak) lantaran menyodomi dua bocah sekolah dasar (SD). Perbuatan remaja 12 tahun itu terbongkar setelah korban mengadu kepada orang tuanya.

    Perbuatan tak senonoh pelaku terbongkar setelah menyodomi seorang bocah laki-laki yang masih duduk di bangku kelas I SD. Korban merupakan tetangga sekaligus teman bermain pelaku.

    Pada Minggu (20/10) sekitar pukul 09.00 WIB, pelaku menghampiri korban yang sedang bermain dengan beberapa temannya. Siswa SMP di Kecamatan Mojoanyar ini lantas mengajak korban ke sawah.

    Di sawah tersebut, pelaku mencabuli korban dengan pemaksaan. Selanjutnya pelaku menyodomi korban sekitar 2 menit. Puas melampiaskan nafsunya, pelaku mengancam akan memukuli bocah berusia 6 tahun itu jika mengadu kepada orang tuanya maupun ke orang lain.

    Sore harinya, pelaku mengulangi perbuatannya kepada korban yang sama. Sekitar pukul 16.00 WIB, dia mengajak korban ke kebun jagung. Saat itu korban sedang bermain dengan beberapa temannya. Di dalam kebun jagung, pelaku kembali mencabuli, lalu menyodomi korban.

    "Terungkapnya dari korban yang merasa kesakitan. Dia menyampaikan ke orang tuanya. Setelah dicek orang tuanya, ada kelainan pada salah satu organ tubuhnya," kata Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno kepada wartawan di kantornya, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Selasa (5/11/2019).

    Tak terima anaknya disodomi, ibu korban melapor ke Polres Mojokerto, Senin (21/10). Setelah melakukan rangkaian proses penyelidikan, polisi akhirnya menetapkan remaja 12 tahun itu sebagai pelaku anak, Jumat (1/11).

    Dari hasil pemeriksaan pelaku maupun para saksi, terungkap adanya korban lain. Menurut Setyo, korban kedua juga bocah yang masih duduk di bangku SD berusia 9 tahun. Kedua korban merupakan teman bermain pelaku.

    "Korban sementara masih dua, dimungkinkan lebih dari itu. Akan kami gali dari teman-teman bermain korban. Karena yang disasar tersangka teman bermainnya," terangnya.

    Akibat perbuatannya, pelaku akan diproses hukum menggunakan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Namun pelaku tidak ditahan di Polres Mojokerto maupun di lembaga pemasyarakatan.

    "Saat ini tersangka dalam proses penitipan ke bapas (balai pemasyarakatan). Tidak boleh dicampur dengan tahanan dewasa karena dikhawatirkan ter-influence (terpengaruh)," tandasnya.

    Sumber: detik.com

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Siswa SMP Sodomi 2 Bocah SD di Mojokerto, Bagaimana Kasus Ini Terungkap?
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
    8 Hanya Karna Rupiah, Kepala Sekolah SMK 3 Lahewa Larang Siswi Ikut Ujian
    9 Polemik Pembangunan Jalan TOL di Riau Menggurita, Dana APBN Diduga Menjadi Dana Talangan
    10 Ketua DPRD Riau Sayangkan Dumai, Bengkalis, dan Meranti Tak Terapkan PSBB
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved