www.riaukontras.com
| Literasi Sumber Pengetahuan, Wali Kota Bertekad Hadirkan Pustaka Hingga ke Lorong-Lorong | | Ketua DPRD Provinsi Riau H.Indra Gunawan, Eet. PhD Reses di Kecamatan Talang Mandau | | Plt Bupati Pelatihan Buka Resmi Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa se-Kab.Bengkalis | | Pejabat di Lingkungan BNPP Turun ke 222 Kecamatan Lokpri | | Helmy Fauzy Terima Penghargaan Sebagai Dubes Terbaik dari Majalah Diplomasi Mesir | | Tim KPPN Purwakarta Sosialisasi Pencapaian IKPA di Lanud Suryadarma
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 25 Februari 2020
 
Presiden Minta Kemendag Tingkatkan Nilai Ekspor
Editor: Muhammad Abubakar | Kamis, 01-02-2018 - 09:17:57 WIB

TERKAIT:
 
  • Presiden Minta Kemendag Tingkatkan Nilai Ekspor
  •  

    JAKARTA, RiaukontraS.com - Presiden Joko Widodo tampak tak dapat menyembunyikan kekecewaannya ketika mengetahui bahwa nilai ekspor Indonesia masih tertinggal dengan beberapa negara tetangga lainnya. Padahal, Indonesia memiliki sumber daya dengan jumlah besar yang memungkinkannya untuk dapat unggul di sektor tersebut.

    Saat membuka rapat kerja Kementerian Perdagangan tahun 2018 di Istana Negara, Jakarta, pagi ini, Rabu 31 Januari 2018, Kepala Negara mengungkap angka-angka ekspor dimaksud.

    "Sangat jelas, kalau kita lihat angka-angka, ekspor Indonesia sudah sangat jauh tertinggal dengan negara-negara sekitar kita. Ini fakta," ucapnya.

    Ia kemudian menyebut bahwa Thailand, Malaysia, dan Vietnam sudah mengungguli kita. 

    "Kalau kita terus seperti ini, bisa kita kalah dengan Kamboja atau Laos," sambungnya.

    Thailand, dalam paparan Presiden, berhasil membukukan angka ekspor di tahun 2016 sebesar USD 215 miliar. Sementara Malaysia, sebesar USD 189 miliar. Adapun Vietnam berhasil membukukan sebesar USD 176 miliar.

    "Kita USD 145 miliar. Negara sebesar ini kalah dengan Thailand yang penduduknya 68,9 juta, Malaysia 31,2 juta, dan Vietnam 92,7 juta. Dengan SDM yang sangat besar, kita kalah," tuturnya.

    Menurutnya, ada yang salah dari rutinitas yang telah dilakukan selama ini. Ia pun meminta untuk sesegera mungkin dilakukan perubahan.

    "Perlu saya ulang agar kita sadar, ada yang keliru dan banyak yang keliru. Rutinitas yang kita lakukan bertahun-tahun tanpa ada perubahan apapun. Kita merasa bekerja, tapi sepertinya kalau dibandingkan dengan yang lain hasilnya kita harus lihat kembali," kata Presiden.

    Presiden kemudian mengingatkan kembali instruksinya agar jajarannya mulai menyentuh pasar-pasar global yang selama ini belum tersentuh. Menurutnya, negara-negara lain sudah sejak lama melakukan itu.

    "Kita tidak pernah menengok Pakistan misalnya. Penduduknya 207 juta dibiarkan, tidak kita urus. Bangladesh misalnya, penduduknya tidak kecil 163 juta, ini pasar besar. Meski kita sudah surplus tapi masih terlalu kecil angkanya," ucapnya.

    Ia sangat menyayangkan kesempatan emas untuk dapat berpromosi ke Bangladesh yang dilewatkan begitu saja. Dirinya meminta agar kesalahan ini tidak diulangi kembali.

    "Bahkan kemarin ada ekspo di Bangladesh kita tidak ikut sama sekali. Semua negara ikut, kita tidak ikut. Kesalahan-kesalahan ini yang rutin kita ulang dan tidak pernah kita perbaiki," tuturnya.

    Maka itu, Presiden menginstruksikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita untuk mengevaluasi keberadaan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) dan atase perdagangan Indonesia. Jika tidak produktif dalam meningkatkan perdagangan Indonesia di luar negeri, menurutnya ITPC lebih baik ditutup saja.

    "ITPC apa yang dilakukan bertahun-tahun? Apa mau kita teruskan? Kalau saya lihat tidak ada manfaatnya, ya saya tutup. Negara keluar biaya untuk itu jangan lupa. Negara keluar uang yang tidak kecil," ujar Presiden.

    Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir dan Kepala BKPM Thomas Lembong, (Gumilar Abdul Latif).

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Presiden Minta Kemendag Tingkatkan Nilai Ekspor
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    2 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    3 Temuan BPK RI Sebesar Rp.42 Milyar di UIN Suska Riau, Dikonfirmasi Rektor UIN 'Bungkam'
    4 Tiang Baleho Miring Sangat Mengkhawatirkan Masyarakat
    5 Ahok Akhirnya "Mundur"
    6 SADAM Lakukan Demo Ke Kantor DPRD Bengkalis
    7 Jangan Hanya Pencitraan, Jokowi Harus Tahu KLHK Telantarkan Usulan Masyarakat Penjaga Hutan di Siak
    8 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    9 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    10 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved