www.riaukontras.com
| Modus Iming-Iming Proyek, Dua Pria Diduga Lakukan Penipuan, Akhirnya Keduanya Dipolisikan | | Polsek Kempas Mengamankan Seorang Terduga Tindak Pidana Perjudian Jenis Togel | | Pemkab Inhil Akan MoU dengan PA Tembilahan dan Kemenag Terkait Nikah Itsbat Terpadu | | Dukung Program APPI, Perkumpulan SUN Serahkan Mesin Pembuat Pakan Ikan | | Pelantikan BEM STIE Dharma Putra Pekanbaru dan Penanaman Pohon | | Mantan Menantu Anas Makmun di Tangkap Polisi, Karena Jual satwa Dilindungi
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 24 Januari 2021
 
Berkunjung ke Pusdiklat APPI, Prof. Irwan Effendi Bagikan Ilmu Soal Budi Daya Perikanan
Editor: Indra | Minggu, 20-12-2020 - 17:09:51 WIB

TERKAIT:
 
  • Berkunjung ke Pusdiklat APPI, Prof. Irwan Effendi Bagikan Ilmu Soal Budi Daya Perikanan
  •  

    Kampar, RIAUkontraS.com - Prof. Dr. Irwan Effendi, M.Sc memenuhi undangan Pengurus DPP Aliansi Pewarta Pertanian Indonesia (APPI) untuk berkunjung ke kawasan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) APPI yang berlokasi di Jl. Uka, perbatasan Pekanbaru-Kampar, Sabtu (19/12/2020).

    Dalam kesempatan itu, Prof. Irwan memberikan berbagai masukan dan saran tentang cara budi daya perikanan yang akan dikembangkan pengurus DPP APPI di kawasan Pusdiklat tersebut. Saat ini, pengurus DPP APPI baru melakukan uji coba budidaya ikan lele dan patin di kawasan tersebut.

    Menurut Prof. Irwan, budidaya ikan air tawar masih sangat prospektif dikembangkan di Riau mengingat hingga saat ini Riau masih kekurangan pasokan ikan air tawar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kekurangan pasokan itu terpaksa didatangkan dari daerah tetangga seperti Sumatera Barat.

    "Budi daya ikan air tawar kalau dikelola dengan baik dapat memberikan pemasukan yang menggiurkan, asalkan paham soal teknis dan efisiensi dalam biaya operasional," jelas Irwan.

    Mantan Kepala Dinas Perikanan Riau ini mencontohkan soal efisiensi pakan ikan yang harus diupayakan para pelaku budi daya perikanan. "Pakan ini merupakan kebutuhan yang vital bagi ikan. Namun kalau bergantung pada pakan dari pabrik, maka biaya produksi akan membengkak. Karena itu harus bisa mengolah pakan sendiri dan menambahnya dengan pakan alami," jelasnya.

    Dalam kesempatan itu, Prof. Irwan juga banyak memberi masukan mengenai pengelolaan kolam, kualitas air, hingga masalah pemasaran. "Kalau soal pemasaran untuk ikan tak perlu terlalu dirisaukan karena memang kebutuhan akan ikan masih tinggi dan banyak yang siap menampung hasil produksi," ujarnya.

    Ketua Umum DPP APP Alexander Pranoto yang didampingi Sekretaris Umum, Satria Utama Batubara menjelaskan, saat ini di kawasan Pusdiklat APPI memang sudah dipersiapkan sebanyak enam kolam untuk budi daya perikanan. "Saat ini kita baru uji coba satu kolam dulu untuk pembesaran ikan patin, sedangkan ikan lele masih kita budidayakan di kanal belakang Pusdiklat. Setelah melihat perkembangannya yang cukup baik, kita berencana akan menebar lebih banyak bibit. Untuk itulah kita mengundang Prof. Irwan untuk memberikan bimbingan kepada kita dalam pengembangan budi daya perikanan," jelas Alex.
    Dijelaskan Alex, APPI sebagai organisasi para pewarta yang konsentrasi dalam pemberitaan dan pemberdayaan wartawan untuk ikut terjun aktif di sektor pertanian, terus berusaha memperdalam pengetahuan dan wawasan pengurus dan anggotanya mengenai dunia pertanian.

    "Nah, Pusdiklat ini rencananya akan menjadi pusat pembelajaran sekaligus praktek bagi pengurus dan anggota APPI untuk belajar mengenai seluk beluk pertanian. Kita berterima kasih kepada Prof. Irwan dan sejumlah pihak yang terus mendukung kehadiran APPI di tanah air," ujar Alex.

    Sumber : DPP APPI

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Berkunjung ke Pusdiklat APPI, Prof. Irwan Effendi Bagikan Ilmu Soal Budi Daya Perikanan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    5 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2020 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved