www.riaukontras.com
| | | Merasa Dipersulit, Pengusaha di Bagansiapiapi Kesal Satu Tahun Izin Usahanya Tidak Keluar | | Merasa Dipersulit, Pengusaha di Bagansiapiapi Kesal Satu Tahun Izin Usahanya Tidak Keluar | | Bersama Ulama dan Anak Yatim Piatu 1.500 Orang Gelar Yasinan, Tahlil Tahmid dan Doa Bersama | | Polres Inhil Musnahkan Barang Bukti Shabu Sebanyak799,50 Gram Dan 2997 Butir Pil Extacy | | SPJ POL-PP Tahun 2019, Inspektorat Menunggu Informasi Dari Walikota Bandar Lampung
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 02 Desember 2020
 
Kejari Kampar Dalami Dugaan Korupsi Kades Siak Hulu
Editor: Indra | Sabtu, 12-09-2020 - 12:55:17 WIB

TERKAIT:
 
  • Kejari Kampar Dalami Dugaan Korupsi Kades Siak Hulu
  •  

    Kampar, RIAUkontras.com - Adanya laporan peristiwa dugaan penyelewengan anggaran dana desa oleh beberapa Kepala Desa di daerah Kabupaten Kampar Provinsi Riau termasuk didalmnya kasus penyimpangan di Desa Tanah Merah Kecamatan Siak Hulu, tengah didalami korps adhyaksa (Kejaksaan Negeri Kampar).

    Dari himpunan informasi, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar telah memeriksa sejumlah saksi-saksi terkait laporan dugaan penyelewengan anggaran dana desa Tanah Merah Siak Hulu. Bahkan sebelumnya, tim pelapor dari penggiat anti korupsi tingkat DPP LSM Komunitas Pemberantas Korupsi telah dimintai keterangan sebagai saksi perkara. Kemudian pemeriksaan saksi-saksi pun terus berlanjut. Dimana, Jum'at (11/09/2020), pihak Kejaksaan Negeri Kampar telah meminta keterangan sebanyak lima (5) orang saksi lain dalam laporan dugaan penyelewengan anggaran dana desa yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Tanah Merah.

    Dari informasi data awak media, lima orang saksi yang dimintai keterangannya oleh Kejari Kampar tersebut, diantaranya Ketua RT 5, Arpan, Ramzi Durin SH,MH selaku Ketua BPD, Aspan Ritonga selaku Sekretaris BPD, Zulfan mantan Ketua RT 4, dan Isran selaku Ketua RW 8 setempat.

    Ketua RW 8, Isran saat kepada media usai dimintai keterangannya oleh Kejari Kampar mengaku dirinya bersama empat orang lainnya telah dimintai keterangan oleh Kejari Kampar terkait dugaan penyelewengan anggaran dana desa oleh Kepala Desa Tanah Merah Kecamatan Siak Hulu.

    "Ya benar hari ini saya telah dimintai keterangan sebagai saksi oleh Kejari Kampar. Ada empat item persoalan yang dipertanyakan, diantaranya terkait normalisasi parit, potongan insentif, semenisasi, dan semen hilang," jelas Isran.

    Hal senada juga disampaikan Arpan dan Zulfan. Keduanya juga membenarkan jika mereka telah dimintai keterangan oleh Kejari Kampar.  Dikatakan, mereka hanya dimintai keterangan terkait 2 item, yakni potongan insentif dan semen hilang.

    Pemeriksaan sejumlah saksi tersebut juga dibenarkan oleh Pelaksana tugas harian (Plh) Ketua LSM Komunitas Pemberantas Korupsi tingkat DPP, B Naso alias Anas. 

    Dibenarkan Anas, jika pihaknya melalui empat orang tim-nya (Pelapor), telah dimintai keterangan oleh petugas Kejaksaan Negeri Kampar pekan lalu. 

    “Iya, betul. Tim kami dari LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (Pelapor) pekan lalu, telah diundang oleh Kejari Kampar untuk memberi keterangan seputar dugaan penyelewengan anggaran desa di delapan Desa (Terlapor). Semua keterangan-keterangan bukti penyimpangan yang diduga terjadi sudah diterangkan dan dicatat oleh pihak Kejaksaan” jelas Anas

    Dia (Anas-red), berharap agar penyelidikan kasus dugaan penyelewengan anggaran desa tersebut, terus ditingkatkan oleh pihak Kejaksaan demi tercapainya kebenaran ditengah-tengah masyarakat serta menjadi efek jera bagi para pejabat desa yang lain, ujar Anas.

    Terkait pemeriksaan sejumlah saksi ini, awak media mencoba meminta keterangan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kampar, Suhendri, SH.MH lewat via hendphon, namun belum aktif. *** (Red)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Kejari Kampar Dalami Dugaan Korupsi Kades Siak Hulu
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved