www.riaukontras.com
| Sekda Arfan Harapkan Perekonomian akan Terus Berkembang | | Pengabdian Babinsa di Desa Binaan | | HUT TNI, Rehab RTLH Fatimah Hampir Rampung | | Presiden Jokowi Resmikan Tol Pekanbaru-Dumai Sepanjang 131,5 Km | | Pasca Penandatanganan Kuasa, Tim Segera Laporkan Mely | | DPRD Kepri Melaksanakan Paripurna HUT Ke -18 provinsi Kepri
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 26 09 2020
 
Abaikan Putusan Makamah Agung, ES Melalui JS Diduga Serobot Lahan Masyarakat Kampar Kiri
Editor: kEND'ZAI | Minggu, 30-08-2020 - 16:11:36 WIB

TERKAIT:
 
  • Abaikan Putusan Makamah Agung, ES Melalui JS Diduga Serobot Lahan Masyarakat Kampar Kiri
  •  

    KAMPAR, RIAUKontraS.com - Kurang lebih 984 Ha (sembilan ratus delapan puluh empat hektar) yang terletak Desa Bangun Sari seluas kurang lebih 735 Ha (tujuh ratus tiga puluh lima hektar), di Desa Mentulik seluas kurang lebih 249 Ha (dua ratus empat puluh sembilan) Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Yang sudah bertahun-tahun dikelola masyarakat setempat, di duga diserobot oknum berinisial ES mengatas namakan masyarakat

    Dugaan penyerobotan lahan tersebut diatas disampaikan sekelompok masyarakat yang mengatas namakan masyarakat Kampar, saat Surya Gemara C Wakabid Hisbah FPI (Froum Pembela Islam) kota Pekanbaru, Pengecara Andi Nasution, C Hardayat Pembina bersama Rizal Tanjung Ketua didamping Ismail Sarlata Sekretaris, Nurhayati Bendahara dan Nurhasanah Wakil Bendahara PWOINusantara Provinsi Riau disalah satu rumah warga Kampar Kiri yang tidak ingin Identitasnya disebutkan.Kamis (27/08/2020)

    Beberapa warga dan atau masyarakat Kampar Kiri Kabupaten Kampar, menyampaikan Kronologis dugaan perampasan dan atau penyerobatan lahan perkebunan milik warga yang sudah ditanam dan dikelola beberapa tahun yang diduga dilakukan oleh oknum berinisial ES melalui oknum JS dan rekan-rekannya.

    " Dugaan Penyerobotan lahan perkebunan milik masyarakat terjadi pada Agustus 2020 tepatnya pelaksanaan hari besar agama Idul Adha, saat masyarakat sibuk melaksanakan hari raya Kurban, Penyerobotan dilakukan dengan mendirikan pondok di salah satu lahan perkebunan milik Eman warga Mentulik Kabupaten Kampar yang terletak dikawasan lahan seluas kurang lebih 249 Ha yang ingin di serobot," ungkap Nafi salah seorang warga yang turut hadir dirumah warga dimana Team PWOINusantara Provinsi Riau menyambanginya

    Apa dasar mereka melakukan Penyerobotan lahan kami yang sudah bertahun-tahun kami kelola ?, dan bahkan melarang kami untuk melakukan panen buah sawit yang sudah sekian tahun kami tanam. tambah masyarakat yang minta namanya untuk tetap dilindungi, serta memberikan data dokumen kepada Team PWOINusantara Riau

    Usai memperoleh kronologis dugaan penyerobatan lahan miliki masyarakat, beberapa masyarakat mengajak Surya Gemara C Wakabid Hisbah FPI (Froum Pembela Islam) kota Pekanbaru, C Hardayat, Rizal Tanjung Ketua, Ismail Sarlata Sekretaris, Nurhayati Bendahara dan Nurhasanah Wakil Bendahara PWOINusantara Provinsi Riau menuju lokasi dugaan penyerobatan lahan miliki warga dikawasan desa Mentilik Kampar Kiri Kabupaten Kampar.

    Sesampainya Team PWOINusantara bersama Surya Gemara C dan  Andi Nasutian,SH seorang Pengacara dilapangan, tampak terlihat pondok dan atau Basecame dibangun disalah kebun milik warga Mentulik, yang dibangun oleh anggota JS yang diduga orang suruh ES salah seorang anggota DPC Tapung Hilir sebuah Partai terbesar Indonesia.

    " Warga disini adalah keluarga kami, jangan buat susah masyarakat miskin yang hanya untuk mencari hidup mengisi perut untuk keluarganya. Apa hak kalian mengganggu masyarakat ?, dan jika tanah ini milik kalian jangan ganggu kehidupan masyarakat silahkan kalian lakukan gugatan ke Pengadilan bukan mengganggu kehidupan masyarakat," ucap C Hardayat Pembina PWOINusantara

    Sementara Surya Gemara C, menyayangi sikap yang telah dilakukan oleh oknum ES yang diduga melakukan Penyerobotan lahan masyarakat melalui JS dengan mengusik aktifitas masyarakat yang bertahun-tahun memenuhi hidup dari lahan yang telah dikelola bertahun-tahun.

    "Saya sedih, miris dan terpanggil melihat masyarakat di Zholimi oknum seperti ES dan JS, yang mana masyarakat hanya bersandar hidupnya di kebun sawit yang telah dikelolanya bertahun-tahun. Kami yang turut turun kelapangan saat ini, meminta kepada pihak kepolisian Mapolsek Kampar Kiri untuk berpihak kepada masyarakat kecil bukan kepada oknum yang diduga lakukan penzholiman terhadap masyarakat," ungkap Surya Gemara C Wakabid Hisbah FPI (Froum Pembela Islam) kota Pekanbaru, pada awak media yang turut turun kelokasi dugaan penyerobatan lahan. Kamis (27/08/2020)

    Jika masyarakat yang melakukan Penyerobotan lahan yang diakui sebagai lahannya oknum bernama ES, hendaknya lakukan gugatan perdata kepada pengadilan bukan melakukan penyerobatan dengan menggunakan orang lain untuk menzholimi masyarakat. Negara ini negara hukum, maka taat dan tunduklah kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.tutup Surya dengan tegas.

    Berdasarkan data yang diperoleh team PWOINusantara Provinsi Riau, dimana lahan area perkebunan sawit ( seluas 735 Ha di Desa Bangun Sari, dan 249 di Desa Mentulik). Merupakan lahan milik PT Air Jernih yang digugat oleh Ir. Hinsatopa Simatupang selaku Direktur Utama, Syafriadi Direktur, Nur Ali Kepala Desa Bangun Sari, Syafrizal N Datuk Abu Garang, Dalhari Ketua Koperasi Usaha Tani Jaya ke Makamah Agung, melawan Ir Delta Direktur Utama PT Rimba Seraya Utama.

    Gugatan dan atau Kasasi yang dilakukan Ir Hinsatopa Simatupang CS Direktur Utama PT Air Jernih melawan Ir Delta Direktur Utama PT Rimba Seraya Utama ditolak Makamah Agung dengan no Putusan 2240 K/Pdt/2009.

    Hingga berita ini di Publikasi, PWOINusantara belum dapat memperoleh Informasi dari pada pihak Mapolsek Kampar Kiri Kabupaten Kampar Provinsi Riau ........ (Bersambung). (KEND'Z)

    Rilis Resmi PWOINusantara Provinsi Riau

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Abaikan Putusan Makamah Agung, ES Melalui JS Diduga Serobot Lahan Masyarakat Kampar Kiri
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved