www.riaukontras.com
| Ungkap Kasus Pencurian di PT China, Kapolsek dan 8 Personil Polsek Meral Dapat Piagam Penghargaan | | Panglima TNI Tegaskan Netralitas TNI Pada Pelaksanaan Pemilu 2019 | | Kodim 0703/Cilacap dan Jajaran Menandatangani Pakta Integritas Menuju WBK dan WBBM | | Kisah Pilu Kembali Melanda Andini, Muhammadiyah Riau Siap Membantu Sepenuh Hati | | Presiden Berikan Kiat Sukses jadi Wirausaha kepada ASN dan Pensiunan | | Dandim 0703/Cilacap :Siapapun yang Berani Mengganti Ideilogi Pancasila Berhadapan Dengan Prajurit
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Kamis, 17 Januari 2019
 
Bantah Suaminya Memeras, Yanti Menduga Ada Kerjasama Antara Polisi Dengan PT.Jatim Jaya Perkasa
Editor: | Kamis, 18-10-2018 - 08:54:15 WIB

TERKAIT:
 
  • Bantah Suaminya Memeras, Yanti Menduga Ada Kerjasama Antara Polisi Dengan PT.Jatim Jaya Perkasa
  •  

    ROKAN HILIR, RIAUKontraS.com - Alben Tajudin SH selaku kuasa hukum tersangka Yunaldi Zega yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Polres Rohil pada Rabu 10 Oktober 2018 bersama Faigizaro Zega yang diduga telah melakukan pemerasan terhadap PT Jatim Jaya Perkasa membantah atas semua tuduhan terhadap kliennya.

    Bantahan tersebut disampaikan Alben Tajudin SH saat konferensi pers, Selasa 16 Oktober 2018 di kantor Cutra Andika Partners yang berada di Ujung Tanjung Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rohil Prov.Riau.

    "Memang benar bahwa Yunaldi Zega seorang Advokat atau pengacara sebagaimana yang di beritakan oleh teman teman wartawan. Tapi, kami membantah dan tidak benar apa semua tuduhan yang ditujukan kepada Yunaldi Zega. Seperti melakukan pemerasan atau menerima duit Rp 10 juta yang diduga dari Hasfiandi humas perusahan PT Jatim Jaya Perkasa.

    Nah, uang itu adalah uang yang di serahkan Hasfiandi kepada Faigizaro Zega selaku ketua Serikat Buruh yang memperjuangkan hak hak buruh yang belum di penuhi oleh perusahaan PT Jatim Jaya Perkasa," jelas Alben.

    Ia menjelaskan, pada hari Senin 8 Oktober 2018, Faigizaro Zega ditelpon oleh humas PT Jatim Jaya Perkasa yang bernama Hasfiandi untuk mengajak bertemu membicarakan hak-hak karyawan yang belum dibayar oleh perusahan.

    Pertama yang harus dibayar adalah masalah hak cuti melahirkan dua orang karyawan, yang sebagaimana berdasarkan putusan Dinas Tenaga kerja Provinsi Riau yang nilainya sebanyak Rp 15 juta.

    Pada saat itu, Hasfiandi mengajak bertemu dengan Faigizaro Zega di Duri Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis. Namun, perjanjian untuk bertemu di Duri dibatalkan oleh Hasfiandi.

    Dan Hasfiandi mengajak Faigizaro Zega bertemu di Ujung Tanjung Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rohil untuk membayar hak hak buruh. Yunaldi Zega sebagai kuasa hukum karyawan PT Jatim Jaya Perkasa diajak lah oleh Faigizaro Zega untuk mendapingi diri nya bertemu dengan Hasfiandi humas Pt Jatim Jaya Perkasa.

    Namun, di pertemuan tersebut diduga sudah di atur skenario untuk dilakukan operasi tangkap tanggan (OTT) oleh pihak polisi bersama perusahaan.

    Seolah-olah Faigizaro Zega dan Yunaldi Zega melakukan pemerasan terhadap perusahaan. Padahal, yang meminta bertemu adalah pihak perusahan berjanji membayar hak- hak karyawan yang belum dibayar," ungkap Alben.

    "Namun, yang paling aneh lagi terhadap OTT yang dilakukan Polres Rohil.  Klien kami saat di lakukan OTT tidak ada di dekat Faigizaro Zega dan Hasfiandi, klien kami Yunaldi Zega berada di meja lain tidak berdekatan dengan mereka yang lagi berembuk.

    Yunaldi Zega tidak ada menerima duit dan tidak tahu menahu malasah duit malah bisa di jerat OTT, ini semua merupakan hal aneh. Sementara pasal 368 ayat 1 Jo 335 ayat 1 yang dikenakan pada klen kami unsur unsur pidana yang tak terpenuhi.

    Hingga saat ni, klien kami belum dilakukan BAP nya oleh pihak penyidik," kata Alben.

    Sementara itu, Yanti (56) selaku istri Faigizaro Zega mengatakan bahwa perusahan dengan pihak Polres Rohil diduga ada kerja sama untuk menjebak suaminya.

    "Seolah olah suami saya melakukan pemerasan terhadap perusahaan, suami saya diundang sama Hasfiandi untuk menyelesaikan hak buruh yang belum dibayar oleh perusahan.

    Tapi, malah suami saya yang dituduh melakukan pemerasan terhadap perusahaan. Saya mendengar saat itu, Hasfiandi nelpon suami saya mengajak bertemu dengan Faigizaro Zega untuk menyelesaikan masalah hak- hak karyawan yang belum di bayar sama perusahaan," kata Yanti.

    Em***

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Bantah Suaminya Memeras, Yanti Menduga Ada Kerjasama Antara Polisi Dengan PT.Jatim Jaya Perkasa
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    6 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    7 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    8 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved